07 February 2019

Begini Metode untuk Menangani Penyakit Anemia Aplastik

Begini Metode untuk Menangani Penyakit Anemia Aplastik

Halodoc, Jakarta – Anemia aplastik adalah jenis penyakit langka yang ditandai ketidakmampuan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah secara cukup, mulai dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Gejala yang dialami pengidap tergantung pada jenis sel darah yang terpengaruh. Secara umum, anemia aplastik ditandai dengan memar, demam, pusing, sesak napas, kelemahan, kulit pucat, jantung berdebar cepat, mimisan, hingga ruam kulit.

Baca Juga: Mudah Lelah, Waspada 7 Tanda Anemia yang Perlu Diatasi

Bisakah Anemia Aplastik Diobati?

Meski termasuk penyakit langka, anemia aplastik bisa diobati. Segera bicara pada dokter jika kamu mengalami gejala yang telah disebutkan. Dokter akan mendiagnosis anemia aplastik lewat tes darah dan biopsi sumsum tulang. Pengobatan nantinya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

1. Transfusi Darah

Metode ini tidak menyembuhkan penyakit, tapi bertujuan meringankan gejala yang dialami. Transfusi darah membantu menyediakan sel darah yang tidak bisa diproduksi oleh sumsum tulang. Namun, transfusi darah tidak bisa dilakukan terus-menerus untuk mencegah komplikasi. Jika dilakukan, tubuh berpotensi mengembangkan antibodi terhadap darah yang ditransfusi dan pengobatan menjadi tidak efektif. Kandungan besi dalam sel darah merah bisa menumpuk dan merusak organ penting dalam tubuh jika transfusi darah dilakukan dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

2. Transplantasi Sel Induk

Disebut juga metode transplantasi sumsum tulang atau stem cell. Metode ini bertujuan menyusun kembali sumsum tulang dengan sel induk dari donor. Caranya dengan menghancurkan sumsum tulang yang tidak bekerja optimal dan memasukkan sel induk pendonor melalui darahnya. Kebanyakan metode ini dilakukan pada pengidap anemia aplastik berat berusia muda yang memiliki kecocokan donor dengan saudara kandung.

3. Imunosupresan

Obat imunosupresan berfungsi menekan sistem kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang, sehingga metode ini membantu memulihkan fungsi sumsum tulang dalam memproduksi sel darah baru. Kebanyakan metode ini dilakukan pada pengidap yang tidak bisa menjalani transplantasi sumsum tulang akibat adanya kelainan autoimun.

4.  Stimulan Sumsum Tulang

Berbeda dengan metode transplantasi sumsum tulang, metode ini menggunakan obat yang dikonsumsi guna merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah baru.

5. Antibiotik dan Antivirus

Anemia aplastik bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pengidapnya rentan mengalami infeksi. Tanda awalnya berupa demam. Maka itu, dokter memberikan obat antibiotik ataupun antivirus guna mencegah infeksi yang lebih parah.

6. Pengobatan  Lain

Anemia aplastik bisa terjadi akibat perawatan kanker, seperti radiasi dan kemoterapi. Namun biasanya, anemia aplastik ini membaik setelah perawatan selesai. Jika anemia aplastik disebabkan oleh efek samping obat-obatan, hentikan konsumsi obat agar kondisi yang dialami membaik.

Baca Juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Penyakit langka ini sebenarnya bisa dicegah, yaitu dengan rutin cuci tangan pakai sabun, hindari olahraga intensitas berat, dan cukup istirahat. Namun jika kamu mengalami gejala yang mirip anemia aplastik, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapatkan saran penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!