Benarkah Ginjal Sehat dengan Puasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Ginjal Sehat dengan Puasa?

Halodoc, Jakarta – Puasa memberikan manfaat yang tidak sedikit untuk kesehatan. Setiap hari organ, seperti hati, ginjal, dan limfa bekerja untuk mengeluarkan dan menetralkan racun dari tubuh untuk menjaga sel-sel kita tetap sehat. Ketika kamu berpuasa, maka dapat menghilangkan input racun tambahan dari makanan. Ini dikatakan oleh David Katz, MD, MPH, Direktur Yale-Griffin Prevention Research Center di Yale University di New Haven, Connecticut.

Karena itulah, puasa dapat memengaruhi tubuh terutama untuk kesehatan dalam jangka panjang. Sejatinya, puasa memberikan manfaat untuk kesehatan jantung, tekanan darah, mengontrol gula darah, dan penurunan berat badan. Namun, untuk meningkatkan fungsi ginjal dan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, justru puasa tidak membawa pengaruh yang besar.

Malahan menurut US National Library of Medicine National Institutes of Health, menjelaskan bahwasanya efek puasa total membuat fungsi ginjal sedikit menurun, tapi dipertahankan dalam nilai referensi. Efek positif dari puasa lebih mendasar pada pengurangan stres oksidatif, berat badan, dan tekanan darah.

Baca juga: Tantangan 30 Hari Minum Air Putih, Apa Manfaatnya?

Tidak bisa dipungkiri tetap terhidrasi dengan baik membantu ginjal membersihkan natrium dan racun dari tubuh. Minum banyak air juga merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari batu ginjal yang menyakitkan. Buat orang-orang yang memiliki masalah ginjal atau gagal ginjal mungkin perlu membatasi asupan cairan mereka, tapi bagi kebanyakan orang, minum 1,5 hingga 2 liter (3 hingga 4 liter) air per hari adalah target yang sehat.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, puasa lebih berperan terhadap kesehatan jantung. Satu studi yang diterbitkan pada Juni 2012 di The American Journal of Cardiology, mengamati kebiasaan 200 pria dan wanita, dan menemukan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki kemungkinan penyakit jantung 58 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukannya. Tentunya setelah mengendalikan faktor-faktor, seperti usia, status merokok, dan tekanan darah tinggi.

Baca juga: Puasa Sambil Diet, Bisa Tetap Sehat dengan Menu Ini

Sama halnya dengan mengontrol gula darah, dalam sebuah penelitian yang lebih kecil yang diterbitkan pada November 2013 di jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases yang ditulis oleh tim Horne, para ilmuwan mengukur berbagai tingkat darah pada 30 orang dewasa yang sehat setelah satu hari ketika mereka berpuasa dan satu hari ketika mereka makan secara normal.

Setelah berpuasa, peserta mengalami peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH) sebanyak 4,7 kali lipat pada wanita dan 13,6 kali lipat pada pria, di antara perubahan lainnya. HGH melindungi massa otot tanpa lemak dan mendorong tubuh untuk membakar kelebihan lemak.

Selama puasa, lemak yang disimpan dalam sel-sel lemak sedang dimetabolisme dan digunakan sebagai bahan bakar. Seiring waktu itu berarti kamu memiliki lebih sedikit lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan lebih sedikit resistensi insulin dan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Baca juga: Biar Berhasil, Ini Cara Diet Saat Puasa

Setelah membaca uraian di atas tadi, tentunya manfaat puasa untuk kesehatan lebih pada bagaimana puasa mengontrol jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Sedangkan puasa minum, memiliki dampak yang cukup besar karena air adalah kebutuhan mutlak dan sangat penting senantiasa terhidrasi guna menjaga kesehatan ginjal.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai manfaat puasa untuk kesehatan dan bagaimana menjaga kesehatan ginjal, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.