Begini Prosedur Diagnosis Granuloma Annulare

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Prosedur Diagnosis Granuloma Annulare

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan rasa gatal yang kamu rasakan pada bagian tubuh khususnya kulit. Apalagi jika gatal yang kamu rasakan disertai dengan kondisi bengkak dan merah pada bagian yang gatal. Bisa jadi kamu mengalami penyakit kulit kronis seperti granuloma annulare.

Kondisi granuloma annulare ditandai munculnya bintik merah berbentuk cincin yang muncul pada kulit. Ketahui lebih banyak mengenai penyakit granuloma annulare agar kamu mengatasi kondisi ini dengan baik.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Granuloma Annulare

Berbahayakah Granuloma Annulare?

Granuloma annulare dapat dialami oleh siapa saja. Umumnya, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Kondisi granuloma annulare ditandai kemunculan bengkak merah pada satu titik. Jika kondisi kemerahan ini tidak segera diatasi, bengkak merah berubah bentuk menjadi bulat-bulat kecil menyerupai cincin.

Bentuk bulat atau benjolan yang terbentuk memiliki kondisi cekung pada bagian tengah. Perubahan ini dapat menyebabkan pengidap granuloma annulare merasakan kondisi gatal khususnya pada pengidap granuloma annulare yang memasuki usia 40 tahun.

Terkadang granuloma annulare muncul sebagai nodul padat pada bagian bawah kulit. Jenis ini biasanya dialami oleh anak-anak. Kondisi ini lebih dikenal dengan granuloma annulare subkutan. Kemerahan dan benjolan yang muncul biasanya ukuran lebih kecil dibandingkan yang muncul pada permukaan kulit. Kondisi ini tidak membuat ruam pada kulit.

Pada beberapa kondisi, benjolan atau bulatan yang muncul dapat hilang dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, kondisi ini bertahan hingga hitungan tahun. Segera periksakan ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala dari penyakit granuloma annulare.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya reaksi hipersensitivitas pada beberapa komponen kulit. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat adanya peradangan pada bagian kulit. Tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi granuloma annulare, seperti:

  1. Gigitan hewan atau serangga;

  2. Infeksi;

  3. Vaksinasi;

  4. Paparan langsung sinar matahari;

  5. Kelebihan berat badan atau obesitas;

  6. Riwayat penyakit tiroid.

Baca juga: Waspada 2 Komplikasi yang Menyebabkan Granuloma Annulare

Diagnosis dan Pencegahan Granuloma Annulare

Tidak semua ruam merah pada bagian kulit merupakan kondisi dari granuloma annulare. Cukup banyak gangguan kulit lainnya yang memiliki gejala dengan munculnya kemerahan atau ruam pada kulit.

Oleh sebab itu, pemeriksaan dan diagnosis dibutuhkan untuk memastikan kondisi kesehatan seseorang. Tentu diagnosis dilakukan oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan fisik pengidap granuloma annulare. Dengan pemeriksaan fisik, dokter melihat kondisi kemerahan dan ruam yang muncul apakah bentuk dari granuloma annulare atau penyakit lain.

Untuk pemeriksaan kelanjutan, diagnosis melakukan biopsi juga bisa dilakukan. Pengambilan sampel kecil jaringan kulit untuk diperiksa dalam laboratorium menjadi tindakan yang dilakukan untuk memastikan adanya penyakit granuloma annulare.

Baca juga: Bisakah Granuloma Annulare Disembuhkan?

Tentu penyakit ini bisa dicegah dengan gaya hidup sehat yang bisa dijalani. Sebaiknya hindari kebiasaan merokok karena merokok memengaruhi kelenjar tiroid yang menjadi faktor lain penyebab penyakit granuloma annulare. Selain menghindari kamu dari penyakit granuloma annulare, berhenti merokok menghindarkan kamu dari berbagai penyakit.

Sebaiknya gunakan tabir surya ketika kamu akan beraktivitas di luar ruangan ketika siang hari. Cara ini dilakukan untuk menghindari kulit terpapar langsung dari sinar matahari dan risiko dari penyakit granuloma annulare.