13 March 2019

Bikin Sulit Bernapas, Bagaimana Fibrosis Paru Diobati?

Bikin Sulit Bernapas, Bagaimana Fibrosis Paru Diobati?

Halodoc, Jakarta – Fibrosis paru adalah penyakit yang bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini terjadi karena munculnya jaring parut pada organ paru-paru. Hal itu kemudian menyebabkan terganggunya kinerja paru-paru, hingga menyebabkan kerusakan pada organ tersebut.

Kabar buruknya, seiring berjalannya waktu kerusakan tersebut bisa menyebabkan jaringan dalam paru-paru alias alveolus menebal dan kaku. Penebalan tersebut kemudian menyebabkan oksigen sulit untuk masuk ke dalam darah.

Rusaknya paru-paru menjadi penyebab utama pengidap penyakit ini mengalami kesulitan bernapas. Pada dasarnya, ada berbagai faktor yang disebut bisa memicu kondisi ini, namun hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu munculnya jaring parut yang menyebabkan fibrosis paru.

Baca juga: Kenalan dengan Fibrosis Paru yang Juga Mematikan

Fibrosis paru juga bisa terjadi sebagai lanjutan dari penyakit tertentu yang sebelumnya menyerang. Kondisi ini bisa muncul setelah seseorang mengidap pneumonia, rheumatoid arthritis, sarkoidosis, hingga dermatomyositis. Tak hanya itu, konsumsi jenis obat-obatan tertentu juga disebut sebagai salah satu faktor pemicu fibrosis paru.

Penyakit fibrosis paru disebut lebih rentan menyerang pria dibandingkan wanita, terutama pada pria yang sudah lanjut usia. Meningkatnya risiko fibrosis paru juga disebut berkaitan dengan faktor genetik alias keturunan. Fibrosis paru bisa saja menyerang karena faktor “warisan” dari keluarga. Orang yang aktif merokok dan sering terpapar asap rokok juga disebut memiliki risiko lebih besar mengembangkan penyakit ini.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Fibrosis Paru?

Paru-paru yang rusak karena penyakit ini tidak bisa diperbaiki. Meski begitu, pengobatan tetap dibutuhkan untuk mengurangi gejala dan mencegah penyakit menjadi lebih parah. Pada fibrosis paru, gejala dan tingkat keparahan yang terjadi bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Pada satu orang, gejala bisa muncul dengan cepat dan berat, sedangkan pada pengidap fibrosis lain mungkin sebaliknya.

Pengobatan dan perawatan yang dilakukan pada pengidap fibrosis paru bertujuan untuk memperlambat kerusakan paru-paru. Selain itu, pemberian obat juga bertujuan untuk mengurangi gejala yang muncul. Apa saja pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit fibrosis paru?

  • Konsumsi Obat

Salah satu metode perawatan untuk penyakit ini adalah mengonsumsi jenis obat tertentu. Biasanya, obat yang berfungsi untuk mengatasi gangguan saluran pencernaan juga akan diresepkan, karena umumnya kedua kondisi tersebut muncul secara bersamaan. Pemberian obat akan dilakukan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi tubuh.

Baca juga: Hidup Lebih Sehat dengan Menjaga Kesehatan Paru-paru

  • Terapi Oksigen

Terapi oksigen mungkin akan disarankan pada orang yang mengidap penyakit fibrosis paru. Tujuannya untuk melatih pernapasan, agar lebih lancar dan mudah. Selain itu, cara pengobatan ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi akibat kadar oksigen yang rendah.

Pengobatan dengan terapi oksigen juga dibutuhkan untuk mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung. Cara ini juga bisa membantu meningkatkan kualitas tidur, sehingga aktivitas harian akan berjalan lebih lancar tanpa gangguan yang berarti dari gejala fibrosis paru.

  • Rehabilitasi Paru

Cara pengobatan ini dilakukan untuk mengurangi gejala dan menunjang fungsi tubuh. Selain itu, rehabilitasi paru juga dilakukan untuk melatih ketahanan fisik serta meningkatkan kemampuan dan teknik pernapasan agar efisiensi paru menjadi lebih baik. Ini penting untuk mengurangi gejala sulit bernapas pada pengidap fibrosis paru.

  • Transplantasi Paru

Pada tingkat yang paling parah, kerusakan paru mungkin hanya bisa dilakukan dengan melakukan transplantasi terhadap organ tersebut. Tapi, sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan seputar manfaat baik hingga penolakan tubuh yang bisa terjadi akibat penggantian organ.  

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kapasitas Paru-Paru

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit fibrosis paru dan cara pengobatannya dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!