Biar Cepat Sembuh, Ini 3 Cara Atasi Demam Saat Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Biar Cepat Sembuh, Ini 3 Cara Atasi Demam Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Seseorang dikatakan demam ketika ia mengalami suhu badan diatas 38 derajat celcius. Meskipun terkadang mengkhawatirkan, nyatanya seseorang yang mengalami demam belum tentu ia memiliki penyakit yang serius. Demam sendiri merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat adanya virus, bakteri atau parasit.

Nyatanya, demam sendiri bukan merupakan penyakit. Demam hanya sebuah gejala yang muncul akibat kondisi kekebalan tubuh yang sedang melawan virus dalam tubuh. Sehingga biasanya, kondisi demam dapat sembuh sendiri dengan beberapa perawatan.

Namun ada baiknya tetap memerhatikan suhu badan. Biasanya, penggunaan termometer dilakukan untuk memastikan kondisi suhu badan. Sebaiknya kamu tidak terlalu panik ketika kamu atau orang lain mengalami demam. Pada bayi dan anak-anak, ketika suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, ibu bisa membawa anak ke rumah sakit.

Pada orang dewasa, ketika suhu tubuh mencapai 39 derajat celcius sebaiknya segera mendapatkan perawatan tim medis. Selain cek suhu tubuh, kamu perlu memerhatikan gejala lainnya yang muncul.

Baca juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak

Ketika demam, kamu memerlukan asupan cairan lebih. Tapi bagaimana jika kamu ingin menjalankan ibadah puasa ketika sedang demam? Kamu bisa lakukan beberapa cara ini untuk mengatasi demam ketika menjalankan Ibadah puasa.

1. Mencukupi Kebutuhan Cairan dalam Tubuh

Saat demam pastikan tubuh kamu mendapatkan kebutuhan cairan yang mencukupi. Hal ini dikarenakan ketika kamu mengalami demam, maka kamu mengalami kenaikan suhu tubuh yang membuat tubuh kamu akan terasa lebih panas.

Suhu tubuh yang meningkat dapat mempercepat penguapan cairan dalam tubuh dan kondisi ini nyatanya akan membuat kamu lebih mudah merasakan dehidrasi. Hindari kondisi dehidrasi ketika puasa dengan mengonsumsi cukup air pada waktu berbuka puasa, waktu setelah berbuka puasa dan waktu sahur. Usahakan mengonsumsi lebih dari 8 gelas agar kamu terhindar dari dehidrasi. Sebaiknya hindari konsumsi air dingin atau yang terlalu panas. Konsumsi air dengan suhu ruang.

2. Hindari Penggunaan Pakaian Tebal

Meskipun saat demam tubuh terasa sangat dingin, sebaiknya hindari penggunaan pakaian tebal. Pakaian yang tebal dapat menghambat pelepasan panas dari tubuh dan berisiko untuk membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi.

3. Konsumsi Makanan yang Tepat ketika Berbuka dan Sahur

Sebaiknya saat kamu demam, pilih makanan untuk berbuka dan sahur dengan tepat. Mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C, vitamin E dan vitamin A dapat menjaga kekebalan tubuh karena sifat antioksidan.

Baca juga: Anak Demam Karena Ibu Puasa, Ada Kaitannya?

Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan probiotik juga bisa menjadi pilihan seperti yoghurt atau tempe. Probiotik adalah bakteri baik yang dapat menjaga keseimbangan bakteri pada usus dan menguatkan sistem kekebalan tubuh kamu. Makanan yang menjadi sumber protein juga bisa menjadi pilihan agar tubuh kamu mendapatkan banyak energi.

Jika suhu tubuh tidak juga turun dengan perawatan-perawatan sederhana, sebaiknya konsumsi obat-obatan yang bisa membantu kamu untuk menurunkan suhu tubuh kamu. Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi obat penurun demam pada saat buka puasa, setelah berbuka puasa atau sahur. Jangan lupa untuk mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan.

Tidak ada salahnya untuk lakukan pengecekan rutin terhadap kesehatan tubuh. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter mengenai kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Kenapa Demam pada Anak bisa Sebabkan Kelumpuhan?