19 February 2019

Begini Cara Diagnosis Trombositopenia

Begini Cara Diagnosis Trombositopenia

Halodoc, Jakarta – Trombositopenia terjadi saat jumlah trombosit dalam tubuh mengalami penurunan. Kondisi ini kemudian menyebabkan jumlah trombosit di bawah batas minimal. Dalam keadaan normal, nilai trombosit dalam tubuh adalah sekitar 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah. Artinya, seseorang dikatakan mengalami trombositopenia jika memiliki jumlah trombosit di bawah 150.000 per mikroliter.

Di dalam tubuh manusia, trombosit memiliki fungsi yang terbilang penting. Trombosit dibutuhkan untuk membantu proses pembekuan darah, sehingga menghindari terjadinya perdarahan yang hebat. Kondisi ini harus sangat diwaspadai, terutama pada wanita yang sedang hamil. Sebab, trombositopenia seringnya muncul tanpa menyebabkan gejala apa pun. Ini membuat gangguan ini sering terlambat disadari serta memicu kondisi yang bisa berbahaya dan mengancam nyawa.

Meski begitu, terkadang ada beberapa gejala yang muncul sebagai tanda adanya penurunan trombosit dalam tubuh. Gejala yang muncul biasanya beragam, mulai dari keluarnya darah pada urine atau tinja, mudah merasa lelah, keluarnya darah secara berlebihan saat menstruasi, memar-memar pada tubuh, penyakit kuning, pembengkakan limpa, serta muncul bintik merah keunguan pada kulit.

Baca juga: Darah Berlebihan Saat Menstruasi, Benarkah Gejala Trombositopenia?

Kabar buruknya, rendahnya jumlah trombosit ternyata juga bisa terjadi pada wanita yang tengah hamil. Trombositopenia pada ibu hamil kebanyakan terjadi karena trombositopenia gestasional, yaitu trombositopenia yang terjadi pada kehamilan normal. Kondisi ini diduga berkaitan dengan peningkatan volume plasma darah, penumpukan trombosit di plasenta, penggunaan trombosit oleh plasenta, serta perubahan fisiologis lainnya dalam kehamilan.

Mendiagnosis Penyakit Trombositopenia

Dalam beberapa kasus, trombositopenia sering muncul tanpa menunjukkan gejala apa pun. Tapi, ada satu gejala utama yang mungkin muncul, yaitu perdarahan. Gejala ini bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, contohnya mimisan, gusi berdarah, hingga keluarnya darah dari luka di tubuh.

Selain itu, penyakit ini juga mungkin memicu gejala berupa mudah merasa lelah, keluarnya darah pada urine atau tinja, hingga menstruasi yang menyebabkan darah keluar secara berlebihan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan munculnya memar-memar pada tubuh, pembengkakan limfa, hingga bintik-bintik merah keunguan pada kulit.

Baca juga: 7 Makanan untuk Meningkatkan Jumlah Trombosit

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui apakah tanda yang muncul terjadi karena trombositopenia atau bukan. Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan memulai dengan menanyakan gejala yang dialami sambil memeriksa kondisi fisik secara menyeluruh.

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk melihat memar-memar atau bintik-bintik yang muncul pada permukaan kulit. Jika gejala yang muncul mengarah pada trombositopenia, pemeriksaan lebih lanjut akan dianjurkan, terutama pemeriksaan untuk mengetahui jumlah trombosit dalam darah.

Selain pemeriksaan tersebut, orang yang diduga mengalami trombositopenia mungkin akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Di antaranya:

1. Pemeriksaan Hapusan Darah

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat struktur dan kondisi sel-sel di dalam darah. Pada pemeriksaan hapusan darah, alat bantu yang digunakan untuk memeriksa darah adalah mikroskop.

2. Pemeriksaan Sumsum Tulang Belakang

Selain pemeriksaan hapusan darah, sumsum tulang belakang juga akan dipantau kondisinya. Tujuannya untuk melihat jumlah serta kondisi sel darah yang ada pada bagian tersebut.

Baca juga: Cara Mendeteksi Gejala Trombositopenia pada Ibu Hamil

Jika merasa mengalami gejala penyakit ini, segera lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui gejala yang muncul merupakan tanda trombositopenia atau bukan. Atau jika ragu, pakai aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips dan rekomendasi menjaga kehamilan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!