Begini Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Histoplasmosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Begini Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Histoplasmosis

Halodoc, Jakarta - Paru-paru adalah salah satu organ vital yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Jika organ tersebut mengalami gangguan, mungkin saja pernapasan akan mengalami gangguan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada paru-paru adalah histoplasmosis.

Histoplasmosis adalah sebuah penyakit yang menyerang paru-paru dan menyebabkan infeksi primer asimptomatik. Gangguan ini disebabkan oleh spora yang masuk ke tubuh ketika bernapas. Spora dari jamur ini berasal dari kotoran burung dan kelelawar. Kamu dapat memastikan gangguan ini dengan pemeriksaan fisik. Berikut adalah cara mendiagnosis histoplasmosis yang dapat dilakukan!

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa DItularkan Lewat Udara

Cara Diagnosis Histoplasmosis Melalui Pemeriksaan Fisik

Histoplasmosis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh jamur, atau disebut juga dengan Histoplasma. Jamur tersebut tumbuh pada tanah dan bahan yang telah terkontaminasi oleh kotoran kelelawar atau burung. Kamu mungkin terinfeksi ketika menghirup spora dari jamur, tetapi penyakit ini tidak dapat ditularkan oleh orang lain.

Gangguan pada paru-paru tersebut umumnya menyebabkan dampak yang ringan dan tanpa gejala. Jika kamu merasakan sakit, berarti paru-paru kamu telah terserang spora tersebut. Gejala yang dapat ditimbulkan di antaranya adalah demam, nyeri dada, hingga batuk kering. Pada kasus yang parah, infeksi ini dapat menyebar ke organ lain.

Penyakit histoplasmosis umumnya lebih sering menyerang bayi, anak kecil, orang dewasa yang sudah lebih tua, serta seseorang yang mempunyai gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Hal ini juga dapat disebabkan terlalu sering terpapar spora tersebut secara konstan dan berkepanjangan.

Berikut beberapa pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan untuk diagnosis histoplasmosis:

  1. Histoplasmosis Akut

Pada seseorang yang mengidap histoplasmosis akut, dokter mungkin akan melakukan diagnosis yang diawali dengan pertanyaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi paparan dan gejala yang timbul. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan rontgen dada.

Pemeriksaan fisik yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan darah dan urine. Hal tersebut untuk mendeteksi antibodi yang berhubungan dengan jamur di dalam tubuh. Selain itu, dokter mungkin juga melakukan biopsi dengan mengambil sampel pada jaringan paru-paru di tubuh pengidapnya.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes darah untuk antibodi dan antigen dari Histoplasma. Pemeriksaan tersebut mungkin memberikan hasil negatif jika dilakukan pada awal infeksi. Tes antibodi akan diulang beberapa minggu setelahnya. Antigen mungkin juga memberikan hasil negatif jika infeksinya ringan.

Jika kamu ingin memastikan gangguan tersebut, pemeriksaan fisik dapat kamu pesan secara online melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga dapat memastikan gangguan tersebut dengan bertanya pada dokter di Halodoc. Sehat jadi lebih mudah dengan Halodoc. Ayo, download aplikasinya sekarang!

Baca juga: Serba Serbi Cave Disease yang Picu Berbagai Penyakit

  1. Histoplasmosis Kronis

Pada jenis ini, diagnosis yang dilakukan adalah memperhatikan pengidapnya dengan emfisema. Hal tersebut mungkin saja mengembangkan infeksi yang kronis, seperti TBC, dan mungkin telah terpapar jamur Histoplasma. Rontgen dada juga dapat dilakukan dan melihat bagian paru-paru atas yang diisi oleh cairan.

Diagnosis cepat terhadap gangguan ini sangat penting untuk memastikan pengobatan dini. Antigen histoplasma dan bronkoskopi adalah metode yang paling efektif. Hal ini paling akurat dan tepat waktu untuk diagnosis histoplasmosis. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk seseorang yang mempunyai gangguan sistem imun dan tinggal di daerah yang mungkin terpapar spora dari jamur tersebut.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Histoplasmosis

Referensi:
MedlinePlus.Diakses pada 2019.Histoplasmosis
Lung.org.Diakses pada 2019.Histoplasmosis