• Home
  • /
  • Cara Cegah Penularan HIV dari Ibu Hamil ke Janin

Cara Cegah Penularan HIV dari Ibu Hamil ke Janin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
cara-cegah-penularan-hiv-dari-ibu-hamil-ke-janin-halodoc

Halodoc, Jakarta – Terdiagnosis HIV selama masa kehamilan tentu akan membuat setiap ibu menjadi cemas dan khawatir. Pasalnya, infeksi virus berbahaya ini juga bisa menular ke janin yang ada di dalam kandungan. Namun jangan khawatir, ibu hamil yang positif mengidap HIV masih bisa melahirkan bayi yang sehat kok. Penularan HIV pada janin selama masa kehamilan bisa dicegah dengan melakukan pengobatan. Yuk, simak cara pencegahannya di sini.

Baca juga: Jenis Persalinan untuk Ibu Hamil Pengidap HIV

Human immunodeficiency virus atau yang sering disebut dengan HIV, adalah sejenis virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menghancurkan sel CD4. Akibatnya, pengidap HIV akan semakin lemah dan rentan terserang berbagai penyakit. HIV juga dikenal sebagai penyakit menular. Bila HIV menyerang wanita di masa kehamilannya, maka wanita tersebut berpotensi menularkan virus pada bayi, baik pada masa kehamilan, persalinan, maupun pada saat menyusui. Namun, dengan menjalani pengobatan selama masa kehamilan, risiko penularan HIV pada janin bisa dikurangi hingga di bawah 1 persen. 

Dokter kandungan biasanya akan memberikan berbagai jenis obat antivirus khusus, salah satunya adalah obat ART (antiretroviral) untuk menekan jumlah virus. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa pedoman baru berikut tentang pengobatan ART bagi ibu hamil untuk mencegah penularan HIV pada janin:

  • Terapi antiretroviral (ART) dini diberikan untuk wanita hamil yang positif mengidap HIV dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan untuk mencegah penularan HIV ke janin selama masa kehamilan dan menyusui.

  • Pemberian profilaksis ARV dalam jangka waktu yang lebih lama untuk ibu hamil yang positif mengidap HIV, namun memiliki sistem kekebalan tubuh yang relatif kuat, sehingga tidak membutuhkan ART untuk kesehatan mereka sendiri. Pengobatan ini juga akan mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke janin.

Pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan, sehingga janin dapat terhindar dari penularan HIV. Itulah mengapa penting bagi ibu hamil untuk melakukan tes HIV, agar virus tersebut dapat terdeteksi lebih awal, sehingga program pencegahan HIV pun bisa dilakukan secepatnya.  

Baca juga: Ibu Hamil Wajib Lakukan Pemeriksaan Darah, Kenapa?

Apakah Aman untuk Mengonsumsi Obat-obatan HIV Selama Masa Kehamilan?

Beberapa obat untuk HIV ternyata tidak cocok untuk dikonsumsi selama masa kehamilan, karena berisiko membahayakan janin. Jadi, bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV, selalu tanyakan keamanan obat-obatan HIV pada dokter kandungan sebelum mengonsumsinya. Tanyakan juga kemungkinan perlunya obat tambahan untuk mencegah penularan HIV pada janin. Sustiva dan atripla adalah dua contoh jenis obat HIV yang terbukti dapat mengganggu perkembangan janin pada masa awal kehamilan.

Selain dengan cara diminum, ibu juga bisa mendapatkan pengobatan antiretroviral melalui infus. Segera setelah lahir, bayi dari ibu yang mengidap HIV akan diperiksa untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus HIV. Pemeriksaan ini dilakukan 48 jam setelah kelahiran. Tes akan dilakukan kembali 6–12 minggu kemudian. Selain itu, bayi yang sudah lahir pun juga akan diberikan obat-obatan selama sekitar 4 bulan. Tujuannya adalah untuk mencegah perkembangan HIV di dalam tubuh.

Kombinasi pengobatan yang dijalani ibu hamil, pemberian obat pada bayi baru lahir dan menghindari pemberian ASI adalah kunci dalam mencegah penularan HIV dari ibu hamil ke janin.

Baca juga: Pengidap HIV Masih Boleh Menyusui, Ini Syaratnya

Untuk melakukan tes HIV, ibu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2019. New guidance on prevention of mother-to-child transmission of HIV and infant feeding in the context of HIV.
NHS. Diakses pada 2019. Can HIV be passed to an unborn baby in pregnancy or through breastfeeding?