Berat Badan Turun Tiba-Tiba, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Berat Badan Turun Tiba-Tiba, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Wajar jika berat badan berfluktuasi sepanjang tahun. Mungkin kamu makan terlalu banyak selama liburan, sehingga terjadi penambahan berat badan atau malah terserang flu akhirnya turun beberapa kilo. 

Namun, jika kamu mengalami penurunan berat badan sampai lima persen dari berat badan sebelumnya dalam waktu kurang dari enam bulan, bisa jadi pertanda problem kesehatan. Penurunan berat badan yang drastis kalau menurut Kerry Hildreth, MD ahli fisiologis dari University of Colorado merupakan tanda kesehatan yang serius.

Tanda Kondisi Kesehatan Memburuk?

Penurunan berat badan adalah gejala umum hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif. Ini berarti tiroid yang membantu mengatur metabolisme dan pertumbuhan tubuh memompa terlalu banyak hormon yang mengakibatkan perubahan tubuh.

Baca juga: Tips Turunkan Berat Badan Dalam 30 Hari

Kamu bisa mengindikasi penurunan berat badan terkait dengan tiroid jika mengalami gejala peningkatan rasa lapar, jantung berdebar, masalah tidur serta merasa panas sepanjang waktu. Selain hormon tiroid yang terlalu aktif, penurunan berat badan juga erat kaitannya dengan beberapa kondisi kesehatan berikut:

  1. Pola Makan yang Buruk

Seiring bertambahnya usia, sistem kerja lambung mengosongkan isinya menjadi lebih lambat, yang membuat seseorang merasa lebih kenyang lebih lama. Beberapa sinyal otak yang mengendalikan nafsu makan juga melemah. 

Semua ini dapat menyebabkan orang dewasa yang lebih tua makan lebih sedikit dan gagal mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kebutuhan tubuh mereka. Jika kamu mengalami ini, pastikan tubuh mengonsumsi protein yang cukup untuk membantu tubuh melakukan fungsinya secara baik. 

Beberapa fungsi tubuh yang terkait isu ini adalah mengekang rasa lapar, menstabilkan gula darah, dan membangun massa otot yang hilang saat orang bertambah usia. Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi nafsu makan.

  1. Mengidap Penyakit Celiac

Mengidap kelainan autoimun tertentu juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang drastis. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengacaukan lapisan usus kecil, sehingga menghambat kemampuannya untuk membantu tubuh menyerap nutrisi dengan baik. Selain penyakit autoimun, seperti celiac, penyakit radang usus seperti penyakit Crohn juga dapat menyebabkan penurunan berat badan karena malabsorbsi juga.

Baca juga: Turunkan Berat Badan dengan Program Diet DASH

Ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit autoimun, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

  1. Depresi

Kehilangan nafsu makan adalah efek samping umum dari depresi klinis dan yang dapat mendorong penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Dalam banyak kasus, orang yang mengalami depresi, bahkan tidak menyadari bahwa mereka kehilangan berat badan karena terperosok dalam depresi. Lekas marah, minum banyak, keragu-raguan, dan masalah tidur adalah gejala umum depresi lainnya.

  1. Pankreatitis

Masalah dengan pankreas dapat menghasilkan enzim di pencernaan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Pengidap pankreatitis kronis, yaitu penyakit di mana pankreas menjadi meradang dan cenderung menurunkan berat badan dengan cepat (bahkan, jika mereka makan secara normal).

Ini  dikarena tubuh sama sekali tidak menghasilkan enzim yang cukup untuk mencerna makanan secara benar. Sakit perut, kotoran yang berubah warna (atau berminyak), diare, atau mual setelah makan-makanan berlemak adalah gejala dari pankreatitis.

  1. Mengidap Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan penurunan berat badan. Selain gejala lainnya di mana pengidapnya merasakan haus yang amat sangat dan sepanjang waktu. Umumnya kalau kamu mengidap diabetes, kamu akan berkemih terus-menerus. Ini dikarenakan tubuh mengeluarkan glukosa karena tidak bisa menyerapnya dan mendorong sensasi kehausan. Diabetes juga menyebabkan tubuh mengisap makanan dari otot-otot yang memicu penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Referensi:

Prevention. Diakses pada 2019. 8 Reasons You're Losing Weight for Seemingly No Reason, According to Doctors.
WebMD. Diakses pada 2019. How Your Appetite Can Sabotage Weight Loss.