28 November 2018

Bersin Jangan Ditahan, Hati-Hati Gendang Telinga Pecah

Bersin Jangan Ditahan, Hati-Hati Gendang Telinga Pecah

Halodoc, Jakarta – Menahan bersin adalah satu kebiasaan yang tidak disarankan. Meski terkadang ada beberapa situasi yang tidak memungkinkan untuk bersin, tapi kebiasaan menahan bersin ternyata bisa memberi dampak yang buruk. Kok bisa?

Bersin merupakan sebuah respon tubuh yang berperan sebagai pertahanan. Pasalnya, proses yang terjadi secara reflek ini dilakukan untuk mengeluarkan benda asing, seperti debu, serangga, serbuk, ataupun hal lainnya yang masuk melalui hidung. Jika dibiarkan, benda asing tersebut bisa masuk ke dalam tubuh dan mengganggu pernapasan. Maka dari itu, sebenarnya bersin adalah proses yang cukup kompleks.

Saat bersin, terjadi proses pengeluaran udara bertekanan tinggi dari paru-paru untuk menjaga saluran udara tetap terbuka dan tidak tersumbat benda asing yang masuk. Nah, menahan bersin bisa membuat tekanan yang seharusnya keluar tersebut, kembali masuk lewat rongga sinus. Alhasil, udara terperangkap dalam tubuh, masuk ke kepala, dan rongga dada. Tak hanya itu, menahan bersin pun dapat memicu peningkatan tekanan dalam tubuh, hingga 5 kali lipat dan berisiko merusak organ tubuh.

Selanjutnya, udara yang terperangkap tersebut bisa kembali naik ke saluran telinga bagian dalam. Hal itu yang kemudian bisa menyebabkan gendang telinga pecah. Kebiasaan menahan bersin disebut bisa memecahkan struktur telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan gangguan pendengaran yang bisa berlangsung selamanya.

Gendang telinga pecah merupakan satu kondisi yang menyebabkan terjadinya robek atau lubang pada lapisan di bagian tengah saluran telinga yang disebut membrane timpani. Bagian ini berfungsi untuk mendeteksi suara, dan mengubahnya menjadi getaran yang kemudian diubah menjadi sinyal untuk dikirim ke otak.

Munculnya lubang atau robekan dalam gendang telinga bisa menyebabkan gejala berupa gangguan pendengaran dan rasa sakit pada telinga. Selain kebiasaan menahan bersin, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab pecahnya gendang telinga. Apa saja?

1. Infeksi

Salah satu penyebab paling sering pecahnya gendang telinga adalah infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian tengah dan menyebabkan tekanan. Pada kondisi tertentu, tekanan akibat infeksi tersebut bisa membuat robekan pada gendang telinga.

2. Cedera

Cedera pada bagian telinga juga bisa menjadi pemicu gendang telinga pecah. Ada banyak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami cedera pada telinga, mulai dari terkena pukulan, kecelakaan saat berkendara, hingga berolahraga.

3. Tekanan

Melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada telinga juga bisa menjadi penyebab gendang telinga pecah. Misalnya, menyelam, naik pesawat, berkendara ke tempat tinggi, ataupun mendaki gunung. Pasalnya, seluruh aktivitas tersebut bisa menyebabkan perubahan tekanan akibat ketinggian yang memicu robekan pada gendang telinga.

4. Suara yang Keras

Pecahnya gendang telinga juga bisa terjadi karena paparan gelombang suara yang besar dan mengejutkan, seperti suara tembakan. Hal ini bisa menyebabkan gendang telinga pecah atau gangguan lain pada indera pendengaran tersebut.

5. Sembarangan Membersihkan Telinga

Salah satu kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko gendang telinga pecah adalah adanya sembarangan dalam membersihkan telinga. Sebab, kebiasaan membersihkan telinga bisa memberi luka goresan dan menyebabkan robek pada gendang telinga.

Cari tahu lebih lanjut seputar gendang telinga pecah, dan apa saja bahayanya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: