Benarkah Akantosis Nigrikans Petanda Alami Prediabetes?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Akantosis Nigrikans Petanda Alami Prediabetes?

Halodoc, Jakarta – Akantosis nigrikans adalah kondisi kulit yang ditandai oleh area yang gelap, perubahan warna beludru pada lipatan dan lipatan tubuh. Kulit yang terkena bisa menebal. Paling sering, akantosis nigrikans memengaruhi ketiak, pangkal paha, dan leher.

Perubahan kulit seperti ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas atau mengidap diabetes. Anak-anak yang mengalami kondisi ini berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Pertumbuhan sel kulit abnormal ini paling sering dipicu oleh tingginya kadar insulin dalam darah. Dalam kasus yang jarang terjadi, peningkatan sel-sel kulit dapat disebabkan oleh obat-obatan, kanker, atau kondisi medis lainnya.

Baca juga: Ini Pola Makan Vegetarian yang Sehat

Pemicu paling sering untuk akantosis nigrikans adalah terlalu banyak insulin dalam aliran darah. Saat makan, tubuh mengubah karbohidrat menjadi molekul gula, seperti glukosa. Sebagian glukosa ini digunakan untuk energi dalam sel sementara sisanya disimpan. Hormon insulin harus memungkinkan glukosa memasuki sel, sehingga sel dapat menggunakan glukosa untuk energi.

Baca juga: Alami Akantosis Nigrikans, Ini Penyebabnya

Orang yang kelebihan berat badan cenderung mengembangkan resistensi terhadap insulin dari waktu ke waktu. Meskipun pankreas menghasilkan insulin, tubuh tidak dapat menggunakannya dengan benar. Ini menciptakan penumpukan glukosa dalam aliran darah, yang dapat menghasilkan kadar glukosa darah dan insulin yang tinggi dalam aliran darah.

Kelebihan insulin menyebabkan sel-sel kulit normal untuk bereproduksi dengan kecepatan tinggi. Bagi mereka yang berkulit gelap, sel-sel baru ini memiliki lebih banyak melanin. Peningkatan melanin ini menghasilkan bercak kulit yang lebih gelap dari kulit di sekitarnya. 

Dengan demikian, keberadaan akantosis nigrikans adalah prediktor kuat untuk diabetes di masa depan. Jika terlalu banyak insulin memang penyebabnya, relatif mudah untuk dikoreksi dengan diet, olahraga, dan kontrol gula darah yang tepat.

Salmon, sarden, herring, anchovies, dan mackerel adalah sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA, yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan jantung. Cukup mendapatkan lemak ini secara teratur sangat penting bagi pengidap diabetes yang memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

DHA dan EPA melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan mengurangi tanda-tanda peradangan dan meningkatkan cara fungsi arteri setelah makan. Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pola makan sehat untuk pengidap diabetes, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Pengobatan Tepat untuk Akantosis Nigrikans

Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia untuk akantosis nigrikans. Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi yang mendasarinya dapat mengembalikan beberapa warna dan tekstur normal ke area kulit yang terkena. Ini termasuk:

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Obesitas Bisa Kena Akantosis Nigrikans

  1. Menghilangkan Berat Badan

Jika akantosis nigrikans disebabkan oleh obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu.

  1. Menghentikan Obat atau Suplemen

Jika kondisi kamu tampaknya terkait dengan obat atau suplemen yang digunakan, dokter mungkin menyarankan agar kamu berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. 

  1. Menjalani operasi 

Jika akantosis nigrikans dipicu oleh tumor kanker, pembedahan mengangkat tumor sering membersihkan perubahan warna kulit. Selain operasi beberapa rekomendasi kesehatan lainnya yang bisa dijalankan:

  • Krim resep untuk meringankan atau melembutkan area yang sakit;

  • Sabun antibakteri, digunakan dengan lembut, karena menggosok dapat memperburuk kondisi;

  • Antibiotik topical;

  • Obat jerawat oral; dan

  • Terapi laser untuk mengurangi ketebalan kulit