Bisa Dialami Siapa Saja, Apa Faktor Risiko Endokarditis?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
endokarditis

Halodoc, Jakarta - Jantung merupakan organ yang sangat terlindungi dari serangan bakteri berbahaya. Biasanya, bakteri hanya akan melalui jantung tanpa menimbulkan bahaya. Namun, jika jantung bermasalah, apalagi permasalahan terletak pada katup jantung, bakteri dapat menempel pada lapisan di dalam jantung dan dapat mengakibatkan infeksi. Nah, infeksi ini disebut dengan endokarditis.

Kondisi tersebut merupakan infeksi pada endokardium, yaitu lapisan dalam jantung. Penyakit ini termasuk jarang ditemui, tetapi dapat menimbulkan komplikasi, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Ini beberapa faktor pemicu di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap endokarditis!

Baca juga: Endokarditis Diakibatkan Kuman yang Menyerang Jantung

Gejala yang Dialami Pengidap Endokarditis

Nama lain untuk kondisi ini adalah “endokarditis infektif” atau “endokarditis bakteri”. Gejala dari endokarditis dapat berupa penurunan nafsu makan, pembesaran limpa, nyeri dada saat bernapas, batuk yang terus-menerus, kulit berwarna pucat, sesak napas saat beraktivitas, berkeringat pada malam hari, terdapat darah pada urine, bengkak pada tungkai atau perut, berat badan turun tanpa sebab, bintik merah disertai nyeri pada telapak tangan dan telapak kaki, serta adanya benjolan merah pada bawah kulit, jari tangan, dan jari kaki.

Kebanyakan pengidap kondisi ini tidak segera melakukan pengobatan, karena gejala yang terjadi mirip dengan penyakit flu seperti menggigil, kelelahan, demam, rasa sakit di bagian sendi, dan keringat dingin. Gejala endokarditis dapat berkembang perlahan dalam hitungan minggu atau bulan. Bisa juga terjadi secara mendadak dalam beberapa hari. Tergantung pada kuman penyebab infeksi, dan apakah pengidap pernah mempunyai riwayat gangguan jantung.

Baca juga: Pengidap Penyakit Jantung Bawaan Berisiko Mengalami Endokarditis

Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Endokarditis

Endokarditis umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke aliran darah, kemudian menginfeksi bagian jantung yang sedang rusak. Endokarditis tidak menyerang jantung orang yang sehat. Namun, penyakit ini rentan terjadi pada seseorang dengan kondisi tertentu, misalnya penyakit jantung bawaan, pengidap kardiomiopati (kelainan otot pada jantung yang dapat mengakibatkan gagal jantung), dan seseorang dengan katup jantung prostetik (seseorang yang menggunakan katup jantung dari material buatan).

Infeksi yang terjadi di dalam tubuh menyebabkan bakteri beredar dalam darah. Bakteri menginfeksi daerah yang sudah rusak atau jantung yang berpenyakit. Katup jantung buatan sangat rentan terhadap infeksi, karena sistem kekebalan tubuh yang tidak mengenali perangkat tambahan ini sebagai bagian dari tubuh. Infeksi menyebabkan peradangan dan pembekuan darah. Peradangan pada pembuluh darah atau pembekuan darah dapat mengurangi aliran darah ke organ tubuh lain dan dapat menyebabkan komplikasi lebih parah.

Endokarditis bisa dialami oleh siapa saja. Namun, beberapa faktor pemicu di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap endokarditis, antara lain:

  • Mengidap kerusakan pada katup jantung.

  • Penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lain.

  • Pernah mengidap endokarditis sebelumnya.

  • Penggunaan katup jantung buatan.

  • Mengidap penyakit jantung bawaan.

Baca juga: Cara Pencegahan dan Pengobatan Endokarditis

Jangan takut, sebelum kamu mengidap kondisi ini, kamu dapat mencegah kondisi ini dengan rajin menjaga kebersihan gigi rutin. Hal ini dilakukan untuk mencegah kuman muncul dan masuk ke aliran darah. Jika ada yang mau kamu tanyakan tentang masalah kesehatan kamu, lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!