Usia Berapa Wanita Alami Perimenopause?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Usia Berapa Wanita Alami Perimenopause?

Halodoc, Jakarta - Menopause adalah fase yang tidak bisa dihindari oleh wanita seiring pertambahan usia. Namun, sebelum seorang wanita alami menopause atau berhentinya menstruasi, mereka akan mengalami terlebih dahulu periode transisi menuju menopause. Proses ini dikenal dengan perimenopause. 

Perimenopause umumnya berlangsung selama 4 hingga 10 tahun sebelum seorang wanita alami menopause. Jadi, semenjak masuk usia 30 hingga 40 tahun kondisi ini bisa dialami wanita. Beberapa gejala yang bisa dirasakan, yaitu siklus menstruasi yang tidak teratur dan hot flashes.

Baca juga: 4 Cara Hadapi Menopause Bagi Wanita Berusia 40an

Apa Saja yang Bisa Terjadi pada Wanita Selama Perimenopause?

Selama periode ini, tubuh wanita dapat mengalami gejala lain akibat dari perubahan kadar hormon di dalam tubuh. Namun, kondisi yang paling umum adalah siklus menstruasi tidak teratur, seperti menstruasi yang tiba lebih cepat atau lebih lambat, atau menstruasi yang berlangsung lebih singkat atau lebih lama. Bahkan, semakin seorang wanita mendekati menopause, menstruasi yang seharusnya terjadi bisa semakin jarang. 

Tidak hanya itu, beberapa gejala lain terkait perimenopause, antara lain: 

  • Hot flashes atau sensasi gerah atau kepanasan yang bisa muncul secara mendadak.

  • Gangguan tidur, seperti munculnya keringat berlebih saat malam. 

  • Perubahan suasana hati, seperti mudah tersinggung. Kondisi ini menyebabkan peningkatan risiko terjadinya depresi.

  • Gangguan kognitif, misalnya sulit berkonsentrasi atau mudah lupa.

  • Sakit kepala yang kerap muncul di masa awal perimenopause.

  • Nyeri saat berhubungan seksual, karena berkurangnya cairan pelumas vagina, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan pelumas tambahan.

  • Penurunan gairah seksual dan kesuburan.

  • Pengeroposan tulang yang meningkatkan risiko terkena osteoporosis.

  • Perubahan kadar kolesterol, yaitu meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunnya kadar kolesterol baik (HDL).

Jika gejala di atas kamu alami dan mulai terasa mengganggu, segera buat janji dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Kamu bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc agar lebih mudah. Tanpa antre, kamu bisa langsung bertemu dengan dokter.

Baca juga: Menstruasi Tidak Teratur, Apa yang Harus Dilakukan?

Adakah Faktor Risiko dari Perimenopause?

Menopause dan perimenopause adalah hal yang umum terjadi pada wanita. Namun, terdapat juga hal yang membuat seorang wanita lebih cepat mengalami perimenopause, antara lain:

  • Histerektomi. Apabila seorang wanita pernah melakukan pengangkatan rahim atau histerektomi, maka ia akan mengalami proses menopause yang lebih cepat. Apalagi jika dalam proses pengangkatan ini, kedua indung telur (ovarium) juga ikut diangkat.

  • Faktor Keturunan. Mereka yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat menopause dini akan lebih berisiko alami kondisi serupa. 

  • Kebiasaan Merokok. Jika wanita memiliki kebiasaan ini, maka bisa saja ia mengalami menopause 1-2 tahun lebih awal daripada wanita yang tidak merokok.

  • Pengobatan Kanker. Akibat pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi pada daerah panggul dapat menyebabkan menopause dini.

Baca juga: Wanita Harus Tahu, Ini Dampak Hormon Estrogen Rendah

Komplikasi dari Perimenopause

Meski alami terjadi pada wanita, namun kondisi ini bisa saja menyebabkan gejala yang semakin parah dan mengganggu. Sehingga komplikasi dari perimenopause tidak bisa terhindarkan. Beberapa penyakit yang risiko terjadinya dapat meningkat setelah wanita alami menopause, antara lain:

  • Depresi;

  • Osteoporosis;

  • Penyakit jantung;

  • Penyakit Alzheimer.

Penting untuk menanyakan kondisi kesehatan secara rutin, apalagi jika gejala-gejala mencurigakan mulai kamu alami. Tidak hanya itu, kamu juga perlu berhati-hati saat menggunakan terapi pengganti hormon estrogen untuk mengatasi gejala perimenopause, karena obat ini berisiko menyebabkan kanker payudara jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Perimenopause.
Web MD. Diakses pada 2019. Perimenopause.