• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kolesterol Tinggi Berisiko Sebabkan Stroke?

Benarkah Kolesterol Tinggi Berisiko Sebabkan Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang terjadi saat tingkat kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Sebenarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, dan vitamin D. Namun jika jumlahnya berlebihan, komplikasi kolesterol tinggi tidak dapat dihindari. Salah satu komplikasi yang bisa saja muncul adalah stroke. Ini penjelasan selengkapnya mengenai hal tersebut.

Baca juga: Ini Bahayanya Kolesterol Tinggi pada Ibu Hamil

Stroke Jadi Salah Satu Komplikasi Kolesterol Tinggi

Stroke menjadi salah satu komplikasi kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi saat kolesterol menumpuk pada pembuluh darah otak akibat terhambat atau pecahnya pembuluh darah. Hal tersebut membuat oksigen, makanan, dan nutrisi penting lainnya terhambat menuju otak. Tanpa sulai yang cukup, sel-sel dalam otak perlahan akan mengalami kematian.

Kondisi tersebut akan membuat otak tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal. Intensitas keparahan stroke sendiri akan tergantung pada tingkat kerusakan otak yang dialami. Bukan hanya stroke saja yang menjadi komplikasi kolesterol tinggi, berikut ini sejumlah komplikasi yang perlu diwaspadai:

Baca juga: Konsumsi Telur Sebabkan Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

  • Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah sangat erat kaitannya dengan kadar kolesterol dalam tubuh. Jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak diatasi dengan baik, maka plak dalam pembuluh darah akan terbentuk semakin banyak. Plak tersebut yang membuat pembuluh darah semakin sempit, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Hal tersebut membuat organ jantung bekerja lebih ekstra untuk memompa darah untuk sampai ke organ lain. Nah, kondisi inilah yang memicu tekanan darah tinggi.

  • Serangan Jantung

Serangan jantung bisa terjadi jika plak terlepas, dan menyumbat pembuluh darah menuju jantung. Jika tidak diatasi segera, kehilangan nyawa ada komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi. Beberapa gejala serangan jantung yang tampak, yaitu nyeri dada berat, dada terasa sesak, mual muntah, keringat dingin, badan lemas, serta dada seperti ditusuk hingga menembus ke belakang dan menjalar ke lengan kiri atau rahang kiri.

  • Xanthelasma Palpebrarum

Xanthelasma palpebrarum merupakan plak berwarna kekuningan yang muncul di sekitar kelopak mata, yaitu bagian mata yang dekat dengan hidung. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan kolesterol di daerah kutaneus (kulit). Komplikasi yang satu ini umum dialami oleh wanita maupun pria yang berusia 40–50 tahun.

  • Angina Pektoris

Angina pektoris merupakan salah satu jenis penyakit jantung akibat otot jantung kekurangan pasokan oksigen dan darah. Kondisi ini terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner di organ jantung. Gejalanya sendiri ditandai dengan nyeri dada, seperti tertindih, terbakar, tertusuk, ataupun terasa penuh. Rasa sakit yang ditimbulkan dapat menjalar hingga ke lengan, bahu, punggung, leher, serta rahang. Bukan itu saja, pengidap bisa saja mengalami keringat yang berlebihan, meski cuaca sedang sejuk.

Baca juga: Kebiasaan Sederhana yang Mampu Menurunkan Kolesterol

Itulah sejumlah komplikasi kolesterol tinggi yang perlu kamu waspadai. Sebelum komplikasi muncul, kamu disarankan untuk memeriksakan diri di rumah sakit terdekat saat menemukan sejumlah gejalanya. Jika gejala yang muncul diatasi dengan baik, maka risiko munculnya komplikasi dapat ditekan.

Referensi:
NIH. Diakses pada 2021. Blood Cholesterol.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. High cholesterol.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About High Cholesterol.