23 November 2018

Darah Berlebihan Saat Menstruasi, Benarkah Gejala Trombositopenia?

gejala trombositopenia, gangguan darah, gusi berdarah

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mengalami menstruasi yang berlangsung lama atau dengan kuantitas darah yang berlebihan, mungkin kamu perlu mencurigai adanya indikasi trombositopenia. Kekurangan trombosit atau yang lebih dikenal dengan istilah trombositopenia adalah istilah medis yang digunakan untuk penurunan jumlah trombosit di bawah batas minimal. Nilai trombosit yang normal adalah 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah.

Trombosit atau yang juga disebut sebagai platelet (keping darah) memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia, yaitu untuk membantu proses pembekuan darah. Dengan begitu, perdarahan berlebihan pun tidak akan terjadi.

Perlu diketahui bahwa trombositopenia dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pengidapnya lebih rentan mengalami perdarahan. Meski jarang terjadi, trombositopenia yang tidak ditangani dapat memicu perdarahan dalam yang bisa berakibat fatal (misalnya perdarahan otak). Terutama, jika jumlah trombosit pengidap berada di bawah angka 10.000 per mikroliter darah.

Gejala saat Terjadi Trombositopenia

Trombositopenia terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun. Apabila ada, gejala utamanya adalah perdarahan. Indikasi tersebut dapat terjadi di luar maupun di dalam tubuh, dan malah sulit dihentikan. Contohnya adalah mimisan, gusi berdarah, menstruasi yang berlebihan, dan luka yang terus berdarah. Gejala-gejala lain yang mungkin terjadi bisa berupa:

  • Kelelahan.

  • Darah pada urine atau tinja.

  • Menstruasi dengan volume darah yang berlebihan.

  • Memar-memar pada tubuh.

  • Bintik-bintik merah keunguan pada kulit, terutama bagian kaki.

  • Pembengkakan pada limpa.

  • Sakit kuning.

Diagnosis Trombositopenia

Proses diagnosis trombositopenia akan diawali dengan dokter menanyakan gejala-gejala yang dialami, sekaligus memeriksa kondisi fisik pengidap. Misalnya memar-memar atau bintik-bintik merah pada kulit. Jika terdapat dugaan trombositopenia, biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan darah. Lewat pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui jumlah trombosit dalam darah.

Jumlah trombosit di bawah 150.000 akan mengindikasikan bahwa pasien mengidap trombositopenia. Jika jumlah trombosit menurun hingga di bawah 50.000, pengidap berpotensi mengalami perdarahan. Dokter mungkin akan menyarankan beberapa pemeriksaan tambahan seperti:

  • Pemeriksaan hapusan darah. Pada pemeriksaan ini, darah akan diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur dan kondisi sel-sel di dalam darah.

  • Pemeriksaan sumsum tulang belakang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat jumlah serta kondisi sel darah yang ada di dalam sumsum tulang.

Langkah Pengobatan Trombositopenia

Tidak semua pengidap trombositopenia membutuhkan penanganan khusus. Kondisi trombositopenia yang ringan cenderung tidak menimbulkan gejala dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, lain halnya dengan pengidap trombositopenia yang parah atau kronis. Metode pengobatan yang akan mereka jalani tergantung pada 2 hal, yaitu penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Pengobatan trombositopenia seperti ini dapat dilakukan dengan:

  • Mengatasi penyebab dasar terjadinya trombositopenia. Jika trombositopenia disebabkan oleh efek samping suatu obat, pengidap harus berhenti meminum atau mengganti obat yang memicu kondisi ini.

  • Penggunaan kortikosteroid agar sistem kekebalan tubuh berhenti menyerang dan menghancurkan trombosit.

  • Transfusi darah, khususnya untuk kondisi darurat.

  • Penggunaan obat-obatan untuk meningkatkan jumlah trombosit pengidap.

  • Operasi pengangkatan organ limpa. Langkah ini akan dianjurkan ketika penanganan lain terbukti tidak efektif.

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera lakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai penyakit trombositopenia. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: