• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Fase Menstruasi saat Perimenopause Berubah

Begini Fase Menstruasi saat Perimenopause Berubah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Perimenopause merupakan masa yang terjadi sebagai periode transisi sebelum seorang wanita memasuki menopause, yaitu akhir dari siklus menstruasi. Dengan kata lain, wanita yang sudah masuk masa menopause tidak akan lagi mengalami menstruasi. Sebelum benar-benar memasuki masa akhir tersebut, seorang wanita akan terlebih dahulu memasuki “gerbang” bernama perimenopause. 

Seorang wanita akan mengalami perimenopause sebelum memasuki masa menopause, yaitu sekitar 4–10 tahun sebelumnya. Secara umum, menopause biasanya akan mulai terjadi pada wanita yang sudah berusia 40 tahun ke atas. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan menopause terjadi lebih awal. Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda seorang wanita mengalami perimenopause, salah satunya adalah perubahan fase menstruasi.  

Baca juga: Usia Berapa Wanita Alami Perimenopause?

Mengenal Perimenopause dan Gejalanya 

Perubahan fase menstruasi menjadi satu hal yang wajar saat seorang wanita memasuki masa perimenopause. Masa transisi ini bisa menyebabkan ketidakteraturan siklus, seperti menstruasi yang terjadi lebih cepat atau lebih lambat. Selain itu, perubahan fase menstruasi juga terjadi di mana siklus haid berlangsung lebih singkat atau malah lebih lama dari biasanya. 

Pada beberapa kasus, wanita yang semakin mendekati masa menopause mungkin akan mengalami menstruasi yang lebih jarang atau hanya terjadi beberapa bulan sekali. Selain gangguan siklus menstruasi, perimenopause juga bisa menyebabkan berbagai gejala lain muncul, di antaranya:

  • Terjadi Hot Flashes 

Salah satu gejala yang bisa muncul di masa perimenopause adalah hot flashes, yaitu sensasi gerah atau kepanasan yang berkepanjangan. Biasanya, gejala ini akan muncul secara mendadak dan bisa sangat mengganggu. 

Baca juga: Waspada 6 Penyakit Berbahaya yang Ditandai dengan Menoragia

  • Gangguan Tidur 

Insomnia alias gangguan tidur di malam hari bisa menjadi salah satu gejala yang terjadi pada masa perimenopause. Biasanya, gangguan tidur juga disertai dengan rasa resah dan keluar keringat saat tidur di malam hari. 

  • Suasana Hati Berubah-Ubah 

Wanita yang akan memasuki masa perimenopause biasanya juga rentan mengalami perubahan suasana hati alias mood secara mendadak. Kondisi ini biasanya membuat seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, hingga meningkatkan risiko wanita mengalami depresi.

  • Sakit Kepala 

Mendekati masa perimenopause, wanita cenderung lebih sering mengalami sakit kepala. Selain itu, rasa nyeri biasanya juga akan dirasakan di sekitar perut dan bagian tubuh lainnya.

  • Masalah Seksual

Penurunan kualitas seksual juga bisa terjadi sebagai gejala perimenopause atau menopause. Wanita yang mengalami perimenopause, rentan terjadi penurunan gairah seksual dan kesuburan. Kondisi ini juga menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri saat berhubungan seksual akibat berkurangnya cairan pelumas pada organ reproduksi.  

  • Gangguan Kadar Kolesterol

Gangguan pada kadar kolesterol juga bisa terjadi menjelang masa perimenopause. Wanita yang akan memasuki masa perimenopause biasanya juga mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat alias LDL. Sayangnya, hal ini juga dibarengi dengan menurunnya kadar kolesterol baik atau HDL, sehingga harus diwaspadai. 

Baca juga: Benarkah Menoragia Bisa Disebabkan Alat Kontrasepsi IUD?

Masih penasaran tentang perimenopause dan bagaimana perubahan pada fase menstruasi yang terjadi? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Premenopause, Perimenopause, and Menopause.
Web MD. Diakses pada 2019. Perimenopause.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Menorrhagia (heavy menstrual bleeding).