Bagaimana Cara Mengobati Kista Epidermoid?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Mengobati Kista Epidermoid?

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami timbulnya benjolan di bawah kulit dan disertai pembengkakan? Hmm, kalau iya, sebaiknya jangan anggap remeh kondisi tersebut. Bisa jadi gejala tersebut menandai adanya kista epidermoid dalam tubuh. 

Umumnya, kista ini muncul pada bagian kepala, wajah, leher, punggung, dan area kelamin. Kista epidermoid ini terjadi akibat penumpukan keratin. Keratin sendiri merupakan protein yang terjadi secara alami di sel-sel kulit.

Nah, kista epidermoid ini akan berkembang ketika protein terperangkap di bawah kulit. Terperangkapnya bisa disebabkan karena gangguan pada kulit atau folikel rambut (tempat rambut tumbuh). Kista ini dapat terkait dengan kondisi genetik tertentu, terutama jika kista tumbuh sebelum pubertas. Misalnya, sindrom Gardner dan Gorlin.

Lantas, bagaimana dokter mengatasi atau mengobati kista epidermoid? 

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Dari perasi sampai Terapi Laser

Prosedur pembedahan terbilang sebagai cara yang cukup efektif untuk mengatasi kista epidermoid. Pembedahan ini diawali dengan bius lokal. Kemudian, barulah dokter akan  membuat sayatan pada kulit untuk mengangkat kista. 

Andaikan ada peradangan sekitarnya, operasi ditunda. Dokter akan memberikan salep antiradang terlebih dahulu. Hal yang perlu diingat, prosedur pembedahan ini bisa menimbulkan efek samping. Misalnya, terjadinya infeksi dan perdarahan. 

Di samping itu, pasien yang telah menjalani pembedahan perlu menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik atau aktivitas berat. Pada saat perawatan luka setelah operasi, usahakan agar luka tetap kering. Konsumsilah makanan yang mengandung protein agar untuk menunjang jaringan baru agar cepat terbentuk. 

Selain itu, luka perlu dibersihkan dengan cairan salin normal (seperti cairan infus atau air bersih). Gunakan antiseptik yang mengandung iodine. Luka mesti dibersihkan secara teratur jika kotor atau basah. 

Selain lewat prosedur pembedahan, ada pula cara lain untuk mengobati kista epidermoid, misalnya: 

  • Suntik obat untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan.

  • Membuat sayatan kecil pada kista, tujuannya untuk mengeluarkan isi di dalamnya. 

  • Terapi laser untuk mengecilkan kista.

Hal yang mesti diwaspadai, meski terbilang kista epidermoid terbilang nonkanker, tetapi sebaiknya jangan menganggap remeh masalah ini. Alasannya simpel, kista epidermoid juga bisa memicu berbagai komplikasi. Contohnya, peradangan pada area kista, infeksi ketika kista pecah akibat dipencet, hingga kista yang bisa tumbuh kembali. 

Sebelum memutuskan untuk mengobati kista, baik itu kista epidermoid atau kista lainnya, kamu bisa kok bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai metode yang sebaiknya dipilih. 

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Gejala Kista dan Cara  Simpel Mendiagnosisnya

Untuk mendiagnosis kista epidermoid, dokter akan menelisik lebih dalam dengan melihat karakteristik benjolan. Tak cuma itu, bila dokter mencurigai adanya kista epidermoid, dokter akan mengambil sampel jaringan atau cairan kista untuk diuji di laboratorium. Prosedur biopsi amat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis. 

Lalu, seperti apa sih karakteristik benjolan kista epidermoid yang akan diamati dokter?

  • Area di sekitar kista menjadi kemerahan dan bengkak ketika mengalami peradangan atau infeksi.

  • Muncul atau tampak komedo hitam pada puncak benjolan.

  • Keluarnya cairan kental berwarna kuning dan berbau tak sedap ketika kista pecah.

  • Benjolannya berukuran sebesar kelereng hinga bola pingpong.

  • Umumnya benjolan muncul di daerah wajah, tubuh bagian atas, atau leher.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. 
Healthline. Diakses pada November 2019. Epidermoid Cysts.