07 February 2019

Ada Bercak Merah pada Mata, Waspada Episkleritis

Ada Bercak Merah pada Mata, Waspada Episkleritis

Halodoc, Jakarta - Episkleritis adalah sebuah gangguan radang akut pada episklera, yaitu jaringan tipis antara konjungtiva dan sklera putih. Peradangan yang terjadi ini membuat mata terlihat merah dan teriritasi. Episkleritis umumnya terlihat seperti mata merah muda, tetapi tidak menyebabkan keluar cairan dari mata. Gangguan ini dapat hilang dengan sendirinya.

Ketika pembuluh darah kecil pada episclera mengalami iritasi atau peradangan, mata kamu akan terlihat memerah. Umumnya, hal ini terjadi pada satu mata, tetapi dapat juga memengaruhi kedua mata. Terdapat dua jenis dari episkleritis yang dapat terjadi pada seseorang, yaitu:

  1. Episkleritis Sederhana. Ini adalah hal yang paling umum terjadi dan memiliki dua subtipe. Pertama sektoral, yaitu kemerahan terjadi pada sebagian mata. Kedua membaur, yaitu kemerahan muncul pada semua bagian mata.

  2. Episkleritis Nodular. Kondisi ini terjadi ketika terdapat benjolan kecil atau bintil pada mata kamu. Hal ini cenderung menyebabkan ketidaknyamanan, terutama ketika beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Penyebab Episkleritis

Sejauh ini, belum diketahui secara persis apa yang menyebabkan gangguan pada mata tersebut. Karena pada kebanyakan kasus, belum ada penyebab yang spesifik yang dapat ditemukan. Sekitar sepertiga orang yang mengidap gangguan tersebut mengalami kondisi yang dapat memengaruhi seluruh tubuhnya, seperti:

  • Radang sendi.

  • Penyakit radang usus.

  • Lupus.

  • Penyakit Chron.

  • Rosacea.

  • Penyakit pembuluh darah kolagen.

Penyebab lainnya, yaitu:

  • Obat-obatan, seperti topiramate dan pamidronate.

  • Cedera.

Selain itu, faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit ini adalah:

  • Wanita sedikit lebih berisiko mengalami episkleritis dibandingkan dengan pria.

  • Penyakit ini lebih umum terjadi pada orang yang telah dewasa dengan rentang usia antara 40 hingga 50 tahun. Walau begitu, hal tersebut juga dapat menyerang anak-anak.

  • Infeksi yang disebabkan oleh jenis bakteri, jamur, atau virus tertentu dapat menyebabkan hal tersebut.

  • Meski sangat jarang terjadi, kanker juga dapat menyebabkan episkleritis, karena berhubungan dengan leukimia sel T dan limfoma Hodgkin.

Baca Juga: 4 Penyebab Iritasi Mata Berbahaya

Gejala Episkleritis

Satu-satunya gejala yang umum terjadi pada seseorang yang mengidap episkleritis adalah mata memerah. Meski begitu, gejala-gejala lainnya juga dapat terjadi, seperti mata terasa terbakar atau iritasi, dan sensitif terhadap cahaya.

Selain itu, episkleritis tidak menyebabkan rasa sakit. Namun, apabila mata kamu terasa sakit, mungkin kamu mengidap kelainan yang lain. Gangguan tersebut juga tidak memengaruhi penglihatan kamu atau menyebabkan kerusakan permanen pada mata seseorang.

Lalu, apabila kamu pernah mengidap hal tersebut sebelumnya, gangguan tersebut dapat terjadi kembali. Episkleritis dapat berpindah dari satu mata ke mata yang lain, tetapi umumnya hanya terjadi pada mata yang sama. Apabila kamu mengalaminya pada kedua mata, mungkin saja hal tersebut akan terjadi kembali.

Baca Juga: Mata Merah, Jangan Biarkan Berlama-lama!

Pengobatan Episkleritis

Umumnya, gangguan tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu hingga 10 hari. Dokter mata mungkin akan memberikan obat tetes mata untuk menenangkan iritasi dan kemerahan. Dokter juga akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSIAD), seperti ibuprofen. Obat tersebut dapat berupa pil atau krim yang dapat meredakan peradangan yang terjadi.

Ketika di rumah, kamu dapat melakukan kompres dingin yang dapat membantu untuk meredakan iritasi. Di samping itu, episkleritis nodular dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, mungkin akan butuh waktu lebih lama dan akan terasa tidak nyaman pada mata. Apabila hal tersebut dirasa bertambah parah, coba lakukan tes laboratorium untuk memeriksa apakah terdapat gangguan medis lainnya.

Itulah pembahasan tentang penyakit mata episkleritis. Jika kamu mempunyai gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!