08 February 2019

Beda Gagal Jantung dan Gagal Jantung Kongestif

Beda Gagal Jantung dan Gagal Jantung Kongestif

Halodoc, Jakarta - Selama ini orang awam mungkin mengira gagal jantung adalah kondisi saat jantung tidak mampu lagi berdetak, sehingga jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian.

Gagal jantung dalam dunia medis adalah kondisi saat jantung tidak lagi mampu memompa darah memenuhi kuota darah normal yang dibutuhkan tubuh bisa bekerja secara normal. Gagal jantung adalah istilah umum untuk menyebut gagal jantung kongestif, yakni kondisi saat otot jantung menjadi lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Gejala Gagal Jantung Kongestif

Seseorang yang mengalami kondisi ini tidak mengalami gejala yang berarti. Namun lambat laun gejala berdampak kepada kondisi kesehatan tubuh. Setidaknya ada tiga tahapan gejala yang dilihat pada seorang pengidap gagal jantung kongestif. Pertama adalah gejala tahap awal. Pada tahap ini, gejala yang dialami oleh pengidap gagal jantung sebagai berikut:

  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki.

  • Mudah lelah, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.

  • Kenaikan berat badan yang signifikan.

  • Makin sering ingin buang air kecil, terutama saat malam hari.

Tahap selanjutnya, kondisi semakin memburuk dan memunculkan beberapa gejala berikut:

  • Denyut jantung tidak teratur.

  • Batuk-batuk karena pembengkakan paru.

  • Napas berbunyi mengi.

  • Sesak napas karena paru-paru dipenuhi cairan. Sesak juga muncul ketika melakukan aktivitas fisik ringan atau ketika sedang berbaring.

  • Sulit beraktivitas karena setiap kali melakukan aktivitas fisik ringan, tubuh akan merasa lelah.

Baca Juga: Terlalu Lelah, Hati-Hati Gagal Jantung

Selanjutnya, gagal jantung kongestif bisa dikatakan parah, apabila pengidap mengalami gejala berupa:

  • Menjalarnya rasa nyeri di dada melalui tubuh bagian atas, kondisi ini bisa juga menandakan adanya serangan jantung.

  • Kulit menjadi kebiru-biruan, karena paru-paru mengalami kekurangan oksigen.

  • Tarikan napas yang pendek dan cepat.

  • Pingsan.

Pada kondisi gagal jantung kongestif berat, gejala dirasakan bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Pada tahap ini, pengidap gagal jantung kongestif akan mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pengobatan Gagal Jantung Kongestif

Penyakit gagal jantung kongestif harus diatasi berdasarkan penyebabnya. Misalnya, apabila penyebab gagal jantung adalah adanya masalah di katup jantung, maka operasi penggantian katup jantung wajib dilakukan. Beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah cairan dalam tubuh atau membantu kontraksi jantung lebih baik.

Obat golongan diuretik membantu mengurangi jumlah produksi cairan di tubuh. Implant pacemaker dan defibrillator dapat digunakan dalam beberapa kasus. Transplantasi jantung adalah pilihan bagi pasien yang tidak memiliki metode pengobatan efektif seperti disebut di atas.

Pencegahan Gagal Jantung

Bagi kamu yang belum dan tidak ingin mengalami gagal jantung, sebaiknya lakukan langkah pencegahan, seperti:

  • Konsumsi makanan sehat dan membatasi asupan garam, lemak, dan gula. Kamu wajib makan makanan sehat seperti buah dan sayur, makanan berprotein tinggi (misalnya ikan, daging, atau kacang), makanan yang mengandung zat tepung (misalnya beras, kentang, atau roti), dan makanan yang terbuat dari bahan susu atau bahan olahan susu.

  • Menjaga berat badan dengan berolahraga secara rutin.

  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman keras.

  • Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat.

Baca Juga: Diet Vegetarian Efektif Cegah Gagal Jantung

Punya keluhan kesehatan di jantung? Jangan tunda untuk ke dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!