Begini Cara Mengobati Mata Merah Akibat Episkleritis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Cara Mengobati Mata Merah Akibat Episkleritis

Halodoc, Jakarta - Episkleritis adalah peradangan pada mata, tepatnya di antara jaringan sklera dan konjungtiva, yang menyebabkan mata terlihat berwarna merah. Sklera merupakan bagian putih dari bola mata, sedangkan konjungtiva adalah lapisan yang menutupinya. Peradangan yang terjadi akibat episkleritis ini membuat mata mengalami iritasi dan terasa tidak nyaman. Meski jarang berujung pada kondisi serius, adakah cara untuk mengobati mata merah karena episkleritis?

Sebelum membahas mengenai cara pengobatannya, mari bahas sedikit tentang gejala dan penyebab dari penyakit mata yang satu ini. Gejala episkleritis biasanya muncul dalam waktu cepat, yang diawali dengan mata merah. Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata atau keduanya. Terdapat 2 jenis episkleritis, yaitu episkleritis sederhana dan nodular.

Baca juga: Ada Bercak Merah pada Mata, Waspada Episkleritis

Episkleritis sederhana adalah jenis yang paling banyak terjadi, dengan gejala berupa mata terlihat merah pada satu bagian atau terkadang di seluruh mata, dan menyebabkan sedikit tidak nyaman. Sedangkan pada episkleritis nodular, terdapat benjolan yang meradang di sekeliling pembuluh darah yang tersebar. Biasanya episkleritis nodular terjadi pada satu mata dan mengakibatkan pengidapnya merasa lebih tidak nyaman dibanding ketika mengalami episkleritis sederhana.

Selain mata merah, gejala lain dari episkleritis adalah:

  • Mata terasa lunak dan berair.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya terang.
  • Mata terasa panas dan seperti berpasir.
  • Terkadang bagian putih mata terlihat berwarna biru atau ungu.

Apa Penyebab dan Komplikasi yang Mengintai?

Episkleritis terjadi saat terdapat peradangan pada jaringan di antara sklera dan konjungtiva. Kondisi ini bermula dari pembuluh darah kecil lalu menjalar hingga ke permukaan mata. Sejauh ini, belum diketahui pemicu atau penyebab episkleritis (idiopatik). Namun, banyak pengidap kondisi ini yang juga mengidap penyakit peradangan lainnya, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn.

Baca juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Sementara itu terkait komplikasinya, sebenarnya episkleritis tergolong jarang menimbulkan kondisi serius dalam jangka panjang. Satu hal yang mengganggu adalah penyakit ini bisa saja muncul kembali dalam waktu beberapa bulan setelah sembuh. Jika kondisi ini kambuh, dokter dapat memeriksa kemungkinan adanya penyakit peradangan yang menyertai episkleritis.

Ini Cara Pengobatan untuk Episkleritis

Sebenarnya, episkleritis dapat pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan obat. Terutama jika gejala yang dialami tergolong ringan. Untuk mempercepat pemulihan, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan pengidap secara mandiri, yaitu:

  • Menggunakan kompres dingin pada mata saat mata tertutup.
  • Memakai obat tetes mata berisi air mata buatan.
  • Mengenakan kacamata saat berada di luar untuk melindungi mata dari cahaya terang.

Episkleritis dapat pulih dalam waktu 7-10 hari, meski dalam kasus episkleritis nodular dibutuhkan waktu lebih lama. Jika episkleritis belum pulih dalam jangka waktu tersebut atau bahkan semakin memburuk, dokter perlu menyelidiki lebih lanjut tentang kemungkinan terjadinya skleritis (peradangan jaringan sklera) pada pengidap.

Baca juga: 4 Penyebab Iritasi Mata Berbahaya

Itulah sedikit penjelasan tentang episkleritis, gejala, penyebab, dan cara pengobatan yang dapat dilakukan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!