Benarkah Vitamin C Cukup untuk Obati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Vitamin C Cukup untuk Obati Sariawan?

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu termasuk orang yang gemar mengonsumsi vitamin C kemasan saat mengalami sariawan? Jika iya, sebaiknya mulai sekarang jangan mengandalkan dosis tinggi yang ditawarkan di label kemasannya sebagai obat sariawan, deh. Sebab sariawan atau yang nama medisnya stomatitis merupakan peradangan di rongga mulut dan penyebab pastinya tidak diketahui dengan jelas. Jadi, belum tentu sariawan merupakan tanda kekurangan vitamin C.

Sariawan biasanya muncul di area dalam pipi, bibir, lidah, dan langit-langit mulut. Jumlahnya bisa satu ataupun lebih. Rasa sakit dan tidak nyaman ketika mengalami sariawan tidak hanya hadir saat makan dan minum, tetapi juga saat menggosok gigi. Sariawan biasanya dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

Baca Juga: Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

Namun, pada beberapa kasus, sariawan bisa menetap di mulut hingga beberapa minggu, bahkan hingga meninggalkan bekas luka. Nah, jika tidak ingin sariawan menetap hingga berminggu-minggu, kamu bisa mengatasi atau setidaknya meredakan gejalanya dengan menggunakan obat sariawan alami berikut: 

  • Berkumur dengan larutan garam atau dengan larutan baking soda (1 sdt baking soda dan ½ cangkir air hangat).

  • Minum banyak air.

  • Letakkan bongkahan kecil es batu di sariawan hingga meleleh.

  • Oleskan sedikit magnesium hidroksida cair ke sariawan beberapa kali sehari. Magnesium hidroksida terdapat pada obat maag cair.

  • Konsumsi makanan, sayuran, dan buah-buahan yang tinggi kandungan vitamin C, vitamin B, folat, dan zat besi. Bila perlu, konsumsi suplemen yang mengandung vitamin tersebut. Vitamin C dan vitamin B kompleks dapat mempercepat penyembuhan sariawan.

Jadi, boleh-boleh saja mengonsumsi vitamin C saat mengalami sariawan. Meski dapat mempercepat penyembuhan, perlu diingat bahwa mengonsumsi vitamin C banyak-banyak saja tidaklah cukup untuk mengobati sariawan. Lebih lanjutnya, kamu bisa diskusi dengan dokter di aplikasi Halodoc. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung seputar sariawan melalui Chat atau Voice/Video Call.

Baca Juga: Hati-Hati, Stres Berlebihan Bisa Sebabkan Sariawan

Tips Agar Sariawan Tidak Bertambah Parah

Selain mencoba berbagai obat sariawan alami tadi, kamu juga dapat melakukan hal-hal berikut agar sariawan tidak makin parah:

  • Rajinlah sikat gigi dan menggunakan benang gigi agar luka sariawan tidak terinfeksi bakteri.

  • Sikat gigi secara perlahan-lahan, gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi bebas detergen.

  • Hindari mengonsumsi makanan pedas atau asam, karena dapat menyebabkan iritasi dan nyeri lebih lanjut.

  • Konsumsi makanan lunak yang mudah ditelan, dipotong kecil-kecil, digiling, atau dihaluskan.

  • Hindari makanan asin, kopi, cokelat, kacang-kacangan, keripik kentang atau biskuit yang dapat melukai sariawan, minuman bersoda atau beralkohol, rokok, serta makanan dan minuman yang terlalu manis, terlalu panas, atau terlalu dingin.

  • Berkumur dengan mouthwash atau obat kumur yang tidak mengandung alkohol.

  • Jangan menyentuh sariawan karena dapat mengganggu proses penyembuhan dan menyebabkan infeksi menyebar.

  • Jika mulut benar-benar terasa sakit, gunakan sedotan jika ingin minum.

  • Berhenti merokok.

Baca Juga: Mengobati Sariawan dengan Lidah Buaya

Jika obat sariawan alami dan berbagai tips tadi tidak membuat sariawan sembuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Apalagi jika luka sariawan ternyata terus berulang, semakin membesar, menyebar, dan berlangsung selama tiga minggu atau lebih. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc., lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Referensi:

WebMD (Diakses pada 2019). Stomatitis

Medical News Today (Diakses pada 2019). Everything you need to know about stomatitis

Healthline (Diakses pada 2019). Stomatitis