Bukan Cuma Alergi, Ini Bahayanya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bukan Cuma Alergi, Ini Bahayanya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Berbulu lebat, halus, dan menggemaskan. Inilah alasan mengapa kucing banyak dipilih sebagai hewan peliharaan. Bahkan, kabarnya, memelihara hewan lucu ini bisa membantu mengurangi stres dan depresi, lho! Sayangnya, memelihara kucing juga meningkatkan risiko penularan penyakit. Sebenarnya, bukan langsung dari kucingnya, melainkan dari parasit yang menempel pada tubuh hewan ini ketika ia sedang asik bermain di luar rumah. 

Ini yang menyebabkan bulu kucing tidak jarang menjadi ancaman, terutama untuk ibu hamil atau orang-orang dengan imunitas tubuh yang rendah. Salah satunya adalah alergi bulu. Bulu hewan bukan menjadi penyebab utamanya, melainkan berasal dari percikan ludah, serpihan kulit, dan urin kucing. Bahkan, ketika kucing membersihkan tubuh dengan menjilati bulunya, risiko alergi menyerang pun sama tingginya. 

Bahaya Bulu Kucing bagi Ibu Hamil

Reaksi alergi yang biasanya terjadi adalah rhinitis alergi yang mirip dengan gejala flu. Beberapa orang akan menunjukkan gejala seperti mata gatal, sering bersin, pilek, dan terjadinya peradangan pada area sinus. Sering terjadi, alergi yang disebabkan karena bulu kucing juga memicu seseorang mengalami asma. 

Baca juga: Bolehkah Memelihara Kucing saat Hamil?

Ibu hamil harus waspada ketika memelihara kucing di rumah kala sedang mengandung. Rajinlah memeriksakan kandungan setiap bulan untuk mendeteksi jika terjadi kelainan pada kehamilan, sehingga bisa dilakukan penanganan sebelum komplikasi terjadi. Ibu sekarang bisa membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit terdekat, atau bertanya apa saja langsung pada dokter kandungan melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc

Pasalnya, tidak hanya alergi, ada banyak penyakit lain yang mengincar kesehatan ibu hamil akibat bulu kucing, berikut beberapa di antaranya:

  • Toksoplasmosis

Penyakit ini yang rentan menyerang ibu hamil yang memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Toxoplasma gondii menjadi parasit penyebab utama toksoplasmosis, menginfeksi manusia melalui kotoran kucing yang terkontaminasi. Kontaminasi bisa terjadi ketika kucing menjilati bulunya, dan manusia yang menyentuhnya sudah pasti turut terinfeksi oleh parasit ini. 

Baca juga: Ibu Hamil Terkena Toksoplasmosis, Ini Pengaruhnya pada Janin

  • Kurap

Infeksi jamur pada kulit, yang dikenal dengan kurap bisa menyerang manusia melalui perantara kucing. Sama halnya dengan toksoplasmosis, penularan kurap dari hewan kucing pada manusia terjadi ketika manusia membelai bulu kucing yang sudah terkontaminasi jamur penyebab penyakit kurap. 

  • Penyakit Akibat Cakar Kucing

Hati-hati pada penyakit satu ini. Infeksi pada manusia sering terjadi melalui cakaran atau gigitan kucing. Namun, tidak menutup kemungkinan penularannya bisa terjadi melalui bulu kucing. Bahaya bulu kucing untuk ibu hamil ini baru menimbulkan gejala dalam waktu kurang lebih 10 hari pada bekas cakaran atau gigitan, berupa benjolan kecil. 

Bisakah Dilakukan Pencegahan?

Bisa, satu-satunya cara adalah menjaga kebersihan kucing dan lingkungan dalam maupun luar rumah. Terutama jika kucing senang menghabiskan waktu di taman. Hindari kucing main ke luar rumah atau ke jalanan, karena risiko kontaminasi penyakit jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kucing yang tidak ke luar rumah. Setelah ibu menyentuh atau membelai kucing maupun membersihkan kotorannya, pastikan tangan sudah dicuci bersih dengan sabun, terutama ketika akan makan. Jangan lupa, bawa kucing kesayangan ke klinik hewan untuk dilakukan pengecekan kesehatan. 

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai



Referensi: 
Babycenter. Diakses pada 2019. Is it True that Pregnant Women Should Avoid Cats?
Weil. Diakses pada 2019. Are Cats A Threat to Pregnancy?
The Spruce Pets. Diakses pada 2019. Pregnancy, Your New Baby, and Your Cat.