Benarkah Aneurisma Otak Bisa Hilangkan Kemampuan Kognitif?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
benarkah-aneurisma-otak-bisa-hilangkan-kemampuan-kognitif-halodoc

Halodoc, Jakarta – Otak merupakan organ vital yang tidak hanya memengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh, tetapi juga kemampuan kognitif kita, yaitu kemampuan untuk berpikir. Itulah mengapa bila otak mengalami masalah, kemampuan kognitif kita pun biasanya juga akan ikut terkena dampaknya.

Aneurisma otak adalah salah satu penyakit otak yang serius. Penyakit ini terjadi ketika dinding pembuluh darah pada otak melemah, sehingga mengakibatkan pembesaran atau penonjolan pembuluh darah otak. Nah, bila aneurisma terus membesar dan pecah, maka kerusakan otak bisa terjadi. Lantas, bisakah aneurisma otak menghilangkan kemampuan kognitif seseorang? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa Itu Aneurisma Otak?

Coba bayangkan ada satu titik lemah pada sebuah balon dan bagaimana bila balon tersebut diregangkan dan akhirnya pecah. Nah, seperti itulah kira-kira aneurisma otak, yaitu sebuah titik lemah yang ada di dinding pembuluh darah di dalam otak. Area pembuluh darah tersebut menjadi lemah karena aliran darah yang terus-menerus menekannya, sehingga akhirnya menjadi menonjol seperti gelembung. Aneurisma otak bisa berkembang, hingga seukuran buah beri kecil.

Pada kebanyakan kasus, aneurisma otak tidak menimbulkan gejala atau masalah kesehatan. Kamu bisa menikmati hidup yang panjang tanpa pernah menyadari bahwa memiliki aneurisma otak. Namun, bukan berarti kamu boleh menyepelekan penyakit ini, karena aneurisma otak juga bisa bocor atau pecah dan menyebabkan perdarahan otak (stroke hemoragik). Kondisi ini paling sering terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak. Jenis stroke hemoragik ini disebut juga perdarahan subarachnoid.

Baca juga: Ini 8 Faktor Risiko Aneurisma Otak

Dampak Aneurisma Otak Pada Kemampuan Kognitif

Tentu saja, aneurisma otak sedikit banyak akan berpengaruh pada kemampuan kognitif pengidapnya. Selain menyebabkan sakit kepala yang sangat hebat, aneurisma otak yang sudah membesar ukurannya dapat mengakibatkan pengidap kesulitan berbicara, sulit berkonsentrasi, serta memiliki daya ingat yang lemah. Bahkan, bila aneurisma otak sampai pecah, maka pengidap bisa mengalami kebingungan atau masalah dengan kesadaran mental, serta hilang kesadaran. Bila gejala tersebut sudah terjadi, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Ini Gejala Aneurisma Otak yang Perlu Diwaspadai

Pengobatan untuk Aneurisma Otak

Pengobatan perlu secepatnya dilakukan bila aneurisma otak sudah pecah, karena kemungkinan perdarahan dapat terjadi lagi. Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah dengan menghentikan aliran darah menuju ke aneurisma. Ada dua prosedur yang bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan, yaitu dengan kliping bedah (menempatkan klip logam pada robekan aneurisma untuk menghentikan aliran darah) dan penggulungan endovascular (pemasangan kateter melalui pangkal paha sampai mencapai pembuluh darah di mana aneurisma berada).

Selain itu, pengobatan untuk aneurisma yang pecah juga difokuskan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Pilihan pengobatan untuk aneurisma otak yang pecah, antara lain:

  • Obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen untuk mengobati sakit kepala.

  • Obat antagonis kalsium, untuk mencegah kalsium memasuki sel-sel pembuluh darah.

  • Obat vasopressor, untuk mencegah stroke akibat kurangnya pasokan darah ke otak.

  • Obat antikejang, untuk meredakan kejang akibat aneurisma yang pecah.

Kerusakan pada otak akibat perdarahan subarachnoid juga mungkin membuat pengidap membutuhkan terapi fisik, bicara, dan pekerjaan untuk mempelajari kembali keterampilan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk memulihkan lagi kecakapan kognitifnya.

Baca juga: Adakah Komplikasi yang Diakibatkan Aneurisma Otak?

Itulah penjelasan mengenai dampak aneurisma otak terhadap kemampuan kognitif seseorang. Bila kamu masih ingin bertanya-tanya lebih lanjut tentang aneurisma otak, tanyakan saja langsung pada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Brain Aneurysm.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is a Brain Aneurysm?