Bebas Ribet, Ini Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bebas Ribet, Ini Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Halodoc, Jakarta –  Bau ketiak disebabkan oleh bakteri yang hidup di sela ketiak yang memecah protein menjadi asam. Bau ini biasanya dialami ketika seseorang mencapai masa pubertas. Orang yang mengalami obesitas, mereka yang secara teratur makan-makanan pedas serta individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, lebih rentan mengalami bau ketiak.

Konsentrasi besar kelenjar apokrin hadir di ketiak, membuat daerah itu rentan terhadap perkembangan cepat bau badan. Mengonsumsi makanan tertentu dan menjaga kebersihan badan adalah salah satu upaya menghilangkan bau ketiak. Ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menghilangkan bau ketiak baca informasinya di sini!

Supaya Ketiak Tidak Bau

  1. Jaga Ketiak Tetap Bersih 

Cuci secara teratur menggunakan sabun anti-bakteri dan jumlah bakteri akan dijaga tetap rendah, sehingga bau badan lebih sedikit.

  1. Merawat Rambut Ketiak 

Ketika ketiak memiliki rambut dapat memperlambat penguapan keringat yang memberi bakteri lebih banyak waktu untuk memecahnya menjadi zat bau. Mencukur rambut ketiak secara teratur telah ditemukan untuk membantu mengendalikan bau badan di area tersebut. 

  1. Menggunakan Deodoran atau Antiperspiran

Deodoran membuat kulit lebih asam, sehingga bakteri lebih sulit berkembang. Antiperspiran menghambat kerja kelenjar yang berkeringat, sehingga mengurangi keringat. 

Mengendalikan Bau Badan

Mandi setidaknya sekali sehari dapat membantu membunuh bakteri yang ada di kulit. Jika cuaca sangat panas, pertimbangkan untuk mandi lebih sering dari sekali sehari. Jenis pakaian yang kamu kenakan juga dapat membantu mengendalikan bau badan. 

Baca juga: Kelenjar Getah Bening di Ketiak Apakah Berbahaya?

Serat alami memungkinkan kulit untuk bernapas dan menghasilkan penguapan keringat yang lebih baik. Serat buatan alami termasuk wol, sutra atau kapas. Pakailah kain yang longgar dan mudah bernapas terutama jika kamu banyak berkeringat. Ini akan membantu mendinginkan tubuh.

Kari, bawang putih, dan makanan pedas lainnya berpotensi membuat keringat beberapa orang lebih pedas. Beberapa ahli percaya diet tinggi daging merah juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan bau badan yang lebih cepat. 

Sebenarnya reaksi stres dapat menyebabkan kelenjar keringat memproduksi keringat. Karenanya, manajemen stres dan teknik pengurangan kecemasan dapat membantu tubuh merespons reaksi stres dan meminimalkan produksi keringat. 

Baca juga: Harus Tahu, 4 Cara Ampuh Hilangkan Bau Ketiak

Bagaimana memaksimalkan penggunaan deodoran atau pengharum tubuh supaya melekat lebih lama?

  1. Terapkan ke Titik Nadi

Ini akan membuat aroma tercampur secara alami dengan kimia tubuh. Saat tubuh memanas, aroma akan diaktifkan dan dilepaskan. Tahan keinginan untuk mengoleskan aroma ke kulit.

  1. Gunakan Versi Roll-On

Rollerball adalah cara yang bagus untuk mendapatkan aroma tepat di tempat yang kamu inginkan tanpa penyemprotan berlebih. Ini juga lebih terjangkau daripada versi botol parfum atau cologne favorit.

  1. Semprotkan ke Sikat Rambut

Untuk menambahkan pewangi yang tahan sepanjang hari, semprotkan sikat rambut dengan aroma favorit sebelum menyikat rambut kering.

  1. Mengeringkan Keringat

Mengeringkan keringat dapat menjadi salah satu upaya untuk menghilangkan bau ketiak. Kamu bisa melakukannya dengan cara mengusapkan keringat dengan tisu atau handuk. Kamu juga bisa menepuk-nepuk area tubuh, seperti ketiak dengan bedak supaya keringat menyerap dan tidak menimbulkan bau. 

Kalau kamu butuh informasi lebih jelas mengenai hal ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Do Armpit Detoxes Work?
Healthline. Diakses pada 2019. How to Smell Good All Day.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What’s to know about body odor?