• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma?

Benarkah Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Jika kamu dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, mungkin kamu penasaran bagaimana tentang kesehatan sperma. Kamu perlu memahami beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan pria, kemudian pertimbangkan langkah-langkah untuk membantu supaya sperma lebih berkualitas. 

Agar kualitas sperma lebih baik, pria dapat mengonsumsi tomat. Kenapa tomat? Sebab likopen pada tomat, pigmen merah yang ditemukan pada tomat dapat meningkatkan jumlah sperma hingga 70 persen.

Berkat Kandungan Likopen pada Tomat

Likopen dapat ditemukan di beberapa buah dan sayuran, tetapi sumber utama dalam makanan adalah dari tomat. Likopen merupakan pigmen yang memberi warna merah pada tomat. Sifat antioksidan dari likopen tampaknya memiliki efek menguntungkan pada kualitas sperma.

Baca juga: Kualitas Sperma dan Ovum Berdasarkan Usia

Selain itu, hal yang perlu diketahui pria adalah kesehatan dan kualitas sperma tergantung pada berbagai faktor, termasuk jumlah, pergerakan, dan struktur:

  • Kuantitas. Kamu kemungkinan besar akan subur jika ejakulasi (air mani yang dikeluarkan dalam ejakulasi tunggal) mengandung setidaknya 15 juta sperma per mililiter. Terlalu sedikit sperma dalam ejakulasi mungkin akan membuatnya lebih sulit untuk hamil karena ada lebih sedikit kandidat yang tersedia untuk membuahi sel telur. 
  • Gerakan. Untuk mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus bergerak (menggeliat dan berenang melalui serviks, rahim, dan saluran tuba wanita). Ini dikenal sebagai motilitas. Kamu kemungkinan besar akan subur jika setidaknya 40 persen sperma bergerak lincah. 
  • Struktur (morfologi). Sperma yang normal memiliki kepala oval dan ekor panjang, yang bekerja bersama untuk mendorong mereka. Meskipun tidak sepenting faktor jumlah atau pergerakan sperma, semakin banyak sperma yang kamu miliki dengan bentuk dan struktur normal, semakin besar kemungkinan kamu untuk subur. 

Baca juga: 4 Hal yang Mengharuskan Laki-Laki Periksa Sperma

Agar dapat Menghasilkan Sperma yang Sehat

Berbagai masalah medis dapat berkontribusi pada masalah kesuburan pria. Di antaranya termasuk masalah di hipotalamus atau kelenjar hipofisis, bagian otak yang memberi sinyal pada testis untuk menghasilkan testosteron dan sperma (hipogonadisme sekunder), penyakit testis, dan gangguan transportasi sperma. 

Usia pun bisa berperan dalam hal tersebut. Kemampuan sperma untuk bergerak dan proporsi sperma normal cenderung menurun dengan bertambahnya usia dan memengaruhi kesuburan, terutama setelah usia 50 tahun.

Untuk bisa menghasilkan sperma yang sehat, kamu dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk meningkatkan peluang menghasilkan sperma yang sehat. Sebagai contoh:

  • Pertahankan berat badan yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) terkait dengan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma. 
  • Makan makanan yang sehat. Pilih banyak buah dan sayuran, yang kaya akan antioksidan dan mungkin membantu meningkatkan kesehatan sperma. 
  • Cegah infeksi menular seksual (IMS). Infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Untuk melindungi diri sendiri, praktikanlah hubungan intim yang aman dan sehat.
  • Kelola stres. Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.
  • Tetap aktif. Aktivitas fisik yang moderat dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan yang kuat, yang dapat membantu melindungi sperma. 

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Sulit Hamil Meski Pasangan Subur

Selain berupaya menjaga kesehatan tubuh dan makan-makanan yang sehat, upayakan pula untuk selalu berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Healthy sperm: Improving your fertility.
Parents. Diakses pada 2020. Can Eating Tomatoes Give Men Super Sperm?