• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Bedanya Kanker Kulit Melanoma dan Karsinoma 

Catat, Ini Bedanya Kanker Kulit Melanoma dan Karsinoma 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orang yang mendengar kata “kanker” umumnya merasa ngeri. Alasannya jelas, penyakit ini tergolong ganas, hingga bisa mengancam nyawa. Nah,  dari banyaknya jenis kanker, kanker kulit merupakan salah satu kanker yang umum terjadi. 

Kanker kulit sendiri terbagi menjadi dua, yaitu melanoma dan non-melanoma (karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.  Melanoma ini merupakan kanker kulit yang paling ganas, yang menyerang melanosit yang memberi warna pada kulit kita. Kanker jenis ini paling banyak disebabkan oleh sinar matahari dan sisanya karena faktor genetik. 

Lantas, apa sih perbedaan kanker melanoma dan karsinoma sel basal?

Baca juga: Kenali 9 Gejala Kanker Kulit yang Jarang Disadari

Kenali Melanoma atau Tahi Lalat

Kanker melanoma dapat kita deteksi dengan cara mudah. Misalny, melihat ada tidaknya tahi lalat yang tak normal pada tubuh. Caranya dengan menggunakan metode ABCD: asimetris, border, colour, dan diameter. 

Gejala kanker ini seringkali ditandai dengan munculnya tahi lalat baru atau perubahan tahi lalat yang lama. Bentuk tahi lalat normal biasanya satu warna, berbentuk bulat atau normal, dan berdiameter kurang dari enam milimeter. Sedangkan melanoma lain lagi ceritanya. 

Hal yang perlu diingat, meski tahi bisa berubah karena satu dan lain hal, tetapi ada beberapa tanda yang mesti kita waspadai. Misalnya, tahi lalat baru yang muncul setelah usia 30 tahun. Pasalnya, seharusnya di usia tersebut tidak muncul tahi lalat baru. 

Menurut ahli dari Fox Chase Cancer Center, Amerika Serikat (AS), kebanyakan kanker kulit melanoma muncul dari kulit yang tadinya normal, hanya 28 persen yang berkembang dari tahi lalat yang sudah ada. 

Baca juga: Ketahui Komplikasi yang Diakibatkan Melanoma pada Mata

Amati dengan “Rumus” ABCDE

Bila ditelisik secara saksama, tahi lalat normal cenderung berbeda dengan tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma. Tahi lalat normal biasanya memiliki satu warna, bulat atau oval, dan berdiameter kurang dari enam milimeter. 

Nah, untuk mempermudah mengenali tahi lalat yang menjadi ciri kanker melanoma, para ahli menerapkan “rumus” ABCDE. 

  • A (asymmetrical)

Artinya, kanker kulit melanoma memiliki bentuk tidak beraturan, tak bisa dibagi dua sama rata alias asimetris.

  • B (border)

Border atau pinggiran ini berarti pinggiran melanoma tidak rata dan kasar. 

  • C (colour)

Warna melanoma biasanya terdiri dari campuran dua atau tiga warna. 

  • D (diameter)

Ukuran diameter melanoma biasanya lebih dari enam milimeter. 

  • (enlargement/evolution)

Artinya, tahi lalat yang berubah bentuk dan ukuran setelah beberapa lama, biasanya akan menjadi melanoma. 

Karsinoma Sel Basal dan Benjolan

Karsinoma sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit yang ditandai dengan adanya benjolan. Benjolan ini mudah berdarah dan bisa bertambah besar tiap tahunnya. Umumnya benjolan yang muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari ini tak terasa sakit. 

Hati-hati, andaikan kondisi ini tak ditangani dengan tepat, kanker kulit ini bisa memicu berbagai komplikasi dan menyebar ke organ lainnya. Mulai dari tulang, hingga pembuluh darah. 

Baca juga: 8 Faktor Risiko Seseorang Terkena Karsinoma Sel Basal 

Beragam Gejala yang Muncul

Pengidap kanker kulit jenis ini bisa mengalami beberapa gejala seperti: 

  1. Pertumbuhan kulit berupa benjolan yang terdapat pembuluh darah di dalamnya.

  2. Benjolan ini tak terasa sakit, tetapi mudah berdarah.

  3. Berwarna merah muda, cokelat, atau hitam.

Penampakan benjolan dapat berbeda pada tiap orang, misalnya: 

  1. Ruam datar, bersisik, dan kemerahan.

  2. Lesi seperti luka goresan, berwarna putih, lembut, dan tanpa tepi luka yang jelas. 

Gejala-gejala karsinoma sel basal di atas kebanyakan muncul di area-area tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Contohnya, wajah, leher, dan tangan. Meski begitu, kanker kulit ini juga bisa terjadi di area tubuh lainnya seperti payudara, meski tergolong jarang. 

Dari Sinar Matahari sampai Racun

Selain hal-hal di atas, kita juga mesti mewaspadai faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti: 

  • Terkena paparan sinar matahari yang sering dan lama.

  • Memiliki penyakit keturunan yang berisiko menyebabkan kanker kulit, seperti nevoid basal cell carcinoma syndrome.

  • Menggunakan obat imunosupresif.

  • Pernah menjalani terapi radiasi (radioterapi).

  • Sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari.

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Riwayat anggota keluarga pernah mengidap karsinoma sel basal.

  • Terpapar racun arsenik.

Mau tahu lebih jauh mengenai kanker kulit? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat dan voice/video call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Skin Cancers.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Melanoma.