01 March 2019

Belum Tentu Penyakit, Ini Alasan Manusia Mudah Lupa

Belum Tentu Penyakit, Ini Alasan Manusia Mudah Lupa

Halodoc, Jakarta - Gangguan memori adalah sebuah gangguan kognisi yang dapat membuat seseorang mudah lupa. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan kemampuan untuk mengingat, mengambil keputusan, dan berkomunikasi. Gangguan memori yang terjadi juga dapat berhubungan dengan demensia, Alzheimer, gangguan kognitif ringan, gangguan kognitif vaskular, dan hidrosefalus, walaupun tidak selalu berhubungan.

Beberapa masalah pada ingatan yang menyebabkan mudah lupa, serta sedikit penurunan pada keterampilan untuk berpikir adalah bagian yang umum ketika seseorang mengalami penuaan. Terdapat beberapa perbedaan antara penurunan ingatan normal yang menyebabkan seseorang mudah lupa dan kehilangan ingatan yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan gangguan lainnya. Selain itu, beberapa masalah memori tersebut juga mungkin terjadi akibat kondisi yang telah diobati.

Gangguan memori tersebut dapat disebabkan oleh satu faktor atau lebih, yaitu:

  • Penuaan.
  • Trauma.
  • Penyalahgunaan zat.
  • Hereditas (gen yang berhubungan dengan Alzheimer atau Huntington).
  • Penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke otak.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Kekurangan vitamin.

Banyak orang tua yang khawatir apabila dirinya akan menjadi mudah lupa. Kebanyakan orang menganggap bahwa lupa seringnya berhubungan dengan penyakit Alzheimer. Dahulu, kehilangan memori dan kebingungan dianggap sebagai hal yang normal dan merupakan bagian dari penuaan. Walau begitu, sekarang ini kebanyakan orang lebih waspada agar dengan cepat diatasi apabila mengidap penyakit gangguan memori.

Banyak orang yang mengidap gangguan memori, sehingga menyebabkan mudah lupa. Namun, beberapa masalah memori dapat berdampak serius dan hal yang lainnya tidak. Seseorang yang mengalami perubahan serius pada ingatan, kepribadian, dan perilaku mungkin akan mengidap suatu bentuk penyakit pada otak, yaitu demensia. Hal tersebut dapat menyebabkan hal yang serius yang dapat berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Mulai Pikun, Adakah Cara Agar Tidak Mudah Lupa?

Gejala Gangguan Memori

Gangguan memori dapat bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya, sehingga menimbulkan gejala tertentu. Gejala umum yang berhubungan dengan kehilangan memori, antara lain:

  • Konfabulasi, yaitu memori yang diingat ternyata palsu.
  • Kebingungan.
  • Depresi.
  • Kesulitan untuk menjalankan urusan sehari-hari, seperti membuat janji atau menyiapkan makanan.
  • Lupa terhadap seseorang, fakta, serta peristiwa.
  • Mudah tersasar dan menempatkan benda tidak pada tempatnya.
  • Mudah marah.
  • Kesulitan terhadap pemilihan kata.
  • Sering mengulang cerita atau pertanyaan yang sama.

Baca Juga: Anak Mudah Lupa, Waspada Gangguan Kognitif Ringan

Komplikasi Masalah Memori

Salah satu hal yang dapat terjadi pada seseorang yang mengidap masalah memori adalah mudah depresi dan cemas. Selain itu, orang tersebut dapat mengalami masalah ingatan, seperti kesulitan untuk menata bahasa, serta menangani situasi sosial, pendidikan, dan pekerjaan. Selain itu, pada seseorang yang mengidap amnesia, ingatan yang telah hilang tidak dapat dipulihkan kembali.

Seseorang dengan gangguan kognitif ringan lebih mungkin untuk berkembang menjadi demensia, penyakit Alzheimer, diabetes, dan masalah vaskular di otak. Selain itu, obat galantamine yang umumnya digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer dan demensia berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung mendadak, serangan jantung, dan stroke.

Seseorang yang mengidap masalah ingatan akan membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekatnya, seperti teman dan anggota keluarga. Pada beberapa orang yang mengidap gangguan memori parah, orang tersebut harus dipindah ke fasilitas tempat tinggal tertentu, seperti panti jompo.

Baca Juga: Sama-sama Bikin Lupa, Ini Bedanya Amnesia, Demensia, dan Alzheimer

Itulah gangguan memori yang membuat seseorang mudah lupa. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan memori, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!