21 November 2018

Tubuh Sering Gemetar, Mungkin Pertanda Penyakit Serius

Tubuh Sering Gemetar, Mungkin Pertanda Penyakit Serius

Halodoc, Jakarta - Tubuh sering gemetar akibat gugup adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika kondisi tubuh gemetar atau tremor terjadi dalam intensitas yang sering? Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai penyakit dystonia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pada pergerakan otot, sehingga otot akan berkontraksi berulang-ulang tanpa disadari. Dystonia menyerang salah satu anggota tubuh (dystonia fokal), beberapa anggota tubuh (dystonia segmental), bahkan bisa menyerang seluruh tubuh (dystonia general). Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas seseorang sehingga diperlukan penanganan untuk mengatasi keluhan.

Penyebab Dystonia

Para ahli masih meneliti alasan tremor ini terjadi. Mereka meyakini bahwa dystonia adalah kondisi yang melibatkan perubahan komunikasi antara sel saraf pada beberapa bagian otak. Selain itu, aspek genetik diduga berperan pada beberapa jenis dystonia. Kondisi tubuh sering gemetar atau dystonia ini dapat muncul sebagai gejala dari suatu penyakit, yaitu:

  • Penyakit Parkinson.

  • Penyakit Huntington.

  • Penyakit Wilson.

  • Cedera otak traumatik.

  • Stroke.

  • Tumor otak.

  • Kekurangan oksigen atau keracunan karbon monoksida.

  • Infeksi, seperti tuberkulosis atau ensefalitis.

  • Reaksi terhadap pengobatan tertentu.

Gejala Dystonia

Gejala yang dapat terjadi jika seseorang mengidap penyakit ini adalah tubuh sering gemetar akibat kontraksi otot yang tidak disengaja. Kondisi ini dapat terjadi pada otot kepala, wajah, dan tubuh. Penyakit ini biasanya hadir dengan gejala awal yang ringan namun terus berkembang dan menjadi semakin parah. Perkembangan yang menjadi semakin parah biasanya dibutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Area otot yang paling sering terkena gangguan adalah otot leher. Leher mengalami kejang bahkan memiliki kecenderungan menggerakan leher ke samping atau dalam gerakan menyentak berulang kali. Jika dystonia berkembang menjadi lebih parah, atau pada tingkat tertinggi, maka gangguan otot ini memengaruhi area bahu, lengan, dan kaki.

Parahnya, kondisi ini dapat memengaruhi otot wajah sehingga membuat kelopak mata tertutup sepenuhnya sehingga menyebabkan kebutaan fungsional. Selain itu, gangguan otot ini dapat memengaruhi pita suara dan menyebabkan seseorang berbicara terlalu pelan tapi dalam kondisi yang tegang.

Sayangnya kebanyakan orang tidak menyadari serangan penyakit ini saat gejalanya masih ringan. Agar tidak menimbulkan masalah seperti kebutaan fungsional, cacat fisik, gangguan bicara dan nyeri, sebaiknya gejala awal tidak diabaikan.

Pengobatan Dystonia

Tubuh sering gemetar akibat dystonia adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan, beberapa langkah pengobatan hanya dapat mengurangi gejala dan tingkat keparahannya, di antaranya adalah:

  • Suntikan Botox (Botulinum Toxin): Botulinum toxin menghambat senyawa-senyawa penyebab kekakuan otot sehingga tidak mencapai target otot sasaran. Suntikan botulinum toxin dilakukan langsung pada area yang terkena. Pengobatan ini bertahan selama dua hingga tiga bulan sebelum dilakukan suntikan ulangan.

  • Obat-obatan: Obat-obatan yang diberikan akan membantu menghambat sinyal-sinyal di otak dalam merangsang kekakuan otot. Jenisnya adalah levodopa (untuk mengontrol gerakan motorik dan bisa diberikan pada pengidap penyakit Parkinson), obat antikolinergik (untuk menghambat kimia asetilkolin penyebab kejang otot), baclofen (untuk mengontrol kejang dan bisa diberikan pada pengidap lumpuh otak atau sklerosis ganda), diazepam (untuk menimbulkan efek relaksasi), tetrabenazine (untuk menghambat dopamin), dan clonazepam (untuk mengurangi gejala pergerakan otot yang berlebihan).

  • Fisioterapi: Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan terapi seperti fisioterapi, pijat, atau peregangan otot untuk meredakan nyeri otot, terapi bicara, terapi sensori untuk mengurangi kontraksi otot, hingga latihan pernapasan dan yoga.

  • Operasi: Apabila cara di atas tidak membuahkan hasil, maka operasi stimulasi otak dalam dan operasi denervasi selektif akan disarankan. Dalam operasi stimulasi otak, dokter menanamkan elektroda atau baterai pada otak dan menggabungkannya dengan listrik dalam tubuh untuk menghambat gejala dystonia. Sedangkan dalam operasi denervasi selektif, dokter memotong saraf penyebab kejang otot untuk menghentikan gejala secara permanen.

Jika suatu hari kamu atau orang terdekat mengalami tubuh sering gemetar atau tremor dan semakin buruk, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter di Halodoc. Diskusi dengan dokter menjadi lebih praktis melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Yuk, segera download  aplikasinya sekarang!

Baca juga: