Bahayakah Tremor untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Bahayakah Tremor untuk Kesehatan?

Halodoc, Jakarta – Tremor atau tangan gemetar bisa dialami siapa saja. Kondisi ini sering muncul saat seseorang sedang memegang sesuatu, berusaha meraih benda yang jauh, menuang minuman, dan aktivitas lainnya. Sebenarnya kondisi ini adalah hal yang wajar dan jarang mengancam jiwa, tetapi tremor sebaiknya tidak dianggap sepele. Apalagi kalau tremor tidak hanya terjadi pada tangan, dan selalu muncul dalam jangka waktu panjang serta berulang. 

Gemetar atau tremor bisa terjadi pada tangan dan kepala, dan seringnya muncul saat sedang melakukan aktivitas tertentu. Selain itu, tremor juga bisa terjadi karena gangguan emosi, seperti rasa takut dan cemas berlebihan bisa menjadi salah satu penyebab tremor. Gemetar yang muncul karena adanya gangguan emosi disebut dengan tremor fisiologis, yaitu jenis tremor yang terjadi pada orang sehat dan tidak terlihat oleh mata. Tremor fisiologis juga bisa muncul akibat kelelahan fisik, demam, konsumsi kafein, hipoglikemia, serta hipertiroidisme.  

Gejala Tremor yang Harus Diwaspadai 

Meski jarang menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa, nyatanya ada beberapa gejala tremor yang wajib diwaspadai. Sebab, bisa jadi tremor yang muncul merupakan gejala dari penyakit tertentu, misalnya penyakit degeneratif seperti Parkinson. Gemetar karena kondisi ini biasanya terjadi secara berulang dan tanpa disengaja. Meski sering menyerang tangan dan kepala, tetapi tremor juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, seperti kaki, perut, bahkan gemetar pada suara yang dikeluarkan.  

Baca juga: Tangan Terus-menerus Gemetar? Mungkin Tremor Penyebabnya

Cari tahu lebih lanjut gejala tremor yang bisa menjadi tanda penyakit Parkinson dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar penyakit dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play. 

Meski jarang mengancam nyawa, tremor yang muncul bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang yang mengalami gemetar mungkin akan merasa kesulitan untuk menulis, menyetir, menggambar, atau sekadar menggenggam barang-barang kecil. Secara umum, tremor disebabkan oleh gangguan pada bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pergerakan otot. Gemetar bisa muncul begitu saja tanpa diketahui penyebabnya, tetapi pada beberapa kasus tremor bisa saja dipengaruhi oleh kondisi tubuh. 

Baca juga: Tremor saat Gugup, Wajarkah?

Tangan gemetar yang menetap atau terjadi secara berulang harus diwaspadai karena bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Tremor bisa menjadi tanda penyakit Parkinson, yaitu penyakit kronis yang mengganggu fungsi otak dan koordinasi gerakan tubuh. Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami tremor, bahkan saat sedang tidak melakukan apapun atau saat otot sedang tidak digunakan. Tremor akibat penyakit Parkinson cenderung akan berkurang saat pengidapnya melakukan gerakan.

Penyakit saraf yang satu ini bisa memburuk secara bertahap dan kemudian memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasi gerakan tubuh. Hal itu kemudian menyebabkan pengidapnya menjadi sulit untuk mengatur gerakan tubuh, pada kondisi tertentu gejala tremor pada pengidap Parkinson bisa menyebabkan kesulitan berbicara, berjalan, dan menulis. Penyakit ini berkembang dan dibagi ke dalam beberapa tahap atau stadium. Parkinson memiliki 5 tingkatan atau stadium tergantung pada tingkat keparahannya. 

Baca juga: Tubuh Sering Gemetar, Mungkin Pertanda Penyakit Serius

Selain penyakit Parkinson, tremor juga bisa berbahaya dan menjadi tanda dari kadar gula darah rendah, stroke, kerusakan sistem saraf tepi, serta tumor otak. Muncul gemetar juga bisa terjadi akibat keracunan zat tertentu, seperti merkuri atau karbon monoksida. Tremor juga bisa menjadi tanda kelebihan konsumsi alkohol dan kafein. Gemetar tremor juga bisa terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, kalau ini yang terjadi sebaiknya waspada dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, bisa jadi tremor merupakan tanda bahwa obat yang dikonsumsi tidak cocok dengan tubuh.