Hati-Hati Bercak Merah pada Mata Tanda Terserang Pterygium

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pterygium, penyakit mata

Halodoc, Jakarta - Jika mata kamu mengalami pandangan yang sedikit kabur, atau timbul bercak-bercak merah, kamu harus waspada! Pasalnya, kedua kondisi itu termasuk dalam beberapa gejala dari pterygium. Apa itu pterygium? Apa yang menjadi gejala dan penyebab kondisi ini? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca juga: Waspadai Perubahan pada Mata, Kenali Tandanya!

Apa Itu Pterygium?

Pterygium merupakan salah satu penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Kondisi tersebut membuat selaput pada bagian putih mata berubah warna menjadi keruh. Biasanya, kondisi ini menyerang orang yang terlalu sering beraktivitas di luar rumah.

Meskipun pterygium merupakan pertumbuhan non-kanker dan jarang menyebabkan komplikasi berbahaya, jika terus mengalami pertumbuhan dan tidak ditangani dengan baik, pterygium bisa menyebar sampai menutupi pupil mata. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi penglihatan mata. Pertumbuhan selaput ini biasanya dimulai dari bagian tepi mata yang dekat dengan hidung, kemudian menyebar ke arah mata bagian tengah.

Apa Gejala yang Ditimbulkan dari Pterygium?

Selaput yang tumbuh ini umumnya tidak selalu menimbulkan gejala. Bahkan, terkadang seseorang yang mengidap kondisi ini tidak menyadarinya. Namun, beberapa gejala yang mungkin akan timbul, seperti:

  1. Bercak merah pada mata.

  2. Iritasi mata.

  3. Pandangan sedikit kabur.

  4. Mata terasa gatal.

  5. Ada sensasi rasa panas pada mata.

  6. Terasa ada sesuatu yang mengganjal pada mata.

Apa Penyebab dari Pterygium?

Sampai saat ini, penyebab kondisi ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Berada di bawah sinar matahari langsung selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko terjadinya pterygium. Mata yang kering, debu, asap, serta angin juga berpotensi meningkatkan risiko pterygium.

Pria memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena pterygium dibandingkan dengan wanita. Selain itu, semakin bertambahnya usia seseorang, semakin tinggi pula risiko untuk mengalami hal ini. Selain itu, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang yang tinggal di daerah dengan iklim tropis atau kering. Di Indonesia, petani dan nelayan merupakan pekerjaan yang rentan mengalami pterygium.

Bagaimana Penanganan Pterygium?

Kondisi ini bisa dideteksi oleh dokter dengan melihat gejala utamanya, yaitu tumbuhnya selaput tipis pada permukaan bola mata. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan mata lebih lanjut untuk memastikan kondisi pengidap. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur kemampuan penglihatan, serta memeriksa perubahan lengkungan pada kornea pengidap.

Baca juga: Katarak Mengincar, Mulai Jaga Kesehatan Mata

Nah, dari hasil pemeriksaan tersebut, akan diketahui tingkat keparahan pterygium yang dialami. Jika masih dalam tahap normal, serta tidak mengganggu penglihatan dan kenyamanan mata, pengidap tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, pengidap akan tetap disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata secara berkala.

Apabila selaput yang tumbuh pada permukaan bola mata sudah menghalangi lapangan pandang atau mengganggu kenyamanan dalam melihat, hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan, misalnya obat tetes mata yang mengandung steroid dan lubrikasi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya peradangan atau untuk meringankan gejala. Namun, apabila dengan pemberian obat-obatan saja tidak cukup, dapat dilakukan pengangkatan selaput pterygium melalui operasi. Pperasi pterygium biasanya memerlukan 30–45 menit.

Baca juga: 7 Cara Mudah Dalam Menjaga Kesehatan Mata

Disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter apabila ada sesuatu yang aneh dengan mata kamu, karena dapat bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu jika tidak segera diobati. Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat dan Voice/Video Call. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat di aplikasi Halodoc, dan obat akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!