Benarkah Sering Makan-Makanan Berpengawet Picu Karsinoma Nasofaring?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Sering Makan-Makanan Berpengawet Picu Karsinoma Nasofaring?

Halodoc, Jakarta - Orang Asia dikenal akan makanannya yang kaya akan rasa. Mulai dari masakan India, Tiongkok hingga Indonesia, setiap masakan khas tersebut selalu menggunakan rempah sehingga menguatkan rasa. Namun, sayangnya karena kemajuan ekonomi, masyarakat Asia mulai sibuk untuk memasak sendiri masakan mereka. Akibatnya, makanan berpengawet yang kadar natriumnya lebih tinggi menjadi salah satu makanan alternatif favorit mereka. Hal ini yang menyebabkan orang Asia rentan mengalami karsinoma nasofaring akibat makanan berpengawet yang sering dikonsumsi.

Karsinoma nasofaring atau kanker nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di bagian kepala dan leher, khususnya di nasofaring. Nasofaring merupakan bagian atas tenggorokan (faring) yang terhubung dengan bagian belakang hidung. Penting untuk melakukan perawatan yang tepat jika seseorang telah didiagnosis mengalaminya.

Baca Juga: Inilah Fakta Seputar Kanker Tenggorokan

Apa Saja Gejala dari Karsinoma Nasofaring?

Nasofaring adalah bagian tubuh yang menyerupai ruang kotak. Fungsi dari nasofaring ini adalah sebagai jalur pernapasan dari hidung ke tenggorokan, yang kemudian diteruskan menuju paru-paru.

Pada tahap awal, penyakit akan sulit dideteksi pada fase awal perkembangannya. Namun, pengidapnya juga bisa mengalami beberapa gejala. Gejala tersebut antara lain: 

  • Terdapat benjolan pada tenggorokan;

  • Infeksi telinga;

  • Telinga berdengung (tinnitus), tidak nyaman atau gangguan pendengaran;

  • Kesulitan membuka mulut;

  • Sakit kepala;

  • Wajah terasa nyeri atau mati rasa;

  • Mimisan;

  • Sakit tenggorokan;

  • Hidung tersumbat;

  • Penglihatan kabur atau berbayang.

Penting diketahui bahwa penyakit ini cukup mematikan. Namun, apabila terdeteksi sejak dini, peluang untuk sembuh bisa atau menambah angka harapan hidup sebanyak 5 tahun menjadi lebih besar. Oleh karenanya segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Buat janji dengan dokter kini lebih mudah dan tidak menyebabkan waktumu terbuang  hanya dengan aplikasi Halodoc. 

Baca Juga: Waspada, Ini Penyebab Kanker Tenggorokan

Apa Penyebab dan Faktor Risiko yang Menyebabkan Karsinoma Nasofaring?

Hingga kini para ahli masih belum mengetahui penyebab seseorang alami kanker nasofaring. Namun, sejauh ini dengan virus Epstein-Barr (EBV) diduga kuat memiliki keterkaitan. Virus EBV umumnya terdapat pada air liur dan ditularkan melalui kontak langsung ke orang atau benda yang terkontaminasi. Sel pada nasofaring yang terkontaminasi kemudian menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal.

Di Amerika Serikat, kanker ini dialami satu dari setiap 100.000 penduduk. Beberapa hal pun diduga kuat meningkatkan risiko penyakit ini, seperti:

  • Laki-laki;

  • Memiliki riwayat keluarga kanker nasofaring;

  • Memiliki gen tertentu yang terkait dengan perkembangan kanker;

  • Telah melakukan kontak dengan EBV;

  • Merokok;

  • Minum banyak alkohol;

  • Sering terkena debu kayu atau bahan kimia. 

Apa Saja Pengobatan untuk Atasi Karsinoma Nasofaring ?

Pilihan penanganan kanker tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis kanker, stadiumnya, ukuran tumor, serta kondisi kesehatan. Nah, berikut ini adalah tiga jenis pengobatan standar yang bisa dilakukan: 

  • Terapi radiasi. Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray atau proton, untuk membunuh sel kanker. Pada kanker jenis ini, terapi radiasi dilakukan dengan prosedur radiasi eksternal. Dalam beberapa kasus, terapi radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi. Efek samping dari prosedur ini antara lain kulit kemerahan, rambut rontok, dan mulut kering.

  • Kemoterapi. Pengobatan ini akan membantu membunuh sel-sel kanker. Pengobatan dapat diberikan dengan cara diminum dalam bentuk pil, disuntikkan ke pembuluh darah, atau kombinasi dari keduanya. 

  • Operasi. Prosedur bedah atau operasi adalah alternatif yang jarang dipilih. Biasanya, operasi dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening di leher yang telah terdampak sel-sel kanker. Pada beberapa kasus, prosedur bedah ini juga dilakukan untuk mengangkat tumor di nasofaring.

Baca Juga: Benarkah Rokok dan Alkohol Pemicu Utama Kanker Laring?

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Nasopharyngeal carcinoma.
Web MD. Diakses pada 2019. Nasopharyngeal Cancer.