Balita Juga Bisa Stres, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Balita Juga Bisa Stres, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - Stres adalah kondisi yang umum dialami oleh orang dewasa. Beberapa hal bisa menjadi penyebabnya, seperti pekerjaan yang menumpuk, atau yang lainnya. Namun, tahukah kamu bahwa stres juga bisa diidap oleh semua usia, bahkan balita? 

Dari sisi psikologis, stres pada balita dapat terjadi.  Hal ini bisa terjadi karena mereka belum belajar cara efektif untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi. Namun, berbeda dengan orang dewasa, penyebab stres balita jauh lebih sederhana. 

Baca Juga: Anak Batita Suka Merengek Ini Cara Mengatasinya

Hal yang Menyebabkan Balita Mengalami Stres dan Gejalanya

Ada banyak hal yang memicu seorang balita mengalami stres. Namun, masalah ini tersebut umumnya sederhana, misalnya lapar, bosan, kesepian, mengantuk atau karena mereka tidak bisa memenuhi keinginannya akibat keterbatasan mereka dalam komunikasi yang mungkin tidak dipahami orangtua. 

Karena para balita belum mengerti benar tentang sensasi menakutkan yang timbul sebagai respon stres ini, mereka jadi kesulitan menjelaskan yang mereka rasakan atau menggambarkan situasi tidak nyaman tersebut.  Akhirnya, mereka memperlihatkan apa yang dirasakan melalui perilaku. Nah, beberapa tanda yang mengisyaratkan balita tengah mengalami stres, antara lain: 

  • Menangis;

  • Sering merengek;

  • Mengompol;

  • Mengalami mimpi buruk hingga menyebabkan mengigau;

  • Takut kegelapan;

  • Perubahan emosi (terlihat sedih, lebih manja, menarik diri, atau marah);

  • Rewel, mudah tersinggung, atau merasa terganggu;

  • Mengamuk atau menunjukan ledakan amarah yang lebih besar dari biasanya;

  • Sulit tidur;

  • Suka menggigiti kuku dan mengisap jempol atau rambut.

Baca Juga: Mengapa Anak Cenderung Bersikap "Nakal" saat Ada Ibu?

Lantas, Bagaimana Menyikapi Balita yang Tengah Stres?

Jika anak menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan penanganan yang tepat. Terpenting adalah tidak memarahinya karena tidak membantunya berhenti bersikap janggal. Yang ada, dia hanya akan semakin stres. Beberapa langkah yang bisa orangtua lakukan, yaitu: 

  • Mengajari Anak Teknik Relaksasi. Saat anak sedang stres, orangtua mencoba mengontrol perilakunya agar anak lebih rileks. Beberapa caranya yaitu menarik napas secara berulang, mendengarkan musik, membacakan dongeng, mengajak jalan-jalan, atau mengajaknya menggambar dan mewarnai.

  • Menunjukkan Rasa Kasih Sayang. Faktanya sentuhan dan kenyamanan yang penuh kasih sayang adalah hal untuk meringankan stres. Kamu bisa memberikan pelukan pada anak agar bayi terasa aman dan nyaman. 

  • Buat Rutinitas. Penting untuk membiasakan melakukan rutinitas dengan terjadwal. Misalnya membuat waktu makan, waktu bermain, dan waktu tidur yang terjadwal agar memberikan rasa familiaritas pada anak dan menguatkan rasa aman pada diri mereka.

Baca Juga: Bingung Menghadapi Anak Cari Perhatian? Ini Solusinya

  • Jelaskan pada Anak Bahwa Stres adalah Hal yang Normal. Jika anak sudah cukup besar dan mengerti, ceritakan pada anak bahwa stres adalah hal yang normal. Hal ini bisa membuat anak mengerti bahwa tidak apa-apa untuk merasa takut, sedih, atau marah. Orangtua juga bisa memberi tahu mereka cara terbaik untuk mengatasi situasi-situasi tersebut. Dengan begini, mereka tidak akan merasa sendirian dalam menghadapi situasi-situasi menakutkan. 

  • Minta Anak untuk Bercerita. Penting untuk membuat suasana yang nyaman agar anak mau bercerita akan masalah yang tengah dihadapi. Orangtua bisa menanyakan kepada anak apa saja yang hari ini dia lihat, apa yang dia dengar, dan apa yang dia rasakan tentang kejadian-kejadian yang dialami. Jelaskan perlahan mengenai solusi yang sebaiknya bisa ia mengerti.