Bisa Bikin Testis Nyeri, Ini Dampak Hidrokel pada Pria

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bisa Bikin Testis Nyeri, Ini Dampak Hidrokel pada Pria

Halodoc, Jakarta – Testis atau buah zakar tiba-tiba terasa nyeri? Jangan-jangan kamu mengalami hidrokel. Hidrokel adalah masalah yang terjadi pada testis atau buah zakar. Dalam beberapa kasus hidrokel, bisa menyebabkan testis terasa nyeri, skrotum membengkak, dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Yuk, ketahui dampak hidrokel pada tubuh di sini.

Selain Mr. P, testis juga merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang perlu dijaga kesehatannya. Testis berfungsi untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Sepasang testis ini menggantung di bawah Mr.P, dan terbungkus oleh kantung kulit yang disebut skrotum.

Namun, sama seperti organ-organ tubuh lainnya, testis pun juga bisa mengalami masalah. Salah satu contoh masalah yang bisa terjadi pada testis adalah hidrokel.

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyakit Ini Umumnya Menyerang Testis

Apa Itu Hidrokel?

Hidrokel adalah penumpukan cairan yang terjadi di sekeliling testis. Penumpukan cairan ini sebenarnya tidak sakit dan tidak berbahaya, tapi bisa membuat skrotum (kantung buah zakar) membengkak. Ukuran skrotum yang membesar dan bobotnya yang juga bertambah berat akan menyebabkan pria yang mengalaminya menjadi tidak nyaman.

Risiko seorang pria untuk mengalami hidrokel semakin tinggi setelah memasuki usia 40 tahun. Selain itu, pria yang mengidap infeksi menular seksual atau pernah mengalami cedera skrotum juga berisiko terkena penyakit ini. Sedangkan pada bayi, risiko hidrokel akan meningkat bila bayi lahir prematur.

Penyebab Hidrokel

Sayangnya, penyebab sebagian besar hidrokel masih belum diketahui secara pasti. Namun, bila hidrokel terjadi pada bayi baru lahir, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya celah terbuka antara perut dan skrotum.

Ketika masih ada di dalam kandungan, testis bayi yang berada di bagian perut akan turun ke dalam skrotum melalui celah yang terdapat di antara perut dan skrotum. Sepasang testis tersebut terbungkus dalam kantong yang berisi cairan. Normalnya, celah tersebut akan menutup sebelum bayi lahir atau segera sesudah lahir. Kemudian, cairan dalam kantong tersebut akan diserap oleh tubuh secara otomatis.

Namun, cairan juga bisa saja tetap bertahan setelah celah tertutup. Kondisi ini dinamakan hidrokel nonkomunikan. Jangan khawatir, cairan tersebut akan diserap tubuh secara perlahan pada tahun pertama setelah bayi lahir.

Nah, tapi ada juga kemungkinan kalau celah tersebut tidak menutup dan cairan tetap mengalir dari rongga perut atau mengalir balik ke rongga perut bila skrotum sudah penuh. Kondisi ini disebut hidrokel komunikan dan bisa disertai dengan hernia inguinalis.

Sedangkan pada orang dewasa, hidrokel bisa terjadi sebagai akibat infeksi pada skrotum. Infeksi yang paling sering menyebabkan hidrokel pada orang dewasa di seluruh dunia adalah filariasis atau kaki gajah, yaitu sebuah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti.

Baca juga: Ganggu Reproduksi Pria, Begini Cara Atasi Epididimitis

Kenali Gejalanya

Hidrokel seringkali tidak menimbulkan gejala-gejala yang khusus. Namun, pada beberapa kasus, hidrokel bisa menimbulkan rasa nyeri, membuat kulit skrotum jadi memerah, dan ada rasa tertekan pada bagian pangkal Mr. P. Umumnya, rasa sakit baru terasa ketika ukuran skrotum sudah bertambah besar. Ukuran skrotum yang membengkak juga bisa berubah-ubah dalam sehari. Pada bayi, pembengkakan pada hidrokel biasanya bisa hilang dengan sendirinya.

Kamu disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila terjadi gejala-gejala berikut:

  • Muncul rasa nyeri secara tiba-tiba pada skrotum, padahal skrotum tidak membengkak.
  • Terjadi pembengkakan pada skrotum.
  • Memiliki bayi dengan hidrokel yang tidak menghilang setelah setahun.

Baca juga: Hidrokel Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius

Nah, itulah dampak hidrokel yang bisa menyebabkan testis nyeri. Bila kamu memiliki masalah dengan organ reproduksi, tanyakan saja ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Enggak perlu malu, karena kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.