Sering Dianggap Nyeri Biasa, Bagaimana Gangguan Muskuloskeletal Didiagnosis?

Sering Dianggap Nyeri Biasa, Bagaimana Gangguan Muskuloskeletal Didiagnosis?

Halodoc, Jakarta – Gangguan muskuloskeletal merupakan jenis penyakit yang memicu rasa sakit pada tubuh. Kondisi ini seringnya mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. Sistem muskuloskeletal sendiri melibatkan struktur yang mendukung anggota badan, leher, dan punggung.

Selain rasa sakit, ada beragam gejala lain yang bisa muncul sebagai tanda penyakit ini. Meski begitu, gejala gangguan muskuloskeletal bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Gejala umum dari kondisi ini adalah rasa nyeri atau ngilu, mudah kelelahan, mengalami gangguan tidur, peradangan, pembengkakan, dan kemerahan. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan rentang gerak, kesemutan, mati rasa atau kekakuan, serta kelemahan otot atau kekuatan cengkeraman menurun

Tak hanya gejalanya yang beragam, penyebab gangguan muskuloskeletal juga bisa bervariasi. Penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari faktor usia, pekerjaan, tingkat aktivitas, serta gaya hidup. Atlet disebut lebih sering berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal.

Baca juga: Mengapa Gangguan Muskuloskeletal Terjadi?

Jaringan otot bisa rusak akibat kelelahan dengan kegiatan sehari-hari. Cedera atau trauma di suatu bagian yang disebabkan oleh gerakan tiba-tiba, kecelakaan mobil, dan jatuh juga dapat menyebabkan nyeri muskuloskeletal. Penyebab lain nyeri termasuk salahnya posisi tulang belakang dari postur tubuh yang buruk atau pendeknya otot dari kurangnya aktivitas.

Bagaimana Gangguan Muskuloskeletal Didiagnosis?

Nyeri yang muncul sebagai tanda penyakit ini sering tidak dikenali dan dianggap sebagai penyakit biasa. Padahal, gangguan muskuloskeletal sama sekali bukan sakit yang biasa. Saat mengalami gejala yang menyerupai penyakit ini, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Tujuannya untuk mengetahui apakah gejala yang muncul merupakan tanda gangguan muskuloskeletal atau karena penyakit lain.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis secara menyeluruh. Pemeriksaan akan dilanjutkan dengan menguji otot atau sendi, tujuannya untuk mengetahui kelemahan atau degenerasi, kerusakan saraf, pembengkakan, serta kemerahan.

Baca juga: Apa Tanda dan Gejala Gangguan Muskuloskeletal?

Tes pencitraan mungkin juga dibutuhkan untuk mengonfirmasi diagnosis. Lalu, melakukan rontgen untuk melihat tulang atau tes darah mengetahui penyakit rematik.

Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal

Mencegah gangguan muskuloskeletal bisa dilakukan dengan menjauhi faktor-faktor yang bisa menyebabkan penyakit ini. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa nyeri akibat gangguan ini:

  • Hindari Peregangan Berlebihan

Gangguan muskuloskeletal bisa terjadi karena adanya peregangan berlebihan pada otot tertentu. Salah satu tips yang bisa diterapkan untuk menghindari kondisi ini adalah selalu meletakkan benda yang sering digunakan tidak terlalu jauh. Itu untuk memudahkan meraih benda tersebut, sehingga menghindari peregangan berlebih pada lengan.

  • Jangan Memaksakan

Salah satu cara mencegah penyakit pada sendi dan otot adalah tidak memaksakan penggunaanya. Agar terhindar dari gangguan muskuloskeletal, hindari kebiasaan menjinjing tas belanja yang terlalu berat dalam jangka waktu yang lama. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan alat bantu atau troli belanja.

  • Gunakan Kursi yang empuk

Terutama jika kamu diharuskan untuk duduk dalam jangka waktu yang lama. Memilih kursi yang empuk tidak hanya memberi rasa nyaman, namun juga bisa menghindari nyeri sendi pada bagian tubuh tertentu.

Baca juga: Bikin Susah Gerak, Ketahui 5 Jenis Kelainan Sistem Gerak

Cari tahu lebih lanjut seputar gangguan muskuloskeletal dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!