Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks

Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks
KEHAMILAN 25 May 2018

Halodoc, Jakarta – Di era modern ini, bisa dikatakan kanker serviks memberikan ketakutan tersendiri bagi kaum Hawa. Banyak rumor yang beredar mengenai penyebabnya, penularannya, dan faktor-faktor lain yang menyebabkan kanker serviks. Nah, agar tak salah memahami tentang kanker serviks, sebaiknya cari tahu lebih lengkap mengenai penyakit ini, ya!

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah yang menyerang bagian reproduksi wanita yaitu serviks atau mulut rahim.

Apa Penyebab Kanker Serviks?

Kanker serviks disebabkan oleh penularan virus HPV terutama HPV no. 16 dan no 18. Jadi rumor jika kanker serviks merupakan penyakit keturunan tidak sepenuhnya benar, walaupun faktor genetik turut berperan dalam proses mutasi jika tidak disertai faktor- faktor utama lainnya.

Bagaimana Proses Terjadinya Kanker Serviks?

Setelah terjadi penularan akan terjadi perubahan jaringan.

Apa Saja Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Kanker Serviks pada Wanita?

  • Wanita yang berhubungan intim di usia muda atau kurang dari 17 tahun. Proses pematangan dari anatomi serviks belum sempurna. Yaitu jaringan yang rentan terjadinya luka belum masuk ke dalam sehingga lebih rentan terjadi luka.
  • Wanita yang melahirkan di usia muda.
  • Wanita yang memiliki partner seksual multipel atau wanita yang memiliki pasangan seksual yang memiliki pasangan lebih dari satu.

Bagaimana Hubungan Kontrasepsi dengan Kanker Serviks? Apakah Benar IUD Dapat Menyebabkan Kanker Serviks?

Berdasarkan studi, penggunaan IUD atau AKDR tidak meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi virus HPV. Jadi jika kamu memiliki keadaan leher rahim yang sehat IUD tidak akan berperan dalam perkembangan penyakit kanker serviks.

Namun, jika seorang wanita sudah memiliki infeksi virus HPV sebelumnya penggunaan IUD dapat menyebabkan perkembangan infeksi tersebut menjadi kanker serviks.

(Baca juga: 13 Fakta Tentang Kontrasepsi IUD yang Perlu Diketahui)

Jadi, Bagaimanakah Keamanan Penggunaan IUD bagi Seorang Wanita?

IUD merupakan salah satu pilihan kontrasepsi yang dapat dipilih Ibu untuk menjarakkan kehamilannya. Cara kerja IUD adalah mencegah terjadinya pembuahan dan mencegah terjadinya implantasi atau penempelan zygot pada dinding rahim.

Penggunaan IUD memiliki banyak keuntungan bagi Ibu yang menggunakannya. Keuntungan tersebut diantaranya adalah segera efektif setelah pemasangan, merupakan metode jangka panjang sehingga ibu tidak perlu khawatir lupa minum obat atau rutin kontrol, tidak mengganggu produksi ASI dan tidak ada efek samping hormonal.

(Baca juga: Enggak Perlu Khawatir, Ini 4 Efek Samping Kontrasepsi IUD)

Tetapi pada keadaan tertentu IUD tidak disarankan digunakan sebagai kontrasepsi pilihan wanita tersebut. Keadaan- keadaan tersebut diantaranya adalah:

  • Memiliki penyakit radang panggul atau riwayat memiliki penyakit tersebut.
  • Diduga memiliki massa atau keganasan pada rahim dan serviks atau hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal. Keadaan ini sangat berkaitan dengan pencegahan perkembangan dari infeksi virus HPV menjadi kanker serviks.
  • Perdarahan dari organ reproduksi yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Memiliki penyakit atau riwayat penyakit keputihan abnormal yang sudah didiagnosis oleh tenaga kesehatan yang berkompeten.
  • Memiliki penyakit atau riwayat penyakit menular seksual.

Jadi kesimpulannya, IUD tidak menyebabkan kanker serviks, justru IUD merupakan alat kontrasepsi yang aman bagi wanita. Tidak perlu khawatir dalam penggunaan IUD karena tidak dapat menyebabkan infeksi HPV atau bahkan kanker serviks. Oleh karena itu, kalau ibu memiliki rahim dan serviks yang sehat, IUD dapat menjadi pilihan yang tepat sebagai alat kontrasepsi untuk menjarakkan kehamilan.

Bagaimana, tertarik menggunakan IUD? Kalau masih bingung dan butuh saran medis yang lebih akurat dan terpercaya, yuk tanyakan masalah kesehatan kamu ke dokternya langsung lewat aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

*artikel ini pernah tayang di SKATA dengan pada tanggal  18 Mei 2018


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Kamu mungkin pernah mendengar istilah "kronis" dan "akut" yang sering digunakan dalam diagnosis penyakit. Wala...

Selengkapnya

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Tahukah kamu, selain rasanya yang manis, ternyata buah nangka punya banyak manfaat tersembunyi, lho! Salah sat...

Selengkapnya