• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Paranoid

Begini Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian paranoid merupakan salah satu jenis gangguan mental yang memengaruhi pola pikir, fungsi, dan perilaku pengidapnya. Mereka cenderung mengalami kesulitan memahami dan berhubungan dengan situasi tertentu dan orang lain. Akibatnya, pengidap akan memiliki rasa curiga dan tidak percaya yang berlebihan terhadap orang lain.

Sejumlah gejala yang nampak adalah ketidakmauan untuk bercerita pada orang lain, sering menyimpan dendam, serta meyakini bahwa semua orang atau situasi selalu mengancam dan merendahkan dirinya. Karena pola pikir yang ia bentuk tersebut, pengidap akan mudah sekali marah, sehingga sulit dalam menjalani kegiatan sosial, kerja, atau sekolah. Lantas, adakah langkah mencegah gangguan kepribadian paranoid?

Baca juga: Ini Beberapa Tanda Gangguan Kepribadian Paranoid

Langkah Mencegah Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid dapat berkembang menjadi delusi jika pemikiran dan keyakinan yang tidak rasional dipertahankan terus-menerus. Akibatnya, tidak akan ada orang yang dapat meyakinkan kamu jika apa pun yang kamu pikirkan bukanlah hal yang benar. Lantas, adakah cara untuk mencegah gangguan kepribadian paranoid?

Paranoid sendiri merupakan gangguan kepribadian yang bisa terjadi pada siapa saja, dan berapapun usia mereka. Hingga kini, belum ada langkah yang mampu mencegah gangguan kepribadian, karena penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat meningkatkan seseorang untuk mengalami gangguan ini.

Penting untuk diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor pemicu sekaligus bukan berarti kamu mengalami gangguan kepribadian paranoid, ya! Untuk mendiagnosis secara pasti, kamu harus menemui psikiater di rumah sakit terdekat untuk menjalankan sejumlah pemeriksaan. Dalam kasus tertentu, seseorang bisa saja mengalami gangguan ini tanda adanya satu faktor risiko pun.

Baca juga: Trauma Masa Kecil Sebabkan Gangguan Kepribadian Paranoid

Bagaimana Mendiagnosis dan Mengatasi Paranoid?

Langkah diagnosis dapat dilakukan jika sejumlah gejala gangguan kepribadian paranoid muncul. Gejalanya sendiri dapat dikenali dari melihat tingkah laku sehari-hari pengidapnya. Dalam mengetahui gejala, orang terdekat yang harus mengamatinya, karena pengidap gangguan ini sering kali tidak menyadari jika perilakunya bukanlah hal yang wajar. Berikut gejala yang perlu diperhatikan:

  • Curiga orang lain memiliki niat jahat padanya.
  • Yakin bahwa mereka akan manfaatkan oleh orang lain.
  • Meragukan kesetiaan atau kepercayaan orang lain.
  • Tidak mau bercerita pada orang lain, karena takut disebar luaskan.
  • Tidak dapat memaafkan.
  • Selalu menyimpan dendam.
  • Tidak bisa menerima kritik dan saran.
  • Tidak dapat bekerja sama dengan orang lain.
  • Cepat sekali malah atau tersulut emosi.
  • Memiliki kecurigaan berulang tanpa alasan.
  • Menjauh dari interaksi sosial.
  • Keras kepala dan argumentatif.

Baca juga: Bisakah Sering Takut Gagal Dianggap sebagai Paranoid?

Saat ditemukan sejumlah gejalanya, proses diagnosis akan dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Berkaitan dengan hal tersebut, orangtua atau keluarga terdekat berperan penting dalam membantu pengidap dalam hal menjalankan pengobatan. Biasanya, pengidap tidak mau mencari bantuan ahli sebelum gejala yang dirasakan mengganggu hidupnya.

Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan tentang pengalaman masa lalu pengidap, serta hubunganya dengan orang lain. Dokter juga akan bertanya bagaimana pengidap menanggapi situasi yang dibayangkan. Proses diskusi ini berguna untuk mengukur sejauh mana pengidap bereaksi terhadap situasi yang menimpanya.

Setelah mendapat penjelasan secara rinci, tahap selanjutnya adalah mendiagnosis dan menyusun rencana perawatan. Proses pengobatannya sendiri biasanya dilakukan dengan psikoterapi jangka panjang guna membantu pengidap berkomunikasi dengan orang lain dalam situasi sosial, serta membantu mengurangi perasaan-perasaan yang tidak benar saat timbulnya gejala.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psych Central. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.