Bisakah Wanita Mengalami Tinea Barbae

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Bisakah Wanita Mengalami Tinea Barbae

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit infeksi jamur yang bisa menyerang kita, tinea barbae merupakan salah satu yang perlu diwaspadai. Masih asing dengan penyakit ini? 

Tinea barbae merupakan infeksi jamur kulit pada area berambut di wajah dan leher. Ketika seseorang terserang tinea barbae, maka akan timbul peradangan pada area janggut atau kumis. 

Peradangan ini bisa menyebabkan benjolan merah, bengkak, bahkan timbul nanah di wajah. Akan tetapi, tinea barbae ini tak menimbulkan gatal.

Pertanyaannya, benarkah tinea barbae bisa menyerang wanita? 

Baca juga: Ketahui Penyebab Kurap Bisa Muncul di Wajah

Rentan Dialami Peternak

Penyakit kulit yang satu ini disebabkan oleh jamur, tepatnya jamur jenis Trichophyton verrucosum yang berasal dari hewan ternak. Di samping itu, Trichophyton mentagrophytes yang berasal dari kuda juga bisa menjadi biang keladi dari tinea barbae. 

Seperti penjelasan di atas, tinea barbae ini menyerang di area wajah dan leher yang berjanggut. Kondisi ini lebih akrab dikenal dengan kurap, kulit tampak seperti kerak. 

Nah, tinea barbae ini umumnya dialami oleh peternak akibat kontak dengan hewan yang terinfeksi jamur. Lalu, benarkah wanita juga bisa terserang penyakit ini? Kaum hawa mungkin boleh bernapas lega, sebab penyakit yang menyerang lapisan kulit lebih dalam ini, hanya dialami oleh pria dewasa. 

Di samping itu, tinea barbae juga tidak pernah terjadi pada anak-anak. Tinea barbae terjadi pada pria dewasa atau usia yang lebih tua dan orang-orang dengan kebersihan yang buruk. 

Lantas, bagaimana dengan gejalanya? 

Baca juga: Bikin Gatal, Benarkah Kurap Muncul karena Jarang Mandi?

Kurap Menyerupai Cincin 

Ketika seseorang terserang tinea barbae, maka area yang terinfeksi akan terlihat melingkar. Kira-kira seperti kurap yang menyerupai bentuk cincin, dengan bagian tengah dari area tampak bersih, seperti botak. 

Kurap yang terlihat seperti ketombe ini merupakan serpihan atau kerak berwarna putih yang menempel. Hal yang perlu diingat, terkadang tinea barbae bisa muncul dengan warna hitam. Kok bisa? 

Kondisi ini disebabkan pangkal rambut yang rusak di bawah kulit. Tak cuma hitam dan putih saja. Dalam beberapa kasus, tinea barbae juga bisa muncul dengan warna merah. Nah, yang bikin resahnya, warna merah ini bisa disertai bengkak atau benjolan kecil pada permukaan kulit. 

Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Tujuannya untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Lantas, bagaimana cara mengatasi penyakit kulit ini? 

Dari Krim hingga Tablet

Tinea barbae yang ringan bisa kok diatasi dengan pemberian obat-obatan anti jamur topikal. Antijamur ini bisa berbentuk krim, losion, atau sampo. Namun, biasanya dokter akan menyuruh pengidapnya agar mencukur rambut terlebih dahulu di area yang mengalami infeksi. Setelah itu, barulah obat antijamur boleh digunakan. 

Namun, bila kondisi tinea barbae dinilai parah, maka lain lagi ceritanya. Dalam kasus ini, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan tablet. Salah satu contoh obatnya griseofulvin. Obat ini biasanya dikonsumsi selama 2–3 minggu. Obat ini diharapkan mampu menghambat perkembangan sel jamur. 

Ingat, jangan main-main dengan tinea barbae. Sebab bila tak diatasi dengan benar, penyakit kulit ini bisa menimbulkan masalah lain. Misalnya, terjadinya infeksi sekunder. Di sini bakteri akan terus berkembang biak pada kulit yang mengalami luka akibat garukan. Nah, infeksi ini ujung-ujungnya bisa menyebabkan luka bernanah. Seram, kan? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MSD Manual. Diakses pada 2019. Tinea Barbae (Barber’s Itch). 
Medscape. Diakses pada 2019. Tinea Barbae.