Bahaya, Ini 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Unggas

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bahaya-ini-4-penyakit-yang-bisa-ditularkan-unggas-halodoc

Halodoc, Jakarta – Membuka usaha peternakan memang bisa memberikan keuntungan finansial yang cukup signifikan. Apalagi sekarang ini bisnis restoran ayam atau bebek semakin meningkat. Namun, para pemilik unggas harus sadar bahwa ayam dan unggas lainnya yang diternakkan dapat membawa kuman yang bisa menjadi penyakit. Bila tidak dirawat dengan baik, unggas ternak bisa terkena penyakit kemudian menularkannya pada manusia. Berikut ini 4 penyakit yang bisa ditularkan unggas:

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

1. Flu Burung

Flu burung atau yang dikenal juga dengan nama latinnya avian influenza, adalah infeksi virus yang disebarkan oleh unggas. Salah satu jenis virus flu burung, H5N1 adalah jenis yang sangat mematikan, baik bagi burung maupun manusia. Virus ini bisa menyebar dengan cara melakukan kontak langsung dengan kotoran atau cairan unggas, menghirup udara yang mengandung virus, virus yang ada di udara atau air menempel di mata atau masuk ke mulut, dan juga akibat membersihkan daging unggas. 

Sementara itu, penularan melalui konsumsi daging unggas yang sudah dimasak sampai matang hampir tidak pernah terjadi. Virus ini juga sangat jarang ditularkan antar manusia. Gejala flu burung sangat bervariasi. Awalnya, gejala yang muncul mirip seperti sakit flu biasa, tetapi lama kelamaan bisa berkembang semakin parah menjadi gangguan pernapasan berat yang bisa berakibat fatal.

Baca juga: 10 Cara Cegah Penularan Flu Burung

2. Campylobacteriosis

Campylobacteriosis adalah infeksi bakteri yang bisa ditularkan unggas ke manusia bila mengonsumsi daging atau telur yang sudah terkontaminasi. Infeksi bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui air atau kotoran hewan yang terinfeksi. Sulit untuk memprediksi risiko Campylobacter pada unggas, karena rata-rata unggas yang terinfeksi bakteri ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Bila terinfeksi Campylobacter, seseorang biasanya akan mengalami diare, kram, sakit perut, dan demam 2–3 hari setelah terpapar bakteri. Campylobacter juga termasuk penyakit yang berbahaya, karena dapat menyebabkan infeksi serius yang mengancam jiwa, seperti sindrom Guillain-Barre pada bayi, orang tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

3. Penyakit E. coli

Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri yang sering ditemukan di lingkungan, makanan, usus manusia dan hewan, termasuk unggas. Meskipun sebagian besar E.coli tidak berbahaya, tetapi ada juga beberapa yang bisa menyebabkan penyakit. Beberapa jenis E.coli dapat menyebabkan diare, sedangkan yang lainnya dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, penyakit pernapasan dan pneumonia, serta penyakit lainnya. Jenis E.coli yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia bisa menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi atau melalui kotoran hewan yang terinfeksi.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terinfeksi E. Coli?

4. Salmonellosis

Penyakit lainnya yang bisa ditularkan oleh unggas adalah salmonellosis. Penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella ini bisa menyebar ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi (telur dan daging) atau melalui kotoran hewan yang terinfeksi. Unggas bisa terkena Salmonella dari lingkungan atau makanan yang dimakannya. Bakteri Salmonella bisa ditemukan di kotoran dan tubuh unggas yang terinfeksi (bulu, kaki, dan paruh). Meskipun biasanya bakteri ini tidak membuat burung menjadi sakit, tetapi Salmonella bisa menyebabkan penyakit yang serius pada manusia.

Itulah 4 penyakit yang bisa ditularkan oleh unggas. Karena itu, untuk melindungi diri dari penyakit, biasakanlah untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah bersentuhan dengan unggas atau kotorannya. Bila tidak ada air dan sabun, kamu bisa membersihkan tangan dengan pembersih berbahan dasar alkohol untuk sementara.

Bila kamu mengalami gejala salah satu penyakit di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan secepatnya. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Healthy Pets, Healthy People.