Anak-Anak Sering Main Game? Hati-hati 7 Dampak Ini

Anak-Anak Sering Main Game? Hati-hati 7 Dampak Ini
IBU & ANAK 28 March 2018

Halodoc, Jakarta – Main game memang sangat mengasyikkan dan bisa bikin siapa saja, terutama anak-anak jadi lupa waktu. Meski bermain sudah menjadi hal yang “wajar” untuk anak-anak, tapi apa jadinya jika anak lebih sering duduk di depan layar komputer selama berjam-jam untuk bermain game online? Jika dibiarkan, hal tersebut bisa memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologis anak, lho.

Anak-anak zaman now pasti sudah tidak asing lagi dengan teknologi dan gadget. Bahkan menurut Marc Prensky, pakar pendidikan lulusan Universitas Harvard dan Yale dari Amerika, anak-anak yang berusia 14 tahun ke bawah merupakan “digital natives” alias penduduk asli yang menghuni dunia digital ini.

Rasanya hampir tidak ada perangkat elektronik yang tidak dikuasai oleh si praremaja, mulai dari komputer PC, komputer tablet, play station, sampai aneka jenis smartphone. Semua itu mereka gunakan tidak lain tidak bukan untuk menjajal beraneka macam game seru yang tersedia secara online, baik yang bisa diunduh gratis maupun yang berbayar.

Namun, yang menjadi hal yang sangat memprihatinkan adalah anak akhirnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online daripada melakukan kegiatan positif lainnya seperti belajar dan bermain bersama teman.

Menurut data hasil survei yang dilakukan oleh Cigna, 42 persen orang Indonesia menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain game daripada melakukan hobi dan bersosialisasi dengan teman-teman. Hal ini juga tidak terkecuali pada anak-anak. Tanda-tandanya anak sudah mulai kecanduan bermain game adalah:

  • Merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain.
  • Yang ada di pikirannya hanyalah permainan online, sehingga ketika ibu mengajaknya ngobrol, topik yang ia bicarakan juga tentang permainan tersebut.
  • Selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti.
  • Tidak peduli dengan orang-orang di sekitar, bahkan enggan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.
  • Mengalami migrain dan mata lelah karena terlalu lama memandang layar komputer atau gadget.

Bermain game memang bisa memberi kesenangan untuk si anak, tapi bila sampai menyebabkan kecanduan, maka anak berisiko mengalami sejumlah dampak berikut:

Dampak bagi Kesehatan Fisik

  1. Kesehatan Mata Terganggu

Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama saat bermain game otomatis akan membuat kesehatan mata anak jadi menurun, mulai dari mata lelah, minus bertambah, sampai kerusakan saraf mata.    

  1. Gangguan Motorik

Hanya duduk bermain game saja seharian juga membuat anak jadi kurang banyak bergerak. Akibatnya, lama kelamaan kemampuan motorik anak akan menurun, sehingga pertumbuhan badannya jadi tidak maksimal dan anak berisiko mengalami obesitas.

  1. Nyeri Sendi

Saat bermain game, anak tanpa sadar duduk membungkuk atau tiduran. Posisi duduk ini bukanlah posisi duduk yang sehat. Bila anak duduk dalam posisi yang salah terlalu lama, maka bisa membuat ototnya terasa kaku dan nyeri sendi.

  1. Menurunkan Tingkat Konsentrasi Anak

Menurut penelitian, kecanduan bermain game bisa membuat anak mengalami gangguan konsentrasi. Ketika anak senang bermain game, akan terjadi perubahan pada struktur dendrit sel-sel di dalam otaknya. Hal ini mengakibatkan konsentrasi anak menurun, sehingga ia mudah lupa dan gagal fokus. Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak.

 

Dampak bagi Kesehatan Psikologis

  1. Anak Kurang Bersosialisasi

Si praremaja yang kecanduan bermain game biasanya akan lebih memilih bermain komputer di rumah daripada bermain di luar bersama teman-temannya. Akibatnya, anak akan jadi canggung atau kurang cakap jika harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Masalah Komunikasi

Tidak hanya kemampuan bersosialisasi saja yang bermasalah, anak yang kecanduan game juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Kegiatan berkomunikasi bukan hanya sekadar mendengarkan dan memberi respon perkataan orang lain, tapi juga termasuk membaca ekspresi lawan bicara, Anak yang kurang bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

  1. Membuat Anak Jadi Lebih Agresif

 

Anak yang kecanduan bermain game yang mengandung unsur kekerasan, seperti perang-perangan, pertarungan, dan lain sebagainya, biasanya akan lebih agresif dan memiliki emosi yang tinggi.

Jadi, kalau Si Kecil sudah mulai kecanduan bermain game, sebaiknya ibu segera mengambil langkah tegas dengan membatasi frekuensinya bermain game. Ibu juga bisa mendorong anak untuk melakukan berbagai aktivitas positif di luar rumah. Kalau Si Kecil sakit, langsung saja hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Bicarakan masalah kesehatan yang dialami si kecil dan minta saran kesehatan kepada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

OLAHRAGA

16 August 2018

Skuas termasuk satu di antara banyak cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Cari tahu ma...

Selengkapnya

OLAHRAGA

16 August 2018

Roller sport itu olahraga yang menyenangkan, apalagi kalau dilakukan bareng anak. Cari tahu manfaat roller spo...

Selengkapnya