Benarkah Penyakit Ginjal Polikistik Bisa Diturunkan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Penyakit Ginjal Polikistik Bisa Diturunkan?

Halodoc, Jakarta - Penyakit ginjal polikistik menyebabkan munculnya kista di dalam ginjal, menyebabkan ginjal membesar dan kehilangan fungsi seiring waktu. Ukuran kista ini bervariasi dan dapat bertumbuh membesar. Jika ada banyak kista di dalam ginjal, maka dapat membuat ginjal mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, penyakit ginjal ini juga menyebabkan kista berkembang di bagian hati atau organ lain di dalam tubuh. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini memicu terjadinya komplikasi serius. Namun, benarkan penyakit ini bisa diturunkan?

Penyakit Ginjal Polikistik, Benarkah Diturunkan?

Faktanya, memang demikian. Gen yang sifatnya abnormal menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ini. Artinya, penyakit ini dapat diturunkan dalam garis keluarga. Tidak hanya ginjal, penyakit ini juga memengaruhi beragam organ lain di tubuh, seperti hati, pankreas, limpa, ovarium, dan usus besar.

Baca juga: Waspadai 9 Gejala Penyakit Ginjal Polikistik

Kista pada organ-organ ini terbilang tidak serius, tetapi bagi beberapa orang, muncul efek serius akibat munculnya kista ini. Selain itu, otak maupun jantung bisa terancam. Jika penyakit ini memengaruhi otak, besar kemungkinan terjadi aneurisma, menggembungnya pembuluh darah yang bisa mengakibatkan pecah.

Jika terjadi pecah, seseorang mengalami stroke atau bahkan kematian. Jika menyerang bagian jantung, dampak yang ditimbulkan adalah terdengar murmur jantung pada beberapa orang. Komplikasi pada penyakit ginjal polikistik yang tidak tertangani adalah:

  • Tekanan darah tinggi. Ini merupakan komplikasi umum. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati menyebabkan kerusakan lebih lanjut yang mengarah pada penyakit jantung dan stroke.

  • Hilangnya fungsi ginjal. Kehilangan fungsi ginjal secara progresif adalah salah satu komplikasi paling serius dari penyakit ini.

  • Komplikasi kehamilan. Kehamilan berhasil bagi sebagian besar wanita pengidap penyakit ginjal ini. Pada beberapa kasus, bisa saja terjadi preeklampsia, terlebih ibu hamil dengan riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil.

  • Pertumbuhan kista di bagian hati. Kemungkinan muncul kista di organ hati seiring bertambahnya usia. Bisa terjadi pada siapa saja, tetapi wanita lebih besar berisiko karena pengaruh hormonal.

  • Aneurisma di otak. Aneurisma di otak dapat menyebabkan perdarahan jika pecah.

  • Kelainan katup jantung. Katup tidak menutup dengan benar yang memungkinkan darah bocor ke belakang.

  • Masalah usus besar. Kelemahan pada bagian dinding usus besar dapat berkembang pada mereka yang mengalami penyakit ginjal polikistik.

Baca juga: Muncul Kista di Ginjal, Waspada Penyakit Ginjal Polikistik

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal polikistik dengan menjaga kesehatan ginjal dengan mengelola tekanan darah. Jangan lupa, pertahankan berat badan yang sehat, konsumsi makanan rendah garam, perbanyak buah dan sayur serta biji-bijian, berhenti merokok, dan berolahragalah secara teratur.

Oleh karena merupakan penyakit yang diturunkan, kamu harus menanyakan terlebih dahulu pada dokter apabila berencana untuk memiliki buah hati. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui seberapa tinggi risiko penularan dan penurunan penyakit ini pada sang buah hati.

Baca juga: Bisakah Penyakit Ginjal Polikistik Disembuhkan?

Supaya lebih mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter ahli terkait. Aplikasi Halodoc ini sudah bisa kamu download di ponsel, baik Android maupun iOS. Pakai sekarang yuk!