12 March 2019

Benarkah Gangguan Makan Bulimia Tak Bisa Disembuhkan?

 bulimia

Halodoc, Jakarta - Seperti gangguan makan lainnya, gangguan makan bulimia ini lebih sering terjadi pada wanita. Bagi kebanyakan wanita, memiliki tubuh yang ideal merupakan sebuah keharusan untuk menunjang penampilan mereka. Nah, bagaimana jika usaha yang dilakukan ini malah berdampak pada gangguan makan bulimia? Apakah gangguan makan ini enggak bisa disembuhkan? Cari tahu di sini, yuk!

Baca juga: Saat Wanita Hamil Mengalami Bulimia

Bulimia, Salah Satu Gangguan pada Pola Makan

Secara psikologis, gangguan makan bulimia ini ditandai dengan kebiasaan makan yang berlebihan dan tidak dapat berhenti dalam jangka waktu yang pendek. Sementara itu, pengidap bulimia juga akan mempunyai ketakutan yang berlebih akan kegemukan.

Pada akhirnya, pengidap kondisi ini akan memuntahkan makanan yang telah mereka makan. Mereka melakukan hal tersebut karena ketakutan yang berlebihan akan kenaikan berat badan. Bulimia merupakan salah satu jenis gangguan pola makan yang serius, dan bahkan berpotensi mengancam jiwa.

Gejala yang Dialami Para Pengidap Bulimia

Gejala yang muncul ternyata enggak hanya makan berlebihan dan memuntahkannya. Beberapa gejala yang akan ditimbulkan seseorang dengan bulimia adalah selalu merasa kegemukan, sangat terpaku pada berat badan dan bentuk tubuh, selalu beranggapan negatif terhadap bentuk tubuhnya sendiri, akan langsung pergi ke kamar mandi setelah makan, tidak mau makan di tempat umum atau di depan orang lain, dan akan melakukan olahraga secara berlebihan ketika mereka menganggap badannya terlalu gemuk.

Baca juga: Awas, Bulimia Gangguan Makan yang Mengancam Jiwa

Ini Penyebab yang Memicu Seseorang Mengalami Bulimia

Ada beberapa faktor yang dapat memicu seseorang mengalami kelainan pola makan ini, antara lain:

  • Bulimia lebih sering dialami oleh perempuan remaja di usia 18-19 tahun.
  • Adanya gangguan psikologis, seperti selalu merasa depresi atau rendah diri.
  • Tuntutan sosial karena terpengaruh oleh lingkungan, teman-teman, dan media sosial.
  • Tuntutan profesi, seperti model yang harus menjaga tubuh agar tetap langsing.

Benarkah Gangguan Bulimia Tidak Bisa Disembuhkan?

Bagian yang paling sulit dalam menangani bulimia adalah membuat pengidap sadar akan gangguan pola makan yang dialami. Kesadaran ini lah yang akan membantu pengidap untuk sembuh dan siap untuk menjalani pengobatan. Penanganan utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi bulimia adalah dengan terapi psikologi. Terapi efektif sebagai langkah penyembuhan bulimia yang akan dilakukan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Terapi perilaku kognitif, yaitu terapi yang dilakukan untuk membantu seseorang mengidentifikasi keyakinan dan perilaku yang tidak sehat dan negatif, serta mengganti perilaku negatif tersebut menjadi perilaku yang sehat dan positif.
  • Terapi berbasis keluarga, yaitu terapi yang melibatkan campur tangan orangtua agar anak dapat meninggalkan gangguan bulimia, lalu membantu anak dalam mengembalikan pola makan yang sehat.
  • Psikoterapi interpersonal, yaitu terapi yang membahas mengenai kesulitan dalam hubungan dekat. Terapi ini membantu memperbaiki kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah seseorang dengan bulimia yang dialaminya.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Tanda dan Gejala Bulimia?

Terapi ini dilakukan agar pengidap bulimia sadar bahwa mereka membutuhkan perawatan untuk kembali membangun sikap dan pikiran positif terhadap pola makan. Terapi ini juga akan membantu untuk mendeteksi masalah emosional di balik bulimia yang dialami. Jika kamu punya masalah dengan kesehatan, jangan menduga-duga, ya! Lebih baik kamu diskusikan langsung dengan dokter, psikolog, atau psikiater di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!