22 March 2019

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menyembuhkan Kusta?

berapa-lama-waktu-yang-dibutuhkan-untuk-menyembuhkan-kusta-halodoc

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar atau bahkan melihat orang yang sakit kusta? Dikenal juga dengan nama lepra atau penyakit Hansen, kusta adalah salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa menyebabkan kecacatan dan putusnya salah satu anggota gerak, seperti jari, luka borok, dan lainnya.

Itulah mengapa pengidap penyakit ini sering dikucilkan dan didiskriminasi. Meski demikian, kusta sebenarnya bisa disembuhkan kok, namun proses pemulihannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Simak lebih lanjut penjelasannya di sini.

Mengenal Kusta

Kusta adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Dengan demikian, penyakit ini bisa menimbulkan dampak berupa luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa. Kusta sendiri disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium leprae.

Bakteri ini memerlukan waktu selama 6 bulan sampai 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Itulah mengapa terkadang gejala kusta baru muncul 1 sampai 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh pengidap.

Baca juga: Disebut Penyakit Mematikan, Inilah Awal Mula Penyakit Kusta

Gejala Kusta

Gejala dan tanda kusta seringkali tidak terlalu terlihat jelas dan berkembang dengan sangat lambat. Bahkan, gejala kusta bisa baru muncul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak di dalam tubuh pengidap. Tapi, secara umum, berikut gejala-gejala kusta:

  • Mati rasa, baik terhadap sentuhan, rasa sakit, tekanan, maupun perubahan suhu.

  • Muncul luka, namun tidak terasa sakit.

  • Muncul lesi pucat dan menebal pada kulit.

  • Otot melemah, bahkan sampai mengalami kelumpuhan, terutama otot di kaki dan tangan.

  • Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut.

  • Alis dan bulu mata hilang.

  • Mata jarang mengedip, sehingga menjadi kering, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

  • Hilangnya jari jemari.

  • Kerusakan pada hidung yang bisa menyebabkan mimisan, hidung tersumbat atau kehilangan tulang hidung.

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami oleh Pengidapnya

Cara Mengobati dan Lamanya Penyembuhan Kusta

Kabar baiknya, pengidap kusta bisa sembuh dalam waktu 6 bulan sampai 2 tahun setelah diberikan kombinasi antibiotik. Jenis, dosis, dan lamanya konsumsi antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta yang dialami pengidap. Berbagai contoh antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati kusta, di antaranya rifampicin, dapsone, dan clofazimine.

Terdapat juga Multi Drug Treatment (MDT) yang merupakan kombinasi dari beberapa antibiotik yang berkhasiat menyembuhkan dan mencegah resistensi dari bakteri penyebab kusta. Berkat MDT, total kasus kusta di dunia menurun hingga 90 persen.

Setelah diberikan antibiotik, biasanya operasi perlu dilakukan sebagai tindakan lanjutan pengobatan kusta. Tujuan operasi dilakukan bagi pengidap kusta adalah untuk:

  • Memperbaiki bentuk tubuh pengidap yang cacat

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak

  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Dengan dilakukannya langkah-langkah pengobatan tersebut, pengidap kusta diharapkan bisa sembuh total, mencegah terjadinya kecacatan, sekaligus memutuskan rantai penularan, sehingga angka pengidap kusta bisa menurun.

Penyakit kusta sendiri sebenarnya tidak menular hanya dengan bersalaman dengan pengidap, duduk bersebelahan, duduk di meja makan yang sama, atau berhubungan ke pengidap. Kusta juga tidak bisa ditularkan dari ibu ke janin.

Itulah sebabnya pengidap kusta tidak perlu dijauhi atau dikucilkan. Justru dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat bisa membantu keberhasilan kesembuhan pengidap.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Penularan Kusta yang Harus Dipahami

Bila kamu masih punya pertanyaan lain soal kusta, tanyakan saja langsung ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar masalah kesehatan dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.