Benarkah BPH Penyebab Utama Obstruksi Outlet Kandung Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
benarkah-bph-penyebab-utama-obstruksi-outlet-kandung-kemih-halodoc

Halodoc, Jakarta – Dibandingkan wanita, para pria lebih sering mengalami masalah dalam berkemih. Terutama para pria yang sudah berumur. Nah, bila kamu adalah pria yang sering mengalami masalah dalam berkemih, seperti anyang-anyangan atau malah tidak bisa berkemih sama sekali, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

Pasalnya, mungkin saja kamu mengalami obstruksi outlet kandung kemih (BOO). Yang bikin lebih resah lagi, katanya BOO yang dialami pria berumur disebabkan oleh benign prostatic hyperplasia (BPH) atau yang dikenal juga dengan pembesaran prostat. Benarkah demikian? Cari tahu jawabannya di sini.

Obstruksi Outlet Kandung Kemih (BOO) adalah penyumbatan yang terjadi pada pangkal kandung kemih. Kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya atau terhentinya aliran urine ke uretra, yaitu saluran yang membawa urin keluar dari tubuh. BOO lebih sering terjadi pada pria yang berusia lanjut, dan benar bahwa penyebab utama masalah saluran kemih ini adalah benign prostatic hyperplasia (BPH) alias pembesaran prostat.

Namun, selain BPH, ada beberapa penyebab utama obstruksi outlet kandung kemih lainnya, yaitu batu kandung kemih, kanker kandung kemih, tumor di area panggul (leher rahim, prostat, rahim, dan rektum), serta striktur uretra.

Baca juga: Mau Prostat Bebas Masalah? Biasakan Konsumsi 7 Makanan Ini

Beberapa kondisi berikut ini juga bisa memicu terjadinya BOO pada pria walaupun cukup jarang:

  • Ada benda asing masuk ke dalam saluran kemih.

  • Kelainan bawaan lahir pada pria, seperti posterior urethral valves.

  • Spasme uretra.

  • Divertikulitis uretra.

Waspadai Gejala BOO

Gejala utama yang ditimbulkan obstruksi outlet kandung kemih tentu saja adalah masalah dalam berkemih, seperti sering buang air kecil, tetap menerus merasa ingin buang air kecil, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil atau kebalikannya, susah buang air kecil atau bahkan tidak bisa berkemih sama sekali. Selain itu, pengidap BOO juga bisa mengalami kesulitan dalam berkemih berupa rasa nyeri saat berkemih, kesulitan memulai aliran urine saat buang air kecil, aliran urine yang lemah dan lambat, ataupun aliran urine terputus-putus.

Tidak hanya itu saja, obstruksi outlet kandung kemih juga bisa menyebabkan nyeri pada perut, infeksi saluran kencing, mual, lemas, dan retensi cairan apabila sudah terjadi gagal ginjal.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Pengobatan Untuk BOO

Pengobatan obstruksi outlet kandung kemih bergantung pada penyebabnya. Pada kasus BOO yang disebabkan oleh benign prostatic hyperplasia, pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi BPH, latihan menahan berkemih dan melakukan perubahan gaya hidup.

Obat-obatan yang sering digunakan untuk mengatasi BPH adalah dutasteride dan finasteride. Kedua obat ini mampu mengurangi ukuran prostat, sehingga penyumbatan pada pangkal kandung kemih pun teratasi dan pengidap bisa berkemih dengan normal kembali.

Tindakan memasukkan kateter ke kandung kemih melalui uretra pun sering dilakukan untuk memperbaiki penyumbatan. Kadang-kadang, kateter juga bisa dimasukkan lewat perut (kateter suprapubik) untuk mengosongkan urin dari kandung kemih.

Operasi pemasangan kateter biasanya dibutuhkan untuk pengobatan jangka panjang. Namun, beberapa kondisi yang menjadi penyebab BOO juga bisa ditangani dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Karena itu, cobalah diskusikan dengan dokter mengenai pengobatan terbaik untuk mengatasi BOO yang kamu alami.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Pemeriksaan Uroflowmetri?

Nah, itulah penjelasan mengenai obstruksi outlet kandung kemih yang paling sering disebabkan oleh BPH atau pembesaran prostat. Mau tahu lebih jauh mengenai obstruksi outlet kandung kemih? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Tanyakan saja langsung ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.