Benarkah Stres Bisa Picu Serangan Jantung?

Benarkah Stres Bisa Picu Serangan Jantung?

Halodoc, Jakarta – Tidak ada salahnya untuk selalu mengatur tingkat stres dalam tubuh. Kondisi stres yang tidak dapat ditangani dengan baik memicu banyak dampak buruk untuk kesehatan. Secara tidak langsung, stres dapat mengganggu kesehatan pencernaan. Stres yang tidak ditangani dapat menaikan asam lambung hingga risiko diare dan sembelit.

Baca juga: Tips Menghilangkan Stres dalam Waktu Singkat

Tidak hanya itu, parahnya, stres dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami serangan jantung. Serangan jantung merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhambat. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh jantung.

Serangan jantung merupakan kondisi yang umum terjadi dan banyak menjadi penyebab kematian khususnya bagi wanita maupun pria yang memiliki usia di atas 45 tahun.

Baca juga: 4 Cara Menjaga Kesehatan Mental Meski Sedang Stres

Begini Alasannya Stres Bisa Picu Serangan Jantung

Hindari tingkat stres pada tubuh kamu. Nyatanya, jantung menjadi salah satu organ yang terpapar dampak buruk ketika kamu mengalami stres yang cukup tinggi. Ada beberapa penyebab yang membuat stres dapat memicu serangan jantung, seperti:

1. Pembekuan Darah

Stres yang berlebihan meningkatkan kadar hormon adrenalin dan kortisol. Jika kedua hormon ini terlalu banyak dalam tubuh, kondisi ini menyebabkan tubuh rentan mengalami pembekuan darah. Pembekuan darah yang terjadi meningkatkan seseorang mengalami serangan jantung.

2. Tekanan Darah Tinggi

Kondisi stres menyebabkan tekanan darah pada tubuh meningkat. Tekanan darah tinggi yang tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung.

3. Rusaknya Pembuluh Darah

Ketika stres maka hormon sitokin dalam tubuh meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko rusaknya pembuluh darah dalam tubuh. Itulah sebabnya ketika kamu mengalami stres maka kamu rentan mengalami serangan jantung.

4. Ketidakseimbangan Hormon

Salah satu penyebab ketidakseimbangan hormon adalah tingkat stres yang cukup tinggi. Kondisi ini mengganggu metabolisme tubuh yang mampu sebabkan kolesterol dalam tubuh meningkat. Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh mengganggu kerja jantung yang membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung.

5. Penyumbatan Pembuluh Darah

Serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah yang terjadi dalam tubuh. Penurunan pasokan darah menuju jantung dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.

Bagaimana Mengatasi Stres?

Mengalami kondisi stres wajar dirasakan oleh sebagian orang. Sebaiknya atasi kondisi stres yang dialami agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan pada tubuh, salah satunya adalah masalah jantung. Kamu bisa mengatasi stres dengan melakukan beberapa cara ini:

1. Berolahraga

Selain membuat tubuh kamu lebih bugar, rutin melakukan olahraga dapat menjauhkan diri kamu dari kondisi stres. Ketika kamu melakukan olahraga, terjadi peningkatan hormon serotonin dan endorphin yang meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang. Dengan adanya kedua hormon tersebut tubuh terasa lebih rileks dan bahagia.

2. Melakukan Hobi

Setelah melakukan pekerjaan yang berat dan membuat tingkat stres bertambah, tidak ada salahnya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan diri kamu sendiri seperti melakukan hobi. Faktanya, melakukan hobi dapat membuat tubuh kamu lebih santai dan bahagia.

3. Konsumsi Air Putih

Saat mengalami kondisi stres, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi air putih yang cukup. Stres membuat asupan cairan dalam tubuh berkurang. Oleh sebab itu, konsumsi air putih mampu mengatasi lelah yang dirasakan dan stres dapat diatasi.

Jangan ragu jika kamu membutuhkan penanganan medis untuk menangani kondisi stres yang kamu alami. Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Kamu juga download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Depresi Bisa Terjadi pada Segala Usia