Bumil Dilarang Vaksin Rubella, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Vaksin Rubella

Halodoc, Jakarta - Rubella merupakan penyakit yang tergolong ringan, tetapi dapat menulari ibu hamil dan menyebabkan keguguran atau kelainan pada bayi saat lahir nanti. Si Kecil bisa saja mengalami katarak, tuli, atau kelainan jantung. Namun, apakah seseorang bisa melakukan vaksin rubella saat sedang hamil?

Baca juga: Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Rubella

Rubella, Penyakit yang Seperti Apa?

Rubella merupakan infeksi virus yang ditandai dengan adanya ruam merah pada kulit. Berbeda dengan campak, rubella dan campak memang sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit. Namun pada campak, virus yang menyebabkan kondisi ini berbeda dengan virus yang menyebabkan rubella. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan diri saat merencanakan kehamilan guna memeriksa kekebalan tubuh terhadap serangan rubella.

Vaksin rubella, atau yang lebih dikenal dengan vaksin MMR ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari penyakit rubella, gondong, dan campak. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang menjadi kontroversi karena dapat menyebabkan autisme pada anak, meskipun tujuannya adalah melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. 

Baca juga: Serba Serbi tentang Penyakit Rubella yang Perlu Diketahui

Bumil Dilarang Vaksin Rubella, Mitos atau Fakta?

Rubella dapat menular dari satu orang ke yang lain karena adanya infeksi virus pada air liur pengidap yang dikeluarkan saat sedang batuk atau bersin. Bahkan virus ini juga dapat mengendap pada benda-benda yang telah terkontaminasi oleh air liur pengidap. Parahnya lagi, seorang ibu yang tengah mengandung dapat menularkan virus ini kepada janin yang dikandungnya melalui aliran darah. Nah, jika sudah terjadi, hal ini akan berakibat fatal bagi janin yang dikandungnya. 

Pemberian vaksin rubella saat hamil sangat dilarang, karena akan menimbulkan risiko kelainan bawaan pada janin saat lahir nanti. Sebaiknya seorang wanita yang tengah merencanakan kehamilan melakukan vaksin ini tiga bulan sebelumnya. Vaksin rubella sangat dilarang diberikan untuk ibu hamil, karena kandungan vaksin dapat memberikan pengaruh negatif pada janin, serta menimbulkan infeksi.

Melakukan Vaksin Rubella saat Hamil, Ini Komplikasi yang Akan Terjadi

Infeksi rubella merupakan infeksi ringan yang hanya menyerang sekali dalam seumur hidup. Meski begitu, pemberian vaksin ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, apalagi saat sedang hamil. Hal ini dikarenakan vaksin akan memberikan dampak serius pada ibu hamil, seperti keguguran atau memicu timbulnya sindrom rubella kongenital pada janin. 

Sindrom rubella kongenital sendiri merupakan cacat bawaan pada bayi berupa katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, gangguan pertumbuhan anak, dan disabilitas intelektual. Sindrom ini akan menyerang janin dari ibu yang terinfeksi rubella saat kehamilan pada trimester pertama. 

Jangan Sampai Terjadi, Begini Pencegahan Rubella pada Ibu Hamil

Semua vaksin yang mengandung bakteri dan virus hidup memang sangat tidak dianjurkan bagi wanita hamil. Untuk itu, seseorang yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan untuk menjalani tes kekebalan tubuh tiga bulan sebelum kehamilan. Jika ibu hamil melakukan kontak fisik dengan pengidap rubella, atau terpapar air liur pengidap rubella, segera hubungi dokter sebagai upaya pencegahan infeksi ini pada janin.

Baca juga: Alasan Kenapa Ibu Hamil Perlu Waspada Rubella

Untuk itu, jika ibu mencurigai ada yang tidak beres dengan kandungan ibu, segera periksakan diri ke dokter, ya! Jangan menunggu sampai gejala muncul dan membahayakan janin dalam kandungan. Untuk lebih jelasnya, ibu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!