04 December 2018

Balita Mulai Aktif, Hindari Virus Penyebab Roseola

virus penyebab roseola

Halodoc, Jakarta - Gangguan roseola merupakan kondisi paling menular saat anak mulai kurang sehat, yaitu dari awal demam dan termasuk waktu sebelum ruam muncul. Sebagian besar anak-anak atau balita yang mengidapnya berarti telah melakukan kontak langsung dengan virus penyebab roseola ini pada saat usia mereka belum mencapai 3 tahun.

Hingga saat ini, cara menghindari atau mencegah roseola pada anak hanya bisa dilakukan dengan cara menjauhkan anak dari pengidap agar tidak tertular. Apabila Si Kecil mengidap gangguan roseola, lebih baik hentikanlah dulu seluruh aktivitas yang berada di luar rumah hingga gejalanya menghilang. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungannya.

Balita yang mengalami roseola biasanya dapat pulih setelah beristirahat dengan cukup. Ibu juga dapat membantu penyembuhannya dengan beberapa langkah di bawah ini.

  1. Beri Minum yang Cukup

Hal ini perlu dilakukan walaupun anak mungkin tidak merasa haus, yaitu untuk mencegah dehidrasi. Jika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, berikan ASI secara teratur setiap hari.

  1. Beristirahat di Ruangan yang Sejuk

Biarkan sang anak beristirahat dalam ruangan yang nyaman dengan temperatur rendah atau sejuk. Jika memungkinkan, ibu dapat membuka jendela kamar tidurnya agar ruangan tidak merasa pengap.

  1. Gunakan Obat Penurun Panas Jika Diperlukan

Berikan obat penurun panas jika ia demam. Namun, jangan memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan. Selain itu, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak di bawah usia 16 tahun, kecuali dengan resep dokter.

  1. Mandi dengan Air Hangat

Jangan biarkan sang anak mandi dengan air dingin selama sakit. Sebagai gantinya, mandikan dia dengan air hangat. Namun, jika tidak memungkinkan, sebaiknya Si Kecil dibersihkan tubuhnya dengan lap yang dibasahi air hangat.

Biasanya, roseola infantum dapat reda dengan sendirinya dalam jangka satu minggu. Meski begitu, ibu tetap perlu membawanya ke dokter jika dia mengalami demam tinggi dan kejang, ruam tidak hingga setelah tiga hari, sistem kekebalan tubuh melemah akibat mengidap penyakit serius, dan anak sedang menjalani pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi.

Gejala Roseola

Awal kemunculan roseola biasanya muncul setelah 1-2 minggu virus masuk ke dalam tubuh. Pada tahap awal, balita atau anak-anak yang terkena roseola akan mengalami demam, batuk disertai pilek, sakit tenggorokan, dan tidak nafsu makan. Gejala lain yang menyertai infeksi virus ini berupa pembesaran kelenjar di leher, diare ringan, dan pembengkakan pada kelopak mata.

Demam biasanya akan mereda dalam waktu 3-5 hari dan diikuti dengan munculnya ruam kulit berwarna merah muda. Ruam ini tidak terasa gatal dan awalnya muncul pada dada, perut, dan punggung. Lalu, ruam ini akan menyebar ke lengan, leher, dan wajah. Dalam waktu dua hari, ruam akan berangsur-angsur menghilang.

Roseola muncul dengan gejala yang menyerupai penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu, diagnosis penyakit ini akan sulit ditetapkan berdasarkan gejala awal. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk memeriksa ruam yang muncul. Jika dirasa perlu, tes darah akan dilakukan untuk melihat kadar antibodi terhadap roseola.

Roseola biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat dan sembuh sendiri dengan sempurna, serta jarang mengakibatkan komplikasi. Namun, demam yang naik dengan cepat dapat memicu munculnya kejang demam pada anak. Komplikasi serius, seperti radang otak dan pneumonia, dapat muncul pada anak dengan daya tahan tubuh rendah. Misalnya pada anak dengan gizi buruk atau baru menerima organ cangkok.

Nah, jika kamu melihat adanya gejala roseola terjadi pada Si Kecil, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: