Perlu Tahu, Ini Jadwal Pemberian Imunisasi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perlu Tahu, Ini Jadwal Pemberian Imunisasi pada Anak

Halodoc, Jakarta - Sampai kini masih banyak yang keliru menyoal vaksin dan imunisasi. Banyak orang beranggapan kalau kedua hal tersebut adalah sama. Padahal, sebenarnya vaksin dan imunisasi memiliki makna yang berbeda.

Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin melalui disuntikan atau diteteskan ke dalam mulut. Tujuannya untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu.

Sementara imunisasi, lain lagi ceritanya. Imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi sendiri terbagi menjadi imunisasi aktif dan pasif. Nah, vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif sebagai upaya untuk memicu tubuh mengeluarkan antibodi terhadap penyakit tertentu.

Imunisasi merupakan cara paling simpel untuk menjaga kesehatan anak. Oleh sebab itu ingatlah jadwal imunisasinya. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan imunisasi polio, DPT ulangan MR, Campak, Hepatitis A, influenza, varisela, dan PCV pada anak-anak di usia 12-18 bulan.

Pertanyaannya, kapan sih jadwal pemberian imunisasi pada anak?

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Jangan Lupakan Jadwalnya dan Macamnya

Menurut rilis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI (28/8/2018), Kemenkes mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap ini terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan.

Alasannya Imunisasi dasar saja tidak cukup, makanya diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal. Bagaimana dengan jadwalnya? Pastinya pemberiaan imunisasi ini harus disesuaikan dengan usia anak. Nah, berikut penjelasannya:

Imunisasi Dasar Lengkap

    1. bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0).

    2. Usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1).

    3. Usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2).

    4. Usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3).

    5. Usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik),

    6. Usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).

Imunisasi Lanjutan

  1. Bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR)

  2. Kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR)

  3. Kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td).Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit tuberkulosis.

  4. Imunisasi Polio tetes diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.

Baca juga: Ini Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Si Kecil

Imunisasi Anjuran

Selain imunisasi di atas, ada pula imunisasi anjuran yang bisa ibu pertimbangkan. Misalnya, imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada daerah endemis, seperti imunisasi japanese encephalitis, umumnya diberikan mulai usia 1 tahun, dan diulang pada usia 3 tahun.

Di samping itu, ada pula imunisasi anjuran lainnya, seperti vaksinasi dengue untuk mencegah demam berdarah. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin ini bisa diberikan saat anak memasuki usia 9 tahun, dalam 3 kali pemberian dengan jarak 6 bulan.

Nah, mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau Si Kecil memiliki keluhan kesehatan lainnya? Untuk melakukan pemeriksaan, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.