Mitos atau Fakta, Bayi Pengidap Progeria Memiliki Usia Hidup yang Tidak Lama?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mitos atau Fakta, Bayi Pengidap Progeria Memiliki Usia Hidup yang Tidak Lama?

Halodoc, Jakarta - Progeria dikenal juga dengan sebutan sindrom progeria Hutchinson-Gilford (HGPS), yaitu sebuah kondisi genetika langka yang menyebabkan tubuh anak bertambah tua dengan cepat. Sebagian besar anak-anak yang mengidap sindrom ini tidak dapat hidup lebih dari usia 13 tahun. Penyakit ini dapat memengaruhi semua jenis kelamin dan semua ras secara merata.

Penyakit progeria disebabkan oleh kesalahan tunggal pada gen tertentu yang menyebabkan protein di tubuh mengalami abnormal. Ketika sel menggunakan protein ini atau progerin, zat ini dapat memecah lebih mudah dibanding yang normal. Seseorang yang mengidap progeria, di dalam tubuhnya terdapat banyak progerin yang membuat tubuhnya menjadi lebih cepat tua.

Progeria yang terjadi pada seseorang bukan sebuah penyakit yang dapat diwariskan atau diturunkan di dalam keluarga. Hal ini terjadi pada sekitar 1 dari tiap 4 juta kelahiran yang ada di seluruh dunia. Sekitar 134 anak diperkirakan mengidap progeria di seluruh dunia. Penyakit ini baru ditemukan pada 2003 dan pengobatannya masih dalam penelitian.

Baca Juga: Progeria Sebabkan Komplikasi 4 Penyakit Ini

Fakta-Fakta Penyakit Progeria

Terdapat beberapa fakta yang berhubungan dengan penyakit progeria, yaitu:

  1. Proses Penuaan yang Cepat

Salah satu fakta penyakit progeria adalah proses penuaan yang cepat. Progeria disebut juga dengan penyakit penuaan yang cepat, karena gejala yang khas dan sangat menyerupai proses penuaan. Gejala yang timbul adalah penurunan pertumbuhan, kehilangan lemak dan rambut tubuh, kulit keriput, sendi kaku, dislokasi pinggul, serta penyakit jantung.

Walau begitu, tidak semua gejala penuaan terlihat pada pengidap progeria. Umumnya, gejala-gejala seperti kanker, alzheimer, atau katarak tidak terjadi pada orang yang terserang sindrom tersebut. Walaupun tubuhnya mengalami penuaan, tetap saja pikirannya masih sebagai anak-anak.

  1. Risiko Terbesar Pengidap Progeria adalah Penyakit Jantung Progresif

Fakta lainnya tentang penyakit progeria adalah risiko pengidap sindrom tersebut, yaitu penyakit jantung progresif. Anak-anak yang mengidap penyakit ini juga memiliki risiko untuk mengalami stroke, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung. Selain itu, masalah pada kardiovaskular sering kali menjadi penyebab kematian untuk orang yang mengidap progeria.

  1. Harapan Hidup Pengidap Gangguan Progerin Terbilang Rendah

Seseorang yang mengidap penyakit progeria mempunyai harapan hidup yang rendah, dengan usia rata-rata kematian pada usia 13 tahun. Walau begitu, pengidap juga tetap dapat hidup hingga usia 20-an. Umumnya, kematian tersebut terjadi karena serangan jantung atau stroke. Saat ini, penelitian masih dilakukan untuk memperpanjang harapan hidup pengidapnya.

Baca Juga: Fakta tentang Penyakit Progeria yang Perlu Diketahui Orangtua

  1. Sindrom Tersebut Tidak Berdampak pada Kecerdasan

Penyakit progeria tidak menyebabkan dampak pada kecerdasan pengidapnya adalah salah satu fakta penyakit progeria. Anak-anak yang mengidap progeria dapat bersekolah layaknya anak lainnya, terkecuali terdapat kondisi lain. Umumnya, seorang anak yang terserang sindrom ini akan membutuhkan suatu hal yang berbeda, seperti diizinkan beristirahat ketika lelah dan makan ketika lapar.

  1. Penyakit Tersebut Tidak Menular

Fakta lainnya tentang penyakit progeria adalah penyakit tersebut tidak dapat menular ke orang lain. Hal tersebut karena progeria adalah penyakit genetik, bukan karena infeksi virus, bakteri, atau jamur. Jadi, kamu tidak dapat mengidap penyakit ini karena berdekatan dengan orang tersebut. Selain itu, orang dengan progeria memiliki kekebalan tubuh yang normal, jadi tidak perlu dilakukan pencegahan penyebaran penyakit.

Baca Juga: Inilah Penyebab dan Komplikasi Penyakit Progeria

Itulah fakta-fakta penyakit progeria yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal sindrom ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!