• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bungkus Makanan Panas dengan Plastik Bisa Picu Kanker?

Bungkus Makanan Panas dengan Plastik Bisa Picu Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ketika membeli makanan untuk dibawa pulang, tak jarang penjual membungkusnya dengan menggunakan kantong plastik, dengan alasan kepraktisan. Tak jarang, makanan tersebut dimasukkan ke plastik panas-panas. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan membungkus makanan panas dengan plastik dapat memicu kanker?

Ya, semua jenis plastik yang ada terbuat dari minyak bumi, yang dicampur dengan berbagai bahan kimia yang bersifat racun. Plastik dengan kandungan BPA (Bisphenol A) misalnya, diyakini dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti penurunan kesuburan. Ada lagi PS (Polystyrene), yang bersifat karsinogenik dan memicu kanker, atau PVC (Polyvinyl Chlorida) yang tak kalah berbahaya bagi kesehatan. 

Baca juga: Mi Instan Direbus dengan Bungkusnya, Ini Bahayanya

Hampir semua jenis plastik yang dipanaskan atau terpapar suhu panas dapat melepaskan bahan kimia beracun. Mudahnya perpindahan zat kimia dari plastik ke dalam makanan yang dibungkusnya itu biasanya disebabkan oleh lemahnya ikatan struktur plastik, atau yang disebut hasil sisa monomer plastik. Hasil sisa monomer itu akan lebih rentan berpindah jika terpapar suhu tinggi, seperti ketika digunakan untuk membungkus makanan panas, misalnya bakso dan sup.

Lalu, apakah membungkus makanan panas dengan plastik dapat sebabkan kanker? Sebenarnya jika dikatakan iya, juga belum tentu. Sebab, ada banyak sekali faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker. Kendati demikian, kebiasaan membungkus makanan panas dengan plastik memang dapat meningkatkan risiko, terutama jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.

Baca juga: Ini Bahaya Menggunakan Plastik sebagai Bahan Bakar Pembuatan Tahu

Bahaya Lainnya yang Mengintai

Tak hanya kanker, kebiasaan membungkus makanan panas dengan plastik juga sebenarnya dapat menyumbang banyak efek buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Bahan kimia dalam plastik yang masuk ke tubuh dapat mendatangkan efek negatif pada kekebalan tubuh dan regulasi hormon. 

Secara tidak langsung, hal ini dapat membuat seseorang memiliki risiko lebih besar untuk mengalami gangguan kesehatan, seperti kanker, kemandulan, kerusakan genetik, kesalahan kromosom, dan keguguran pada ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspective, bahan kimia Bisphenol A Diglycidyl Ether (BADGE), diyakini dapat menyebabkan sel-sel induk dalam tubuh berubah menjadi sel-sel lemak. 

Hal ini karena zat tersebut dapat membuat metabolisme terganggu dan seperti terprogram ulang. Akibatnya, kemungkinan tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalori yang menyebabkan obesitas pun meningkat. Tak hanya itu, masuknya bahan kimia dari plastik ke tubuh bayi dan anak-anak juga dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Bagaimana Cara Terhindar dari Bahaya Bahan Kimia Plastik?

Perlu diketahui bahwa bahaya yang dirasakan dari masuknya bahan kimia dari plastik ke tubuh tidak serta merta dapat dirasakan. Ibarat menabung, kebiasaan ini baru akan terasa efeknya bertahun-tahun kemudian. Jadi, bukan berarti habis makan makanan panas yang dibungkus plastik, lalu esok harinya langsung terserang kanker. Sekali lagi, ini masalah kebiasaan. 

Baca juga: Bahaya Sering Makan dengan Menggunakan Styrofoam

Jika menyangkut kebiasaan, maka hal yang dapat dilakukan jika ingin terhindar dari bahaya bahan kimia plastik adalah mengubah gaya hidup. Lagipula, penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari juga dapat mencemari lingkungan, bukan? Jadi sebaiknya, cobalah untuk mengurangi penggunaan plastik seminimal mungkin, dari sekarang. Salah satunya adalah dengan selalu menyediakan wadah makanan sendiri.

Jangan lupa juga untuk selalu berolahraga secara teratur dan memeriksakan kesehatan secara berkala, yang sekarang dapat dengan mudah dilakukan dengan Halodoc. Kamu cukup pilih jenis pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan, tentukan tanggal, dan petugas lab-nya akan datang ke tempatmu. Jika mengalami masalah kesehatan sekecil apapun, jangan diabaikan. Segera konsultasikan pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, sebelum bertambah parah.

Sebagai upaya preventif lainnya, berikut tips yang bisa mulai diterapkan, jika ingin terhindar dari bahaya bahan kimia plastik:

  • Hindari membungkus makanan panas apapun dengan menggunakan plastik. Sebaiknya gunakan wadah makanan berbahan kaca, keramik, atau stainless steel.

  • Jika ingin menggunakan wadah makanan berbahan plastik untuk membawa makanan, pastikan wadah tersebut memiliki label food grade dan BPA free. Namun, sebaiknya tetap hindari memasukkan makanan yang panas ke dalamnya dan dinginkan terlebih dahulu.

  • Jangan gunakan plastik ketika memanaskan makanan dengan microwave, terutama jenis plastik berbahan PVC atau PS. Hanya gunakan plastik yang berlabel food grade dan BPA free, atau yang dikhususkan untuk microwave.

  • Jangan bungkus makanan apapun dengan plastik daur ulang, seperti kantong kresek hitam.

Referensi:
Livestrong. Diakses pada 2020. What Are the Dangers of Plastic Bags for Food Storage?
Choice. Diakses pada 2020. Is Plastic Food Packaging Dangerous?