Bisakah Mata Kembali Normal Jika Terkena Hifema?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bisakah-mata-kembali-normal-jika-terkena-hifema-halodoc

Halodoc, Jakarta – Mata adalah salah satu organ yang sangat penting yang perlu dijaga kesehatannya. Namun, terkadang mata juga bisa mengalami cedera, seperti saat berolahraga. Cedera pada mata ini bisa mengakibatkan robeknya iris atau pupil mata, sehingga terjadilah perdarahan di bagian depan mata yang disebut hifema. Tidak hanya membuat mata menjadi merah, hifema juga bisa menyebabkan penglihatan terganggu. Lantas, bisakah mata kembali normal jika mengalami hifema? Simak jawabannya di sini.

Baca juga: Muncul Bercak Merah di Mata, Kenali Fakta Episkleritis

Hifema adalah perdarahan yang terjadi di bilik depan mata di antara kornea (selaput bening mata) dan iris (selaput pelangi). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma yang terjadi pada mata dan disertai dengan meningkatnya tekanan di dalam mata. Perdarahan hifema bisa menutupi sebagian atau seluruh iris dan pupil, sehingga bisa menghalangi sebagian atau seluruh penglihatan.

Berbeda dari perdarahan subkonjungtiva atau perdarahan yang terjadi pada lapisan tipis di bagian putih mata (konjungtiva) yang tidak terasa nyeri, hifema biasanya terasa sangat nyeri dan berpotensi menyebabkan masalah penglihatan permanen bila tidak segera diobati. Karena itu, pertolongan medis perlu segera dilakukan bila hifema terjadi.

Selain pada orang yang mengalami cedera mata, hifema juga bisa terjadi secara tiba-tiba pada anak-anak yang memiliki kondisi medis lain, seperti anemia sel sabit atau hemofilia.

Baca juga: Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Kabar baiknya, hifema yang ringan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu dan mata akan kembali normal. Kamu bisa meredakan rasa sakit yang timbul dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol yang dijual bebas di pasaran, tetapi yang tidak mengandung aspirin. Kandungan aspirin perlu dihindari karena dapat mengencerkan darah, sehingga malah meningkatkan perdarahan.

Dokter mata juga akan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memberi kamu pengobatan untuk mengatasi hifema. Berbagai faktor tersebut, antara lain:

  • Umur, kondisi kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis kamu.

  • Tingkat keparahan cedera pada mata.

  • Toleransi kamu terhadap obat-obatan tertentu.

  • Preferensi pribadi.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, berikut ini perawatan yang bisa direkomendasikan dokter mata untuk mempercepat kesembuhan hifema:

  • Memberikan obat tetes mata (obat tetes mata steroid bermanfaat untuk mengurangi peradangan atau melebarkan pupil mata guna meredakan rasa nyeri).

  • Melindungi mata yang sakit dengan menggunakan penutup mata.

  • Banyak beristirahat di rumah (bedrest) dan kurangi aktivitas fisik yang berat.

  • Batasi pergerakan mata.

  • Menyangga kepala setidaknya dengan kemiringan 40 derajat saat tidur guna membantu tubuh menyerap darah dari mata.

  • Periksa tekanan mata setiap hari.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat pencegah muntah pada pengidap hifema, karena muntah bisa meningkatkan tekanan pada mata. Pengidap hifema perlu untuk melakukan pemeriksaan tekanan mata secara rutin. Hal ini karena tekanan pada bola mata bisa meningkat akibat sel darah merah menghambat aliran cairan di dalam bola mata. Bila tekanan pada mata jauh melebihi normal atau terjadi perdarahan kembali, maka kamu perlu dirawat di rumah sakit. Hal tersebut juga berlaku pada anak-anak dan lansia yang tidak bisa melakukan perawatan secara mandiri.

Baca juga: Ketahui Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perdarahan Subkonjungtiva

Itulah pengobatan yang bisa dilakukan agar mata yang mengalami hifema bisa kembali normal seperti semula. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Is a Hyphema?